My WordPress Blog

Tiga atlet Sulut pecahkan rekor nasional di Kejurnas Freedive Indoor I Kodaeral VIII Manado

Kejurnas Freedive Indoor Seri I 2026: Tiga Atlet Sulawesi Utara Pecahkan Rekor Nasional

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Freedive Indoor Seri I 2026 yang berlangsung di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 Kodaeral VIII, Kairagi Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berhasil mencatatkan lima rekor nasional. Salah satu perwakilan dari daerah setempat berhasil memecahkan rekor dalam beberapa kategori, menunjukkan potensi atlet lokal yang semakin berkembang.

Tiga Atlet Lokal Sulut Pecahkan Rekor Nasional

Dari total lima rekor nasional yang tercipta, tiga di antaranya berasal dari atlet asal Sulawesi Utara. Mereka adalah Synthia Fika Angwen R dari Kota Tomohon, Rio Tangkudung dari Kota Bitung, dan Markus Tatibas dari Kota Manado. Ketiganya turun dalam nomor Static dan Dynamic No Fins.

Synthia Angwen berhasil memecahkan rekor nasional dalam kategori Static Senior Women dengan catatan waktu 5 menit 2 detik. Rekor sebelumnya dipegang oleh Yosephine Sitanggang dari Jakarta dengan waktu 4 menit 18 detik pada tahun 2025.

Di nomor Static Senior Men, Rio Tangkudung mencatatkan waktu 5 menit 49 detik, mengalahkan rekor sebelumnya atas nama Nur Rohnan dari Jawa Tengah dengan catatan waktu 3 menit 22 detik pada tahun 2025.

Sementara itu, Markus Tatibas meraih rekor nasional dalam kategori Dynamic No Fin Senior Men dengan jarak 80 meter, mengalahkan rekor Delvin Chamdra dari Jawa Barat yang sebelumnya mencapai 70 meter pada tahun 2025.

Dua Rekor Nasional Lainnya

Selain ketiga atlet tersebut, dua rekor nasional lainnya juga tercipta dalam kejuaraan ini. Di nomor Dynamic Master M1, Absentinus Sembiring dari Papua mencatatkan jarak 50 meter. Selain itu, ia juga memecahkan rekor dalam kategori Static Master M1 dengan waktu 2 menit 19 detik.

Penyerahan penghargaan kepada para pemenang dilakukan oleh Wadan Kodaeral VIII Manado, yang mewakili Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsl. Acara ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi atlet yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam cabang olahraga Free Dive.

Pesan dari Panitia

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral VIII Manado Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung menyampaikan bahwa kejuaraan ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat persatuan, meningkatkan kemampuan, serta mendorong lahirnya atlet-atlet freedive berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan potensi maritim nasional.

Sejarah dan Jenis Kompetisi Freedive

Freedive atau freediving adalah olahraga menyelam dengan menahan napas tanpa menggunakan alat bantu pernapasan seperti tabung oksigen. Penyelam hanya mengandalkan teknik pernapasan, kontrol tubuh, dan ketenangan mental untuk bertahan di dalam air.

Berbeda dengan scuba diving yang memakai alat, freedive lebih menekankan kemampuan alami tubuh manusia mulai dari efisiensi penggunaan oksigen hingga kemampuan relaksasi di bawah tekanan air.

Dalam kompetisi, freedive terbagi dalam beberapa nomor, antara lain:

  • Static Apnea: menahan napas selama mungkin di permukaan air.
  • Dynamic Apnea: berenang sejauh mungkin di dalam air dengan satu kali napas.
  • Dynamic No Fins: sama seperti dynamic, tetapi tanpa alat bantu kaki (fin/kaki katak).
  • Dynamic With Bifins: menggunakan dua fin untuk menambah dorongan saat berenang.

Olahraga ini tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga mental yang kuat, karena atlet harus tetap tenang agar konsumsi oksigen tetap rendah. Itulah sebabnya freedive sering disebut sebagai perpaduan antara teknik, ketahanan, dan kontrol diri.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *