Perubahan Sikap Bilqis Setelah Penculikan
Ayah Bilqis, Dwi Nurmas (34), mengungkapkan bahwa putrinya mulai membuka diri dan bercerita tentang kehidupan di lingkungan Suku Anak Dalam (SAD). Ia melihat adanya perubahan perilaku Bilqis setelah peristiwa penculikan. Bilqis disebut agak kasar dan lebih agresif dalam meminta sesuatu dibandingkan sebelumnya.
Nasib Bilqis, bocah berusia 4 tahun yang menjadi korban penculikan, kini telah ditemukan dalam kondisi selamat dan telah kembali ke pelukan orang tuanya. Satu minggu menghilang dan dirawat oleh Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi, Bilqis disebut mengalami perubahan sikap.
Dwi Nurmas mengatakan Bilqis mulai membuka diri dan menceritakan pengalamannya saat berada di lingkungan SAD. Di sana, kata Dwi, putrinya melihat anjing, anak-anak seumurannya, dan makan mie. Ia juga menjelaskan bahwa Bilqis mengira para tetua adat SAD adalah orangtuanya.
Pendampingan untuk Bilqis
Kunjungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar ke rumah Bilqis dilakukan sebagai bagian dari pendampingan psikologis dan trauma healing. Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan asesmen dan konseling tahap awal untuk memastikan Bilqis tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Namun, Ita menambahkan bahwa hasil asesmen tahap pertama belum bisa menjadi acuan penuh mengenai kondisi psikologis Bilqis. “Tetapi (hasilnya) belum bisa kami jawab sekarang karena namanya anak-anak kita tidak bisa paksakan. Ada tahap-tahap selanjutnya,” bebernya.
Kisah Dramatis Polisi Ambil Bilqis dari Suku Anak Dalam
Tangis haru pecah di tengah hutan Kabupaten Merangin, Jambi, saat polisi akhirnya berhasil membawa pulang Bilqis Ramdhani (4). Bocah asal Makassar yang hilang diculik itu telah dibeli dan diasuh selama beberapa hari oleh warga Suku Anak Dalam (SAD), yang menganggapnya sebagai anak sendiri.
Untuk mendapatkan kembali Bilqis, polisi harus bernegosiasi selama dua malam penuh dengan para tetua adat SAD. Negosiasi itu berlangsung sejak Jumat (7/11/2025) hingga Sabtu malam di wilayah pedalaman yang hanya bisa ditempuh lewat perjalanan darat belasan jam.
Sosok Nadia Hutri Otak Pelaku Penculikan Bilqis di Makassar
Inilah sosok Nadia Hutri alias NH (29) otak pelaku penculikan terhadap Bilqis Ramadhani balita 4 tahun asal Makassar yang dijual ke Jambi. Diketahui Nadia merupakan warga Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, bekerja sebagai pengurus Rumah Tangga.
Dari pemeriksaan intensif, Nadia rupanya berprofesi sebagai perantara adopsi ilegal melalui grup Facebook. NH ditangkap di kediamannya di Sukoharjo, di Desa Kepuh, Nguter Kabupaten Sukoharjo oleh tim gabungan kepolisian pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.
Raup Untung Rp15 Juta
NH tak hanya sekali melakukan aksi sindikat perdagangan anak. Dalam kasus ini, NH meraup keuntungan sebesar Rp15 juta dari pembeli ketiga. Polisi mengungkap bahwa perdagangan itu dilakukan di grup media sosial (medsos) Facebook.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan, hasil pemeriksaan sementara terungkap bahwa Bilqis telah dijual sebanyak tiga kali dengan harga berbeda. NH pertama kali mendapatkan korban dari transaksi jual beli oleh wanita bernama Sri Yuliana alias SY (30) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan harga kesepakatan Rp 3 juta.











