Rodrigo Bassani Jadi Target Utama Bursa Transfer Super League Indonesia
Rodrigo Bassani kini menjadi incaran utama di bursa transfer Super League Indonesia menjelang musim 2025/2026. Dua klub besar, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta, saling bersaing untuk mengamankan tanda tangannya sebagai playmaker asal Brasil.
Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta sama-sama membutuhkan gelandang kreatif yang mampu mengubah arah permainan. Bassani dinilai memiliki kemampuan lengkap untuk langsung memberi dampak positif dalam pertandingan. Kehadirannya bisa menjadi kunci keberhasilan klub-klub tersebut dalam kompetisi nasional.
Sebelumnya, nama Rodrigo Bassani lebih dulu dikaitkan dengan Persija Jakarta melalui berbagai gerak-gerik dari para penggemarnya. Serbuan komentar di akun Instagram pribadinya memicu spekulasi luas di kalangan publik. Momen ini terjadi setelah Bassani merayakan keberhasilan Bucheon FC promosi ke K-League 1. Unggahan emosionalnya justru membuka pintu rumor tentang masa depannya.
Di luar dugaan, Persebaya Surabaya juga masuk ke dalam perburuan. Kabar ini dibongkar oleh akun @transfernews_ft yang menyebut Bassani masuk radar tim Green Force. Akun tersebut menulis:
“RUMOR Gelandang serang asing asal Brazil, Rodrigo Bassani (28), kabarnya dikaitkan dengan salah satu tim Super League Indonesia, yakni Persebaya Surabaya. Rodrigo Bassani sebelumnya bermain untuk Bucheon FC Korea (2tier), dan telah mencatatkan 28 gol, 15 assist, dalam 79 pertandingan.”
Manuver Persebaya Surabaya ini memberikan warna baru dalam persaingan transfer yang sebelumnya terkesan satu arah. Persija Jakarta kini tidak lagi sendirian dalam antrean.
Bassani tampil impresif bersama Bucheon FC sejak bergabung Januari 2024. Ia berperan vital dalam keberhasilan klub Korea Selatan itu menembus kasta tertinggi. Musim ini, Bassani mencatatkan 16 gol dan 8 assist dari 42 pertandingan. Catatan ini mempertegas statusnya sebagai motor serangan utama.
Secara keseluruhan, statistik Bassani bersama Bucheon FC terbilang solid dan konsisten. Dalam 79 laga, ia mengoleksi 28 gol dan 15 assist. Kemampuan bermain sebagai gelandang serang, sayap kanan, dan kiri membuat nilainya kian tinggi. Fleksibilitas ini sangat dibutuhkan klub-klub besar Indonesia.
Usia 28 tahun menempatkan Bassani di fase matang karier. Ia cukup berpengalaman, namun masih punya daya jelajah dan intensitas tinggi. Kontrak Bassani bersama Bucheon FC masih berlaku hingga 31 Desember 2026. Situasi ini membuat proses transfer tak bisa dilakukan secara murah.
Nilai pasar Bassani berada di kisaran Rp 7,82 miliar per Juni 2025. Angka tersebut menjadi tantangan serius bagi klub peminat. Opsi peminjaman dengan klausul permanen sebenarnya memungkinkan secara teknis. Namun, peluang itu dinilai kecil karena peran krusial Bassani di timnya.
Persebaya Surabaya diyakini melihat Bassani sebagai solusi kreativitas lini tengah. Green Force membutuhkan figur yang mampu menghubungkan lini dan tajam di sepertiga akhir. Masuknya nama Bassani juga menunjukkan ambisi Persebaya Surabaya dalam membangun tim kompetitif. Transfer ini berpotensi menjadi pernyataan kekuatan di level nasional.
Di sisi lain, Persija Jakarta punya urgensi tersendiri. Posisi gelandang serang Macan Kemayoran terus menjadi sorotan beberapa musim terakhir. Bayang-bayang kutukan nomor punggung 10 masih menghantui Persija Jakarta. Sejak 2018/2019, nyaris tak ada playmaker yang bertahan lama.
Bruno Matos menjadi awal cerita pahit tersebut. Performanya menjanjikan, namun konflik internal memutus kebersamaan lebih cepat. Renan Silva kemudian datang dan langsung memberi gelar. Sayangnya, masa baktinya juga berlangsung singkat.
Marc Klok sempat mengisi peran kreator meski bukan posisi asli. Lagi-lagi, kebersamaan itu tak bertahan lama. Makan Konate tampil menawan dengan kontribusi gol dan assist. Namun, perubahan skema membuatnya tersingkir. Hanno Behrens menyusul dengan catatan cukup efektif. Adaptasi cuaca dan makanan menjadi kendala utama.
Maciej Gajos bertahan dua musim dan memberi kontribusi stabil. Regenerasi akhirnya menjadi alasan perpisahan. Kini, Gustavo Franca berada di bawah sorotan tajam Jakmania. Empat laga sisa disebut jadi penentuan nasibnya.
Situasi ini membuat Persija Jakarta sangat berhati-hati dalam memilih playmaker baru. Rodrigo Bassani muncul sebagai opsi yang menggoda. Rekam jejak Bassani di Brasil, Belgia, dan Korea Selatan menunjukkan adaptabilitas tinggi. Ia terbiasa menghadapi tekanan kompetisi berbeda.
Dengan kaki kiri dominan dan visi bermain tajam, Bassani cocok dengan kebutuhan Persija maupun Persebaya Surabaya. Ia bisa jadi pembeda dalam laga krusial. Persaingan dua klub besar ini dipastikan memanaskan bursa transfer. Publik kini menanti langkah konkret berikutnya.
Rodrigo Bassani tak sekadar rumor, melainkan simbol pertarungan ambisi. Siapa yang paling serius, dialah yang berpeluang menang.











