My WordPress Blog

Dinkes NTT: Kasus DBD Tahun 2025 Turun Dibanding 2024

Penurunan Kasus DBD di NTT Tahun 2025

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD turun hingga 46 persen, dari 3.989 kasus pada tahun 2024 menjadi 2.141 kasus pada tahun 2025. Selain itu, angka kematian juga mengalami penurunan sebesar 72 persen, dari 29 orang pada tahun 2024 menjadi 8 orang pada tahun 2025.

Penurunan ini dianggap sebagai hasil dari berbagai upaya pencegahan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama masyarakat dan pemerintah daerah. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes NTT, Maria Elizabeth Anggreini, menyatakan bahwa edukasi, penyuluhan, dan kampanye lingkungan bersih menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi kasus DBD.

Upaya Pencegahan yang Dilakukan

Edukasi tentang DBD dilakukan melalui berbagai cara, seperti saat posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis, serta berbagai agenda lainnya. Kesempatan tersebut digunakan untuk memberikan informasi tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya. Meskipun DBD adalah penyakit yang rutin terjadi, kampanye terhadap penyakit ini tetap dilaksanakan secara berkala.

Maria Anggreini menjelaskan bahwa tenaga kesehatan di lapangan sangat antusias dalam mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan bersih. Dengan sumber daya manusia yang cukup, upaya pencegahan DBD semakin masif. Selain itu, partisipasi aktif dari pemerintah desa juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan.

Evaluasi dan Tantangan

Meski terdapat penurunan signifikan, beberapa daerah masih mengalami kenaikan kasus DBD. Oleh karena itu, Dinkes akan terus meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dan tindakan preventif. Evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa semua daerah dapat mencapai tingkat penurunan yang sama.

Data Kasus DBD Tahun 2024 dan 2025

Berikut data kasus DBD di NTT pada tahun 2024:

  1. Kota Kupang: 281 kasus
  2. Kabupaten Kupang: 173 kasus
  3. TTS: 62 kasus
  4. TTU: 30 kasus dan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB)
  5. Belu: 116 kasus
  6. Rote Ndao: 3 kasus
  7. Alor: 301 kasus
  8. Flores Timur: 11 kasus dan KLB
  9. Lembata: 25 kasus
  10. Ende: 112 kasus
  11. Sikka: 820 kasus
  12. Ngada: 271 kasus
  13. Nagekeo: 54 kasus
  14. Manggarai: 279 kasus
  15. Manggarai Timur: 79 kasus dan KLB
  16. Manggarai Barat: 356 kasus
  17. Sumba Timur: 392 kasus
  18. Sumba Barat: 267 kasus
  19. Sumba Barat Daya: 136 kasus
  20. Sumba Tengah: 44 kasus
  21. Sabu Raijua: 169 kasus
  22. Malaka: 7 kasus

Meninggal Dunia:
1. Kota Kupang: 5 orang

2. Kabupaten Kupang: 3 orang

3. Ende: 1 orang

4. Sikka: 4 orang

5. Ngada: 1 orang

6. Nagekeo: 1 orang

7. Sumba Timur: 5 orang

8. Sumba Barat Daya: 1 orang

9. Sabu Raijua: 6 orang

Sementara itu, data kasus DBD pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:

  1. Kota Kupang: 123 kasus
  2. Kabupaten Kupang: 68 kasus
  3. TTS: 51 kasus
  4. TTU: 151 kasus
  5. Belu: 56 kasus
  6. Rote Ndao: 0
  7. Alor: 193 kasus
  8. Flores Timur: 100 kasus
  9. Lembata: 42 kasus
  10. Ende: 51 kasus
  11. Sikka: 350 kasus
  12. Ngada: 141 kasus
  13. Nagekeo: 5 kasus
  14. Manggarai: 87 kasus
  15. Manggarai Timur: 45 kasus
  16. Manggarai Barat: 83 kasus
  17. Sumba Timur: 10 kasus
  18. Sumba Barat: 41 kasus
  19. Sumba Barat Daya: 49 kasus
  20. Sumba Tengah: 19 kasus
  21. Sabu Raijua: 473 kasus
  22. Malaka: 3 kasus

Meninggal Dunia:
1. Kota Kupang: 2 orang

2. Kabupaten Kupang: 1 orang

3. TTU: 1 orang

4. Flores Timur: 1 orang

5. Manggarai: 1 orang

6. Manggarai Timur:

7. Sumba Timur: 1 orang

Data Terbaru Januari 2026

Pada Januari 2026, data kasus DBD di NTT adalah sebagai berikut:

  1. TTU: 9 kasus
  2. Belu: 3 kasus
  3. Alor: 5 kasus
  4. Flores Timur: 8 kasus
  5. Lembata: 11 kasus
  6. Ende: 3 kasus
  7. Sikka: 26 kasus
  8. Sumba Barat Daya: 1 kasus
  9. Sabu Raijua: 4 kasus

Meninggal Dunia:
1. Sikka: 1 orang

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *