My WordPress Blog

Rafflesia hasseltii di Jalur Harimau: Peran Hewan Buas dalam Perlindungan Spesies Langka



Pada malam hari Rabu (19/11/2025), tim ekspedisi BRIN, Oxford, dan aktivis lingkungan Indonesia berhasil menemukan bunga langka Rafflesia hasseltii yang sedang mekar di wilayah Sijunjung, Sumatera Barat. Penemuan ini menjadi momen penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Yang menarik, bunga langka ini tumbuh di jalur harimau, dan saat itu juga sedang musim durian. Septi Andriki, salah satu anggota tim yang terlibat dalam pencarian bunga langka ini, menjelaskan bahwa jenis kucing-kucingan sangat menyukai durian. Ia mengatakan, “Mungkin kalau hari itu kita ketemu, kemungkinannya ada di 60 persen, ketemu harimau.”

Lantas, apakah harimau memiliki peran dalam menjaga keberadaan Rafflesia atau bunga langka lainnya?

Harimau sebagai Penjaga Rafflesia

Menurut Profesor Agus Susatya, peneliti Rafflesia sekaligus Guru Besar Universitas Bengkulu, keberadaan predator besar seperti harimau secara tidak langsung berkontribusi dalam menjaga keaslian habitat dan ekosistem hutan. Meskipun hingga saat ini belum ada studi ilmiah langsung mengenai peran harimau dalam menjaga ekosistem Rafflesia, ia menduga adanya efek perlindungan tidak langsung yang sangat efektif.

“Paling tidak, secara tidak langsung harimau atau predator membuat orang takut untuk masuk hutan dan melihat Rafflesia ini,” ujar Prof. Agus.

Ketakutan terhadap predator membuat interaksi manusia ke lokasi habitat Rafflesia menjadi sangat minim. Kurangnya interaksi dan kunjungan manusia ini menjadi salah satu aspek penting dalam perlindungan Rafflesia hasseltii dan bunga langka lain.

Habitat Jauh dan Naik Turun Bukit

Selain kehadiran predator, kondisi fisik lokasi penemuan Rafflesia hasseltii juga secara alami menjadikannya relatif terjaga. “Tapi karena daerahnya cukup jauh, naik turun bukit, mungkin ini juga relatif terjaga (habitat),” kata Agus.

Jalur yang sulit dijangkau dan terpencil secara otomatis mencegah akses berlebihan dari manusia, yang sangat vital bagi kelangsungan hidup bunga yang sensitif. Hal yang sama disampaikan oleh Joko Witono dari BRIN, keberadaan satwa liar seperti harimau di kawasan tersebut memiliki peran penting—meskipun tidak langsung—dalam menjaga ekosistem bunga puspa langka.

Konservasi Terintegrasi dan Konflik Satwa

Joko menekankan pentingnya konservasi yang terintegrasi dan penetapan kawasan yang dilindungi. Ia menjelaskan bahwa lokasi Rafflesia seringkali berada di kawasan berbukit-bukit yang menjadi bagian dari rangkaian Bukit Barisan, yang membentang dari Aceh sampai Lampung. Kawasan ini juga merupakan habitat alami harimau.

Ia menyarankan solusi konservasi yang harus melibatkan pemerintah untuk menghindari konflik yang sering terjadi. “Kalau menurut saya, bicara konservasi kan mesti terintegrasi ya. Memang kalau seandainya itu tadi, kalau sebuah kawasan itu menjadi habitat dari satwa liar atau jenis tumbuhan yang dilindungi, itu sebaiknya sih, menurut saya, ditetapkan saja menjadi protected areas.”

Keberadaan Harimau Jaga Hutan

Keberadaan harimau di hutan memang tidak secara langsung melindungi Rafflesia, tetapi secara tidak langsung membuat hutan di sekitarnya terjaga. Penetapan kawasan tersebut sebagai protected areas sangat penting karena satwa liar hanya membutuhkan makan.

“Sementara, namanya harimau kan hewan ya, hewan yang dibutuhkan cuman makan, kan?” tambah Joko Witono.

Oleh karena itu, peran pemerintah menjadi krusial dalam memberikan perhatian lebih pada satwa liar dan jenis-jenis tumbuhan yang dilindungi, karena Rafflesia merupakan puspa langka nasional.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *