Pemerintah Batalkan Sekolah Daring 2026 untuk Cegah Learning Loss
Pemerintah resmi membatalkan rencana sekolah daring pada tahun 2026 yang sebelumnya dianggap sebagai strategi efisiensi energi. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama, terutama dalam menjaga kualitas belajar dan mencegah learning loss.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, hasil koordinasi lintas kementerian menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap dipertahankan agar kualitas pendidikan tidak menurun.
“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” ujar Pratikno.
Opsi Hybrid Tidak Dianggap Prioritas
Meski sebelumnya sempat dibahas opsi hybrid yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, setelah melalui diskusi bersama kementerian terkait, opsi tersebut tidak dianggap sebagai prioritas. Pratikno menjelaskan bahwa pembelajaran daring tidak menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Fokus utama pemerintah adalah memastikan proses belajar mengajar berlangsung optimal di ruang kelas. Selain itu, pemerintah kini mendorong program peningkatan kualitas pendidikan sebagai prioritas nasional. Program revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda menjadi bagian dari agenda besar tersebut.
Langkah Efisiensi di Sektor Lain
Pemerintah tetap menjalankan langkah efisiensi di sektor lain seperti birokrasi dan pelayanan publik tanpa mengorbankan pendidikan. Menko PMK menginstruksikan percepatan transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik sebagai salah satu strategi efisiensi. Selain itu, perjalanan dinas non-esensial akan dikurangi, rapat daring dioptimalkan, dan flexible working arrangement diterapkan secara terukur.
“Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” pungkas Pratikno.
Sikap Dinas Pendidikan Jatim
Di Jawa Timur, rencana penerapan Work From Home (WFH) untuk sektor pendidikan belum diputuskan. Dinas Pendidikan Jatim memilih berhati-hati dengan tetap mengutamakan pembelajaran tatap muka. Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kualitas pendidikan menjadi pertimbangan utama. Ia tidak ingin dampak negatif saat pandemi COVID-19 kembali terulang.
“Hampir semua kepala sekolah berharap efisiensi energi ini tidak berdampak pada pendidikan. Saat pandemi lalu, kami merasakan adanya penurunan kualitas belajar dan peningkatan kenakalan remaja,” ujarnya.
Aries menjelaskan, mayoritas aspirasi dari kepala bidang, UPT, hingga cabang dinas menunjukkan tren yang sama: pembelajaran tatap muka harus dipertahankan. Menurutnya, kehadiran fisik siswa di sekolah sangat krusial untuk fungsi pengawasan dan pembentukan karakter anak.
Beberapa poin utama pertimbangan Dindik Jatim antara lain:
- Efektivitas penyampaian materi lebih tinggi secara langsung.
- Pengawasan kedisiplinan siswa lebih terjamin di sekolah.
- Interaksi sosial antarsiswa penting bagi kesehatan mental dan karakter.
Meski begitu, Dindik Jatim tetap menampung usulan alternatif berupa daring satu hari dalam sepekan. “Ada usulan daring cukup satu hari dalam sepekan. Namun, kami menyarankan jangan hari Jumat karena jeda liburnya akan terlalu panjang,” tambah Aries.
Peran Orang Tua Jika WFH Diterapkan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengingatkan pentingnya peran orang tua jika WFH sekolah diterapkan. Ia menyoroti potensi penggunaan gadget yang tidak terkontrol oleh anak-anak. Evaluasi pasca-pandemi menunjukkan adanya learning loss signifikan selama periode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini menjadi dasar sikap hati-hati pemerintah daerah.
Orang tua diimbau memperketat pengawasan terhadap durasi penggunaan gawai anak. Jika skema daring diterapkan, anak harus tetap memiliki jadwal belajar terstruktur.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











