Banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan dalam menurunkan berat badan, salah satunya adalah bentuk tubuh. Setiap jenis bentuk tubuh memiliki cara khusus untuk menurunkan berat badan. Berikut ini penjelasan mengenai diet yang tepat sesuai dengan tipe bentuk tubuh:
Tipe Tubuh Apel
Tipe tubuh apel ditandai oleh badan yang tebal, bahu lebar, serta pinggul, kaki, dan lengan yang lebih kecil. Jika memiliki lemak berlebih, tubuh tipe ini cenderung menyimpannya di bagian perut. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan sindrom metabolik.
Untuk menurunkan berat badan, tipe tubuh apel disarankan fokus pada makan lemak sehat seperti lemak tak jenuh tunggal dan omega-3. Makan lemak sehat akan membantu merasa kenyang sehingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Namun, penting untuk mengurangi konsumsi makanan manis dan karbohidrat sederhana seperti camilan manis. Batasi asupan karbohidrat hingga 40 persen dari keseluruhan kalori dan hindari minuman manis serta junk food.
Tipe Tubuh Pir
Ciri khas tipe tubuh pir adalah bahu sempit, pinggang kecil, serta pinggul dan paha yang lebih besar. Lemak gluteofemoral di area ini dianggap sebagai tempat penyimpanan lemak yang relatif sehat. Namun, lemak berlebih tetap berdampak buruk pada kesehatan.
Untuk tipe tubuh pir, fokus utamanya adalah membangun otot tanpa lemak sambil menjaga berat badan yang sehat. Konsumsi protein tanpa lemak, sayuran hijau, dan lemak sehat menjadi kunci. Hindari makanan tinggi gula seperti saus pasta, saus tomat, roti, oatmeal instan, dan selai kacang. Aturan praktisnya adalah hindari makanan yang mengandung lebih dari tiga gram gula tambahan per porsi.
Tipe Tubuh Jam Pasir (Hourglass)
Tipe jam pasir memiliki bobot yang merata antara bagian atas dan bawah, serta pinggang yang tegas. Meski penambahan berat badan tidak terlihat, kelebihan berat badan tetap berdampak buruk bagi kesehatan.
Untuk menurunkan berat badan, tipe jam pasir disarankan melakukan “ngemil cerdas” dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks berkualitas tinggi. Camilan yang baik termasuk sayuran seperti wortel, seledri, mentega almond, dan mentimun. Hindari makanan tinggi gula seperti kue kering, permen, es krim, dan makanan olahan. Juga, hindari mengonsumsi gula secara berlebihan karena dapat memengaruhi ritme hormonal dan meningkatkan nafsu makan.
Tipe Tubuh Penggaris (Rectangle)
Tipe tubuh penggaris memiliki tubuh kurus alami dengan sedikit atau tanpa lekukan. Meskipun sulit menambah berat badan, mereka tetap rentan terhadap masalah kesehatan jika memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi.
Dalam hal diet, kuncinya adalah makan sampai kenyang namun tidak berlebihan. Diet harus seimbang antara karbohidrat, lemak, dan protein. Konsumsi makanan utuh yang belum diproses dan lakukan olahraga teratur. Jika ingin membangun massa otot, hindari mengonsumsi bubuk protein atau potongan daging berlebihan. Kebutuhan protein tubuh sekitar satu gram per kilogram berat badan.
Tipe Tubuh Ice Cream Cone
Tipe tubuh ice cream cone memiliki bagian dada, leher, dan bahu yang besar, tetapi semakin kecil di bagian bawah. Meski mudah mengencangkan otot bagian atas, mereka juga berisiko menyimpan lemak di area perut.
Untuk menurunkan berat badan, konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, lentil, kacang-kacangan, dan ubi jalar. Hindari lemak dalam bentuk MCT atau PUFA karena dapat berdampak buruk. Gunakan sedikit minyak seperti minyak kelapa, keju, mentega, minyak kanola, minyak sayur, dan minyak biji. Buat makanan cepat saji rendah lemak dengan menggabungkan biji-bijian utuh, kaldu, dan sayuran.











