My WordPress Blog

Fattah Si Kriwil Juara NEXT GEN CUP 2025 di Malang

Fattah Abdurahman Kholid Juara di NEXT GEN CUP 2025

Fattah Abdurahman Kholid, seorang atlet tenis muda asal Banyumas yang lahir pada 2 Agustus 2017, berhasil menjadi juara di NEXT GEN CUP 2025 National Junior Tennis Tournament yang digelar di Malang. Turnamen ini menyajikan berbagai kategori usia, termasuk KU 8, 10, 12, dan 14 putra dan putri, dengan pertandingan berlangsung dari tanggal 8 hingga 13 November 2025 di lapangan tenis Universitas Negeri Malang, PELTI, serta GOR Gajayana Malang.

Turnamen nasional ini diselenggarakan oleh klub tenis Next Gen Tenis Academy Jakarta dan memiliki poin TDP PELTI. Fattah, yang masih berusia 8 tahun 3 bulan, turun dalam dua kategori: KU 8 dan KU 10. Di hari pertama pertandingan, ia tampil di lapangan tenis Indoor Universitas Negeri Malang.

Di kategori KU 8, Fattah berada di pull D bersama lima atlet lainnya. Ia berhasil meraih posisi runner-up dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan. Lawannya yang terkuat adalah Muhhamad Akbar Ramadhan dari Probolinggo, yang menang dengan empat kemenangan. Di pertandingan selanjutnya, Fattah menghadapi Arya Surya Jaya dari Blitar, yang sebelumnya pernah bertemu di Widjoyo International Tennis Tournament. Dalam pertandingan tersebut, Fattah memenangkan pertandingan dengan skor 10-7.

Di babak semi final, Fattah kembali menghadapi Akbar dan harus puas sebagai juara ketiga karena kalah dengan selisih satu angka. Meskipun begitu, penampilannya sangat mengesankan.

Hari Kedua: Berjuang di Kelompok Usia 10 Tahun

Di hari kedua, Fattah yang berusia 8 tahun 3 bulan dengan PNP 40 berlaga di kelompok usia 10 tahun. Di kategori ini, ia menjadi unggulan ke-10 dari 64 atlet yang bermain, sebagian besar di antaranya berusia 9-10 tahun. Di babak pertama, Fattah mendapat bye sebagai pemain unggulan dan langsung melaju ke babak kedua.

Pada babak kedua, Fattah menghadapi Narendra Adhi Wistara Sudie (10 tahun) yang memiliki PNP 359. Pertandingan berjalan sengit, dengan Fattah kesulitan di set pertama akibat pola permainan tradisional Narendra. Namun, dengan semangat dan doa, Fattah bangkit dan memenangkan set kedua melalui tie break 5-4 (7). Di super tie break, Fattah berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 8-10.

Di babak perdelapan final, Fattah menghadapi Ray Maxwell, unggulan ke-6 dari Surabaya. Meski Ray lebih unggul, Fattah tetap berusaha tenang dan percaya diri. Sayangnya, Ray berhasil mengalahkan Fattah dengan skor 4-1 di set kedua, sehingga Fattah terhenti di babak perdelapan final.

Hari Ketiga dan Keempat: Bermain Ganda

Di hari ketiga, Fattah bermain ganda bersama Jeremy Noah dari Blitar, yang merupakan unggulan ke-11. Di babak pertama, pasangan Fattah dan Jeremy mendapat bye sebagai unggulan ke-3 dan langsung melaju ke babak kedua. Mereka mengalahkan pasangan Narendra Adhi/Rhafadan Hanan dengan skor 4-2.

Di hari keempat, Fattah dan Jeremy melaju ke babak quarter final ganda setelah mengalahkan pasangan James Edrick Pangestu/Stamfor Bud Miljanto dengan skor Super Tiebreak 10-7. Di babak semifinal, mereka menghadapi unggulan ke-2 Ray Maxwell dan Warren Hadiprodjo. Meski berjuang keras, pasangan Fattah dan Jeremy kalah dengan skor 4-2 4-2, sehingga hanya meraih juara ketiga.

Pengalaman dan Harapan

Ini merupakan pengalaman pertama Fattah dalam turnamen nasional Nex Gent. Meskipun tidak meraih gelar juara pertama, ia merasa bahagia dengan pencapaian yang diraih. Podium kedua di KU 8 dan juara ketiga di KU 10 menjadi nilai tambah bagi Fattah. Selain itu, ia juga belajar banyak tentang berbagai jenis permainan lawan serta mengembangkan kepercayaan diri dan keberanian.

Fattah berharap di tahun depan, ia bisa naik podium pertama. Keberaniannya, rasa percaya diri, serta sifat rendah hati tetap menjadi ciri khasnya. Dengan rambut kriwilnya yang ikonik, Fattah menjadi salah satu atlet muda yang patut diperhatikan.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *