Persebaya Surabaya Menghadapi Kehilangan 9 Pemain Akhir Musim
Persebaya Surabaya sedang menghadapi tantangan besar dalam menjaga komposisi pemainnya untuk musim depan. Beberapa pemain kunci mereka akan habis kontrak pada akhir musim 2025/2026, yang bisa berdampak signifikan terhadap performa tim.
Berikut ini adalah daftar 9 pemain yang kontraknya akan segera habis:
- Francisco Rivera: 31 Mei 2026
- Bruno Moreira: 30 April 2026
- Ernando Ari: 31 Mei 2026
- Andhika Ramadhani: 30 Juni 2026
- Bruno Paraiba: akhir musim 2025/2026
- Leo Lelis: akhir musim 2025/2026
- Risto Mitrevski: akhir musim 2025/2026
- Pedro Matos: akhir musim 2025/2026
- Riyan Ardiansyah: Pinjaman (akhir musim 2025/2026)
Dari 9 nama tersebut, 6 di antaranya sering tampil di paruh kedua musim ini. Dua dari mereka bahkan berasal dari posisi penting seperti penjaga gawang. Selain itu, ada satu nama yang menjadi sorotan karena performanya menurun, yaitu kapten Persebaya Surabaya asal Brasil, Bruno Moreira.
Kritik tajam datang dari Bonek Mania setelah Persebaya Surabaya kalah telak 1-5 dari Borneo FC. Berikut beberapa komentar dari penggemar:
- “Bruno gae nomer 10 ga enak blass. Cobak kongkon balek nomer 99,” tulis @yusril__14
- “Mas @brunomoreira99 ada apakah denganmu…are you ok bro? Kenapa mainnya skrng kyk kurang semangat bgt,” tulis @bosesteh52
- “Bruno ojok dadi kapten kaboten, mending pemain liane ae…semenjak dadi kapten gak konsisten main’e bruno, eman enko ngerusak ritme tim,” tulis @lukman_kuswanto
- “Mending kapten ganti liane Bruno kabotan ban lengan,” tulis @fajar_militanculture
- “Wes wayahe Bruno Moreira CADANGAN. Under Perform. Lupat Luput ae terlalu Sering. Matos Blunder,” tulis @dyantzzhidayat.
Kekalahan Tragis dan Kritikan Terhadap Lini Depan
Persebaya Surabaya kalah tragis dari Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda dengan skor 5-1, Sabtu (9/3/2026). Lima gol Borneo FC ke gawang Persebaya Surabaya diborong oleh empat pemain berbeda. Sementara satu gol balasan dicatatkan oleh bek asal Brasil, Leo Lelis.
Selepas laga, beberapa Bonek legowo menerima kekalahan sebagai dinamika sepak bola. Namun, kritikan juga menyasar sektor depan Persebaya Surabaya. Absennya Mihailo Perovic yang cedera sangat berpengaruh dengan aliran bola yang seolah kehilangan arah di lini depan. Terlebih, Persebaya Surabaya tidak memiliki striker murni selain Perovic di musim ini.
Beberapa komentar dari penggemar:
- “Resiko maine cuma ngandelno Bruno & Riveira, wong 2 iku dikunci wes gak iso lapo2. Musuh Persib & Borneo dadi contoh nyata, permainan e saiki cuma ngandelno Bruno & Riveira. Gak duwe target man, bek lawan dadi gak perlu cemas. Fokus mateni pergerakan Bruno, Riveira & Gali,” tulis @sony_setyawan23
- “Ompong!!!!” tulis @emosijiwakucom
- “Seng ngarep remek, seng mburi katutan remek. Akhir musim tambah digawe yak yakan,” tulis @akmalotta
- “Goleko striker sing nggenah ngono loh.. trakhir striker mu sing enak cm david da silva. Giliran da silva nganggur g dtawarin maneh,” tulis @dedywibowo83
- “Kpan iso ndue striker tajam David da Silva wes tuek ae isek ganas,!” tulis @serdadulokajaya.
Solusi untuk Krisis Striker
Melihat urgensi lini depan yang sangat mempengaruhi performa Persebaya Surabaya, salah satu eks orbitan Bernardo Tavares bisa jadi solusi jawabannya. Salah satu nama yang disebut-sebut adalah Ramadhan Sananta, bekas anak asuh Bernardo Tavares yang saat ini bermain bersama DPMM FC Malaysia.
Persebaya Surabaya hampir mendapatkan tanda tangan Ramadhan Sananta di paruh musim lalu, namun gagal karena dia memilih bertahan di DPMM. Meskipun begitu, peluang Persebaya Surabaya untuk mendatangkan Sananta masih terbuka lebar.
Kemungkinan Sananta bergabung dengan Persebaya bisa terjadi pada paruh musim Super League Indonesia 2025/2026 atau Musim Baru Super League Indonesia 2026/27. Dengan kontrak Sananta yang akan berakhir pada 30 Juni 2026, kans Persebaya Surabaya untuk mendapatkannya secara gratisan terbuka lebar.











