Program IFG Goes to Campus 2025: Membentuk Generasi Muda yang Paham Keuangan Berkelanjutan
Indonesia Financial Group (IFG) kembali menggelar program edukasi keuangan berbasis keberlanjutan dengan tema “Sustainable Finance for the Future You!” dalam acara IFG Goes to Campus 2025. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Universitas Bina Nusantara (Binus) Anggrek pada Kamis (27/11), dan melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan guru.
Tujuan utama dari acara ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda sekaligus menanamkan pemahaman tentang pentingnya penerapan keuangan berkelanjutan berbasis Environment, Social, and Governance (ESG). Peserta berasal dari beberapa institusi, seperti Binus University (School of Accounting dan Binus Incubator), IPB University (Jurusan Teknik Industri), serta guru-guru Sekolah Alam Bogor.
Acara ini juga menghadirkan para narasumber berpengalaman, antara lain Ibrahim Kholilul Rohman (Chief Senior Research Associate – IFG Progress), Chisty Maryani (Head of Investment Specialist – Bahana Sekuritas), dan Theo Derick (Entrepreneur & Investor). Mereka memberikan perspektif mengenai bagaimana generasi muda dapat membentuk pola pikir finansial yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan risiko dan dampak sosial lingkungan.
Isu Keberlanjutan Menjadi Prioritas Global dan Nasional
Isu keberlanjutan kini menjadi perhatian utama dalam pengelolaan dan kebijakan ekonomi baik secara global maupun nasional. Hal ini semakin diperkuat oleh perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta tuntutan terhadap penerapan standar ESG dalam tata kelola bisnis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2021–2025 mendorong seluruh pelaku jasa keuangan untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam proses bisnis. Tren ini kini terlihat dari penerbitan instrumen keuangan hijau seperti green bond dan green sukuk, serta penguatan praktik green banking.
Dalam rangka mendukung upaya dan transformasi tersebut, IFG yang merupakan bagian dari Danantara Indonesia menilai bahwa generasi muda berperan penting sebagai agen perubahan. Firman Anindra, Kepala Divisi Pengadaan dan Pengelolaan Aset IFG, menjelaskan bahwa melalui IFG Goes to Campus 2025, pihaknya berharap mahasiswa dapat membangun perspektif dan kebiasaan mengelola finansial secara sehat dan berkelanjutan.
Rangkaian Acara IFG Goes to Campus 2025
Program tahun ini terdiri dari tiga rangkaian utama, yaitu:
- Bootcamp Literasi Keuangan: Memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang keuangan berkelanjutan.
- Financial Journey: Mendorong mahasiswa menjadi agent of change dalam literasi keuangan.
- Finplay Summit: Puncak acara yang mempertemukan peserta dengan para narasumber serta memberikan penghargaan kepada peserta terbaik.
Selain itu, IFG juga memperkenalkan platform digital “One by IFG”, aplikasi terpadu yang memudahkan masyarakat mengakses produk asuransi, kesehatan, investasi, dan proteksi dalam satu kanal. Tujuannya adalah untuk mendorong efisiensi layanan keuangan dan memperkuat inklusi keuangan digital.
Kolaborasi dengan Binus University
Direktur General Affairs Binus University, Jamin Djaja Pranata, menyambut baik kolaborasi ini. Ia mengapresiasi langkah IFG dalam menghadirkan edukasi keuangan berkelanjutan langsung kepada mahasiswa. Binus melihat pentingnya literasi finansial yang modern dan bertanggung jawab, terutama bagi generasi yang kelak akan menjadi pengambil keputusan di dunia usaha dan pemerintahan.
Firman Anindra menambahkan bahwa salah satu mandat utama IFG adalah memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui program TJSL, termasuk IFG Goes to Campus yang mendukung Asta Cita ke-4 terkait pembangunan SDM unggul. Isu keberlanjutan menjadi prioritas nasional maupun global, dan pelaku keuangan dituntut untuk mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam setiap proses bisnis.
Pesan untuk Generasi Masa Depan
Melalui IFG Goes to Campus 2025: Sustainable Finance for the Future You!, IFG ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keuangan bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga mengenai pengelolaan risiko, keberlanjutan bisnis, dan dampak sosial jangka panjang. Pesan ini diharapkan menjadi bagian dari pola pikir finansial generasi masa depan, baik dalam kehidupan pribadi maupun saat kelak terlibat dalam dunia bisnis dan kebijakan nasional.











