My WordPress Blog

Derby Panas Persija Jakarta vs Borneo FC Sebelum Kick-off

Persija Jakarta dan Borneo FC Bersiap Hadapi Derby Oren di Super League 2025/2026

Laga panas pekan ke-24 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta dan Borneo FC tidak hanya menarik perhatian dari para penggemar sepak bola, tetapi juga memicu ketegangan di luar lapangan. Laga yang dikenal dengan nama Derby Oren ini akan digelar pada Selasa (3/3/2026) malam hari pukul 20.30 WIB.

Polemik utama dalam persiapan pertandingan ini adalah terkait penggunaan lapangan Jakarta International Stadium (JIS) untuk sesi official training tim tamu. Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi rumput JIS setelah digunakan oleh Borneo FC untuk berlatih.

Biasanya, klub-klub yang datang menghadapi Persija tidak diperbolehkan menggunakan lapangan utama JIS untuk latihan resmi. Panitia pelaksana (Panpel) Persija hanya memberi izin kepada tim tamu untuk melihat suasana stadion sebelum menjalani latihan di lapangan latihan yang disediakan di luar area utama stadion.

Alasan yang diberikan oleh Panpel adalah untuk menjaga kualitas rumput JIS agar tetap prima dan hanya digunakan untuk pertandingan. Namun, situasi berbeda terjadi saat Borneo FC datang ke Jakarta. Pihak Pesut Etam mengklaim bahwa mereka tidak pernah menerima surat resmi terkait larangan penggunaan lapangan utama untuk official training. Informasi hanya diberikan secara lisan.

Ketidaksepahaman ini sempat memicu ketegangan, tetapi akhirnya Borneo FC diizinkan melakukan latihan di dalam stadion. Mauricio Souza memahami bahwa latihan di venue pertandingan merupakan hal yang lazim dalam sepak bola profesional.

“Setiap kali kami bepergian, kami selalu meminta untuk melakukan pengenalan lapangan,” ujar Mauricio Souza. “Penting bagi Anda mengenali lapangan, melakukan setidaknya satu latihan di lapangan tempat Anda akan bermain.”

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan untuk berlatih di venue pertandingan sangat bergantung pada jadwal dan program masing-masing tim. Menurutnya, Borneo FC baru tiba sehari sebelum pertandingan sehingga membutuhkan sesi adaptasi.

“Kami, kapan pun kami bisa, kami juga berlatih sebelumnya,” tambah Mauricio Souza. “Kadang-kadang di lapangan lawan, kadang-kadang di pusat latihan kami.”

Meski begitu, kekhawatiran utama Mauricio Souza terletak pada kondisi rumput JIS. Ia menilai penggunaan lapangan dalam waktu berdekatan, terlebih untuk dua sesi latihan sehari sebelum pertandingan, berpotensi menurunkan kualitas permukaan lapangan.

“Saya berharap ini tidak semakin merusak kondisi rumput,” tutup Mauricio Souza.

Di sisi lain, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas situasi yang terjadi. Ia sempat terlihat kesal jelang sesi jumpa pers. Menurut eks pelatih Persita Tangerang itu, larangan penggunaan JIS untuk official training baru disampaikan setelah timnya tiba di lokasi pertandingan.

“Begitu kami tiba di sini, baru dikasih tahu bahwa kami enggak bisa pakai stadion buat official training,” ujar Fabio Lefundes. “Menurut saya diregulasi itu harus pakai stadion buat official training.”

Bagi Fabio Lefundes, latihan di stadion pertandingan bukan sekadar formalitas. Sesi tersebut penting untuk adaptasi terhadap kondisi lapangan, pencahayaan, hingga atmosfer stadion, terlebih dalam laga krusial yang mempertemukan dua tim papan atas Super League musim ini.

Terlebih lagi, Persija dan Borneo FC sama-sama tengah bersaing di jalur juara, sehingga setiap detail persiapan menjadi sangat vital. “Kalau kami enggak bisa pakai, akhirnya manajemen juga melakukan protes sedikit,” ujarnya.

Fabio Lefundes menekankan bahwa kemajuan sepak bola nasional hanya bisa dicapai jika semua pihak menjunjung tinggi profesionalisme dan kerja sama. “Kami butuh latihan di sini juga karena apa kami butuh juga adaptasi lapangan. Jangan terjadi itu. Itu enggak bagus,” tutup Fabio Lefundes.

Kini, polemik tersebut telah mereda setelah Borneo FC diizinkan berlatih di dalam JIS. Bahkan Persija kemudian turut menjalani sesi latihan di stadion yang sama. Namun, perdebatan ini menjadi gambaran betapa tingginya tensi jelang duel pekan ke-24 Super League 2025/2026.

Laga Persija Jakarta kontra Borneo FC bukan sekadar pertarungan tiga poin. Ini adalah bentrokan dua tim papan atas yang sedang memburu posisi terbaik di klasemen, dengan drama yang sudah terasa bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *