Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Fadillah Arbi Aditama, menunjukkan debut yang mengesankan di kategori balap SS600 dalam Race 1 seri pembuka Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.

Seri perdana kejuaraan balap ARRC 2026 berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 10-12 April 2026. Rangkaian perlombaan untuk Race 1 telah selesai digelar pada Sabtu (11/4/2026) dengan menampilkan debut Fadillah Arbi Aditama.
Arbi, demikian sapaannya, kali ini mengaspal di kelas SS600 setelah naik level dari kategori AP250 musim lalu. Dalam kelas lamanya tahun lalu, rider asal Purworejo ini mampu menyelesaikan musim sebagai juara. Kali ini merasakan garukan aspal di kelas lebih tinggi, Arbi harus melakukan adaptasi dengan motor serta pengaturan barunya.
Di tengah proses penyesuaian ini, Ardi menyelesaikan kualifikasi dengan merebut posisi start ke-10. Secara impresif, ia berhasil meningkatkan posisinya dalam balapan. Race 1 dilahapnya secara mulus dengan mencapai garis finis di belakang lima rider pesaingnya. Dapat peringkat keenam dan meraih 10 angka dalam perlombaan pertamanya di kelas baru sudah terbilang impresif.
“Untuk menilainya, race debut saya cukup baik,” ucap pemuda 20 tahun itu kepada awak media. “Hal ini karena dari sesi tes dan practice sebelumnya saya cukup kesulitan menemukan best lap.”
“Hanya, dari awal race pace saya cukup optimal walaupun kendala start yang sempat tertahan di belakang.”
“Namun karena kecepatannya bagus, saya perlahan bisa maju. Mungkin nanti di Race 2 bisa ditingkatkan lagi untuk starting-nya,” ucap Ardi.
Lulusan kejuaraan Asia Talent Cup tersebut membagikan pengalamannya menggeber motor di kelas berbeda. Menurut Ardi, ada proses penyesuaian secara teknis maupun fisik bagi motor barunya yang harus ditingkatkan.
“Tentunya saya masih perlu banyak belajar di motor 600 ini dan beberapa set-up mungkin bisa membantu untuk ditingkatkan.”
“Poin pentingnya dari saya sendiri. Tentunya saya akan berusaha semaksimal mungkin.”
“Kami akan berusaha menemukan set-up yang terbaik dengan tim walaupun di Race 1 masih banyak kendala.”
“Kami akan berupaya memaksimalkan performa lagi pada Race 2. Masih ada warm-up dengan evaluasi race pace dan start yang masih bisa ditingkatkan lagi.”
“Ada perbedaan besar dari segi motor, terutama bagaimana treating the bike-nya.”
“Maksudnya cara riding juga berubah seratus persen. Di motor kecil carry speed bisa mudah dilakukan karena motornya enteng.”
“Terutama di CBR250, handling-nya juga bagus banget. Tapi kalau di kelas 600 ini motornya lebih berat.”
“Torsinya juga lebih besar sehingga riding lumayan berubah dari segi pengereman, turning point, buka gas.”
“Mirip-mirip kayak dulu di Moto 3, cuma sekarang motornya lebih berat,” kata Fadillah Arbi Aditama lagi.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











