My WordPress Blog

Siswa Sekolah Lansia Tingkat Kualitas Hidup Lebih Baik

Pemkot Yogyakarta Perluas Jangkauan Sekolah Lansia di Tahun Anggaran 2026

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berkomitmen untuk memperluas jangkauan program Sekolah Lansia di awal tahun anggaran 2026. Hal ini dilakukan karena riset menunjukkan bahwa pendidikan di usia senja memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan para lansia.

Menurut studi Indonesia Ramah Lansia (IRL), para peserta Sekolah Lansia memiliki kualitas hidup yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengikuti program ini. Untuk itu, Pemkot Yogyakarta akan meluncurkan sembilan Sekolah Lansia Standar Satu (S-1) baru, yang bertujuan memberikan ruang bagi para lansia di Kota Pelajar agar tetap mandiri dan produktif di usia senjanya.

Penambahan Sekolah Lansia S-1

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menjelaskan bahwa penambahan sembilan sekolah baru ini merupakan bagian dari target Pemkot dalam menciptakan wadah bagi lansia di setiap kelurahan. Sekolah Lansia S-1 yang telah dikukuhkan antara lain:

  • Sekolah Lansia Anugrah 8 Kricak
  • Kotabaru SMART
  • Jasmine 23 Pringgokusuman
  • SETAMAN Mantrijeron
  • Bakti Wredho 11 Panembahan
  • Aji Yuswo Prawirodirjan
  • Abinaya Sentosa Purwokinanti
  • Wreda Mandiri 15 Sorosutan
  • Senja Bahagia Prenggan

Menurut Wawan, kehadiran sekolah-sekolah ini sangat luar biasa, karena peserta yang mengikuti program ini sangat antusias. Bahkan, ada peserta yang berusia lebih dari 100 tahun.

Fungsi Sekolah Lansia

Sekolah Lansia bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental lansia agar tetap produktif di tengah keluarga maupun masyarakat. Dari hasil penelitian, Sekolah Lansia memiliki dampak besar dalam meningkatkan rasa optimis, semangat, pengalaman, pertemanan, serta membuat lansia merasa lebih percaya diri dan masih dibutuhkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogya, Retnoningtyas, menyebut bahwa strategi pemberdayaan melalui Sekolah Lansia terbukti membuahkan hasil. Dari sampling lebih dari 600 lansia, ditemukan bahwa lansia yang mengikuti Sekolah Lansia memiliki kualitas hidup enam kali lebih baik dibandingkan yang tidak mengikuti.

Dampak Positif Sekolah Lansia

Meski saat ini sudah ada 15 Sekolah Lansia yang tersebar di 15 kelurahan, Retnoningtyas mengakui bahwa pekerjaan rumah masih cukup panjang, karena ada sekitar 30 kelurahan yang belum terjangkau. Namun, antusiasme terhadap sekolah ini cukup tinggi, dengan ratusan lansia yang menjadi siswanya.

Standar 1 lebih dasar, sifatnya ringan dan menyenangkan. Kegiatannya banyak untuk hiburan seperti bernyanyi, tepuk tangan, dan pembekalan kesehatan. Kelulusan dari Sekolah Lansia diukur dengan indikator sederhana namun bermakna dalam, yaitu lansia tidak menjadi beban keluarga.

Apa Itu Sekolah Lansia?

Sekolah Lansia adalah program pendidikan non-formal dari BKKBN dan Indonesia Ramah Lansia untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat). Program ini memberikan materi kesehatan, keterampilan, dan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kesepian, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan mendukung active ageing.

Tujuan utama: Meningkatkan kualitas hidup lansia dan menjadikan mereka berdaya, tidak sekadar menjadi kelompok rentan.

Materi Pembelajaran: Meliputi kesehatan (fisik & mental), gizi, teknologi informasi, kewirausahaan, hukum, agama, serta seni budaya.

Kurikulum & Metode: Umumnya terdiri dari standar S1 (dasar), S2 (menengah), dan S3 (praktik), seringkali diadakan dua minggu sekali dengan metode ceramah, praktik, dan senam.

Target Peserta: Umumnya warga berusia 60 tahun ke atas.

Wisuda: Peserta yang menyelesaikan program akan diwisuda sebagai bentuk apresiasi.

Batasan Usia Lansia

Lansia (Lanjut Usia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas, baik pria maupun wanita, yang mengalami proses penuaan. Di Indonesia, kelompok ini rentan terhadap penyakit kronis (hipertensi, diabetes, stroke) dan membutuhkan pola hidup sehat, nutrisi seimbang, serta pendampingan sosial untuk mencapai lansia tangguh yang aktif dan mandiri.

Batasan Usia: Menurut UU No. 13 Tahun 1998 dan WHO, seseorang disebut lansia jika berusia 60 tahun ke atas.

Klasifikasi Lansia (WHO):
* Lanjut usia (elderly): 60-74 tahun.
* Lanjut usia tua (old): 75-90 tahun.
* Usia sangat tua (very old): >90 tahun.

Perubahan Fisik: Umumnya terjadi penurunan fungsi tubuh, seperti kulit keriput, rambut putih, penurunan penglihatan/pendengaran, dan kekakuan sendi.

Kesehatan: Rentan terhadap penyakit multipatologis (lebih dari satu penyakit) dan penurunan sistem imunitas.

Lansia Tangguh: Istilah bagi lansia yang tetap sehat, aktif, mandiri, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga.

Perawatan & Tips: Melakukan olahraga ringan, makan makanan gizi seimbang (rendah garam dan gula), istirahat cukup, dan menjaga hubungan sosial agar terhindar dari depresi.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *