My WordPress Blog

Empat Momentum Strategis Mendorong Inovasi FKIP UNTIRTA 2025

Tahun 2025: Tanda Awal Ekosistem Pendidikan yang Berdampak di FKIP UNTIRTA

Tahun 2025 menjadi momen penting bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Melalui empat momen strategis—Mei, Agustus, Oktober, dan November—FKIP merancang ritme inovasi yang mencakup budaya, kreativitas mahasiswa, jejaring profesi, kemitraan internasional, serta transformasi sekolah. Sinergi ini menjadikan FKIP bukan hanya sebagai lembaga pencetak guru, tetapi juga pusat gerakan akademik yang terhubung dengan masyarakat dan dunia pendidikan global.

Mei: Kampus Berdampak dalam Festival Banten Girang

Ritme inovasi dimulai pada bulan Mei, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan Milad FKIP pada 10 Mei. Tahun ini, FKIP mempersembahkan Festival Banten Girang, sebuah perayaan budaya yang berlangsung dari 2 hingga 10 Mei 2025. Diselenggarakan bersama Kabar Banten, Kelurahan Cipare, dan LAZ Harfa, festival ini mengangkat kembali jejak Sungai Cibanten, warisan budaya Banten pra-Islam hingga masa Islam, serta gerakan pelestarian lingkungan.

Kegiatan seperti kirab budaya, atraksi debus, fashion show, jalan sehat berhadiah, seminar, dan bazar buku mewarnai rangkaian acara di Kampus FKIP Ciwaru. Lebih dari 5.000 peserta dari berbagai kalangan hadir. Festival ini bukan hanya selebrasi budaya, tetapi juga ruang edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan model nyata bagaimana FKIP membangun peran sebagai kampus berdampak.

Agustus: Kreativitas Mahasiswa dan Semangat Kemerdekaan

Agustus menjadi momen penting kedua dalam ritme inovasi FKIP. Momentum HUT Kota Serang pada 10 Agustus dan HUT RI pada 17 Agustus dihadirkan sebagai ruang untuk menumbuhkan kreativitas, kebangsaan, dan identitas intelektual mahasiswa. Pada 14 Agustus 2025, FKIP menyelenggarakan PKKMB bagi 2.540 mahasiswa baru dari 18 jurusan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mulai memasuki budaya akademik FKIP, mengenal tradisi ilmiah, serta membangun karakter dan minat bakat sejak awal. HMJ dan komunitas belajar turut memperkenalkan karya inovasi, program riset, hingga ruang-ruang kaderisasi yang menjadi fondasi lahirnya generasi akademik FKIP.

Oktober: Kolaborasi Nasional dan Konektivitas Global

Memasuki Oktober—bertepatan dengan milad UNTIRTA pada 1 Oktober—FKIP mengaktifkan momen kolaborasi skala nasional dan internasional. Pada level nasional, FKIP berperan aktif dalam FORKOM FKIP Negeri se-Indonesia yang beranggotakan 34 LPTK Negeri. FKIP juga menjadi bagian dari BKSPTN Wilayah Barat dalam bidang pendidikan, serta bidang bahasa, seni, dan budaya. Pada saat yang sama, FKIP menjadi bagian dari PEPTEKINDO, organisasi yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan kompetensi guru kejuruan.

Di tingkat global, FKIP memperluas jejaring ke ASEAN, Jerman, Denmark, dan Tiongkok. Penandatanganan MoA dan Implementation Arrangement (IA) dengan University of Bremen, Jerman, menjadi salah satu tonggak kolaborasi internasional dalam pendidikan kimia. Seluruh rangkaian Oktober ditutup dengan simposium ilmiah internasional, menghadirkan akademisi dari berbagai kawasan dunia dan mengukuhkan FKIP sebagai aktor penting dalam konektivitas akademik global.

November: Puncak Gerakan Melalui School Partnership Model

November menjadi puncak dari ritme inovasi tahunan FKIP, bertepatan dengan Hari Guru Nasional pada 25 November. Momentum ini didedikasikan untuk memperkuat implementasi School Partnership Model, yaitu kemitraan antara FKIP dengan sekolah mitra PLP holistik, pesantren, MGMP, FSPP, serta komunitas masyarakat belajar.

Program-program seperti magang, asistensi mengajar, in-house training guru, bedah buku, gelar karya mahasiswa, forum MGMP lintas mata pelajaran, hingga simposium ilmiah guru digelar untuk menguatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. Model ini memperlihatkan bahwa FKIP tidak hanya mendidik, tetapi juga menemani, menyempurnakan, dan menggerakkan perubahan di sekolah-sekolah khususnya di wilayah Banten dan Indonesia.

Penutup

Melalui empat momen strategis yang tertata sebagai ritme gerakan inovasi, FKIP UNTIRTA berhasil menghadirkan ekosistem pendidikan yang hidup, terhubung, dan berdampak. Dari festival budaya di bulan Mei, kreativitas mahasiswa dan semangat kemerdekaan di Agustus, kolaborasi nasional dan global di Oktober, hingga penguatan sekolah mitra di November—seluruhnya menunjukkan bahwa FKIP UNTIRTA sedang membangun peradaban pendidikan yang berakar lokal namun menjangkau dunia.

FKIP tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi menggerakkan masa depan pendidikan Indonesia.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *