Pemprov Papua Tengah Berikan Bantuan Pendidikan untuk Mahasiswa STT Rusel Timika
Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Rusel Timika, Kabupaten Mimika. Dana yang disalurkan sebesar Rp229.400.000 ini diperuntukkan bagi mahasiswa semester tiga hingga tingkat akhir. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keberlanjutan studi para mahasiswa, terutama di tengah tantangan finansial yang sering kali menghambat proses belajar.
Bantuan pendidikan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di wilayah Bumi Cenderawasih. Dengan fokus pada sektor pendidikan, Pemprov Papua Tengah berharap dapat memutus mata rantai ketertinggalan yang terjadi di berbagai daerah, baik di pegunungan maupun pesisir.
Dana yang diberikan langsung dialokasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan akademik mahasiswa di kampus yang berlokasi di Jalan C Heatubun, Kwamki Baru. Hal ini diharapkan mampu membuka gerbang kesempatan bagi anak-anak asli Papua untuk menyelesaikan pendidikan tinggi mereka tepat waktu dan tanpa kendala finansial.
Pihak kampus menyambut baik inisiatif pemerintah tersebut. Mereka menilai bahwa peningkatan sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan provinsi. Selain itu, dukungan finansial ini menjadi angin segar bagi civitas akademika STT Rusel dalam menjalankan peran edukasi teologi di wilayah Papua Tengah.
Pemprov Papua Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa juga berkomitmen untuk terus mengawal penyaluran dana agar tepat sasaran. Mahasiswa penerima manfaat diharapkan dapat memanfaatkan bantuan ini secara bijak demi kelancaran proses belajar dan penelitian skripsi mereka.
Berikut adalah daftar nama penerima manfaat bantuan pendidikan dari Pemprov Papua Tengah:
- Boas Bunai
- Lamison Pagawak
- Marianus Ogolmagai
- Natanius Tabuni
- Oktopianus Nambagani
- Perince Waker
- Salominus.T Natkime
- Samuel J Kiwak
- Tetiu Alom
- Westy Kogoya
- Wiwid Irawati Kogoya
- Jamison Kulua
- Jhon Tipagau
- Melinus Duwitau
- Metiminus Kogoya
- Nabeter Kulua
- Nikanol Bagubau
- Nus Tabuni
- Puter Murib
- Roy Kogoya
- Tera Murib
- Wenis Tabuni
- Yesmina Murib
- Eris Magai
- Yornus Kulua
- Depenus Murib
- Hexman Waker
- Ileku Murib
- Kemiau Wandagau
- Saulus Pokniangge
- Detena Tinal
- Elius Dewelek
- Gam Alom
- Yunianus Mirip
- Agustinus Aim
- Aplianus Bagubau
- Aprianti Wenda
- Deky Zanambani
- Junus April
- Norpen Bagubau
- Petrus Soul
- Thomas Kobogau
- Yowes Nawipa
- Yolianus Kogoya
- Demce Magal
- Dervis Kogoya
- Erius Tabuni
- Irene Selegani
- Maria Kuyami
- Orince Wonda
- Salomi Sisilia Magay
- Tanius Wandikbo
- Lewina Tipagau
- Meky Mirib
- Nain Tabuni
- Oktofina N Siloinjanan
- Penias Magai
- Tadius Zanambani
- Yulianus Pekey
- Yulianus Zanambani
- Zebulon Mote
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











