My WordPress Blog

5 Fakta Menarik Gelada, Apakah Satu-Satunya Primata Pemakan Rumput?

Gelada, Primata Pemakan Rumput yang Unik

Jika kamu belum pernah mendengar tentang gelada, sekarang saatnya untuk mengenal primata yang menarik ini. Gelada adalah monyet dengan bentuk tubuh yang lebih kekar dibandingkan monyet lainnya dan biasanya ditemukan di dataran tinggi. Mereka memiliki pola adaptasi yang unik, termasuk menjadi satu-satunya primata yang makan rumput. Selain itu, mereka juga memiliki ciri khas berupa dada berwarna merah yang membuat mereka mudah dikenali.

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang gelada:

1. Gelada Hidup di Dataran Tinggi Ethiopia



Gelada hidup di pegunungan Ethiopia dan tinggal dalam kelompok di antara tebing curam dan dataran tinggi. Mereka aktif di siang hari dan menghabiskan waktu di darat. Mereka dapat ditemukan di dataran tinggi terbuka, tepatnya di sepanjang ngadai dan tebing yang membelah, dengan ketinggian mencapai sekitar 5.000 hingga lebih dari 14.700 kaki.

Gelada seringkali berada dekat tebing sebagai tempat tidur dan mendaki ke dataran tinggi untuk mencari makan dan melakukan aktivitas sosial. Populasi besar gelada ditemukan di Pegunungan Seimen. Di malam hari, mereka tidur di dekat tebing dan tepian batu untuk mendapatkan kehangatan dan keamanan.

2. Pemakan Rumput Sejati



Rumput adalah makanan utama gelada, dengan lebih dari 90% dari makanannya terdiri dari rumput. Namun, mereka juga bisa beradaptasi jika jumlah rumput berkurang. Jika tidak cukup, mereka akan makan bunga, menggali rimpang dan akar, serta mencari tumbuhan herbal.

Sesekali, mereka juga memakan buah-buahan, invertebrata, dan tanaman serealia di dekat lahan pertanian. Gelada adalah satu-satunya spesies primata darat pemakan rumput yang masih hidup, meskipun dahulu ada banyak spesies serupa.

3. Hidup dalam Kelompok Besar



Gelada hidup dalam kelompok keluarga besar yang disebut harem. Setiap harem terdiri dari satu jantan, 3 hingga 6 betina yang berkerabat, dan anak-anak mereka. Betina memainkan peran penting dalam kelompok dan bisa memutuskan untuk mengganti jantan jika mereka ingin.

Banyak harem bergabung membentuk kelompok atau kawanan yang bisa mencapai 30 hingga 600 individu. Gelada juga dikenal dengan suara yang beragam, sehingga kelompok-kelompok ini bisa sangat berisik di alam liar.

4. Memiliki Dada yang Berbentuk Seperti Jam Pasir



Gelada adalah monyet berbadan besar dan kekar. Betina memiliki berat sekitar 28 pon, sedangkan jantan bisa mencapai 40 pon. Keduanya memiliki bulu tebal yang dominan berwarna cokelat hingga krem di punggung dan kepala, dengan bulu lebih terang di bagian dada dan perut, serta wajah dan anggota tubuh berwarna gelap.

Jantan gelada memiliki rambut panjang di punggung. Ciri yang paling menonjol adalah area kulit tanpa bulu yang berbentuk seperti jam pasir berwarna merah muda di bagian dada. Pada betina, terdapat benjolan kulit seperti mutiara yang mengelilingi area tersebut.

5. Keberadaan Manusia Menjadi Ancaman Nyata bagi Gelada



Manusia adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup gelada. Tanpa rasa bersalah, manusia sering menembak monyet ini ketika dianggap sebagai hama tanaman atau menangkapnya untuk digunakan sebagai hewan percobaan.

Dulunya, bulu gelada dibuat menjadi topi bulu untuk wisatawan, dan masyarakat adat menggunakan surai mereka dalam upacara kedewasaan tradisional. Gelada juga terancam kehilangan habitat aslinya karena aktivitas manusia, termasuk pengambilan habitat untuk pertanian, bahkan di lereng curam yang sulit dijangkau.

Gelada adalah satu-satunya primata pemakan rumput yang masih hidup. Sayangnya, kehidupan mereka mulai terancam akibat aktivitas manusia.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *