My WordPress Blog

Luka Siswa Siak Akibat Tangga Belanda Roboh, 10 Orang Dirawat di RSUD, Ini Daftarnya

Kecelakaan di Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda, Banyak Siswa dan Guru Terluka

Kecelakaan yang terjadi di bangunan cagar budaya Tangsi Belanda, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, menimbulkan banyak korban. Sejumlah siswa dan guru mengalami luka-luka setelah struktur bangunan tersebut runtuh.

Peristiwa ini terjadi saat rombongan pelajar sekolah dasar sedang melakukan kunjungan studi tur di lokasi tersebut pada Sabtu (31/1/2026). Saat itu, mereka sedang mengikuti kegiatan pengenalan sejarah di dalam bangunan bersejarah tersebut. Pada saat memasuki ruangan di lantai dua, struktur lantai dan papan kayu tidak mampu menahan beban, sehingga ambruk. Akibatnya, sejumlah siswa dan guru terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar tiga hingga empat meter.

Korban Mengalami Luka dari Ringan hingga Berat

Para korban sebagian besar berusia antara 11-12 tahun. Luka yang dialami oleh para korban bervariasi, mulai dari luka ringan hingga berat. Beberapa contoh luka yang dialami antara lain:

  • Luka robek di kepala dan kening
  • Memar pada tangan
  • Bengkak pada kaki
  • Nyeri di bagian pinggang

Para korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tengku Rafi’an Siak untuk mendapatkan perawatan medis. Dari total 17 korban, 10 orang dilarikan ke rumah sakit, sementara 7 orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Mempura dengan kondisi luka ringan.

Rombongan Studi Tur dari SD IT Baitul Ridho

Rombongan studi tur berasal dari SD IT Baitul Ridho, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam. Total peserta dalam rombongan tersebut mencapai 55 murid kelas 5 dan 6 serta 12 guru. Rombongan tiba di kawasan Tangsi Belanda sekitar pukul 08.35 WIB dan dipandu berkeliling kompleks bangunan.

Saat memasuki salah satu ruangan di lantai dua, struktur lantai dan papan kayu tidak mampu menahan beban, sehingga ambruk. Suasana di dalam bangunan pun berubah panik, disertai teriakan dan tangisan anak-anak.

Penyebab Kecelakaan Diduga Karena Struktur Kayu yang Lapuk

Menurut informasi yang diperoleh, kerusakan bangunan diduga dipicu oleh kondisi kayu dan papan lantai yang telah lapuk serta dimakan rayap, seiring usia bangunan dan kurangnya perawatan. Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Destinasi dan Promosi Disbudparpora Kabupaten Siak, Paula Chandra.

“Benar roboh tangganya. Konstruksinya memang terbuat dari kayu dan kemungkinan sudah lapuk karena anai-anai. Sekitar dua sampai tiga keping papan yang ambruk,” ujar Paula.

Penanganan Darurat dan Penutupan Sementara

Setelah menerima laporan kejadian, tim BPBD langsung bersiaga di lokasi. Fokus utama penanganan adalah evakuasi korban dan pengamanan area. BPBD belum melakukan pembersihan material bangunan karena lokasi masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Usai kejadian, Kapolsek Siak AKBP James Sibarani bersama personel Polres Siak melakukan pengecekan tempat kejadian perkara. Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB, Bupati Siak bersama unsur Forkopimda mengecek langsung lokasi kejadian di Tangsi Belanda.

Tangsi Belanda sebagai Destinasi Wisata dan Edukasi

Tangsi Belanda selama ini dikenal sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah dan sarana edukasi. Namun, setelah kejadian ini, kompleks tersebut ditutup sementara dari kunjungan wisata.

Daftar Korban yang Dirawat di RSUD Tengku Rafian Siak

Berikut daftar 10 korban yang dirawat di RSUD Tengku Rafian Siak:

A. Guru

Mira Agustina (37 th) – Kondisi: luka ringan

B. Siswa

Sapira Zahwa (12 th) – Luka sedang (robek di kepala)

Rusdatun Nadia (11 th) – Luka sedang (robek di kening)

Haiwa Ruwaida (11 th) – Luka sedang (pegal di pinggang kanan)

Alifa Nada Wicaksono (11 th) – Luka sedang (bengkak telapak kaki kanan)

Adelia Dwi Putri – Luka ringan (biru tangan kanan)

Joana Putri – Luka ringan (nyeri kaki kiri, lecet di lutut)

Aura Azahra (11 th) – Luka ringan (nyeri pinggang kiri dan kanan)

Syifa Rafanda (12 th) – Luka sedang (robek di bawah bibir dalam dan luar)

Keisya Lutfi Latifatunnisa (12 th) – Luka berat (robek di kepala)


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *