Portugal Menggebrak dengan Kemenangan 9-1, Joao Neves Cetak Hat-trick
Di menit ke-81, Joao Neves tampil sebagai poros kreativitas dan mesin gol Portugal. Ia menyambar umpan Nelson Semedo dari jarak dekat, mencatatkan gol ketiganya dalam pertandingan ini—sebuah hat-trick sempurna yang tidak hanya meruntuhkan mental Armenia, tetapi juga menegaskan bahwa generasi baru Selecao siap berdiri tanpa bayang-bayang Cristiano Ronaldo.
Pertandingan berlangsung di Estadio Do Dragao pada hari Minggu, 16 November 2025, dalam laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup F zona UEFA. Tanpa Ronaldo yang absen karena skorsing, Portugal tetap tampil buas dan efisien sejak menit pertama. Hasil akhir 9-1 memastikan Portugal melaju sebagai juara Grup F dengan 13 poin, sementara Republik Irlandia finis sebagai runner-up dengan 10 poin dan mengambil jatah playoff.
Awal Laga: Portugal Menggebrak, Armenia Terkejut
Portugal langsung mengamuk sejak menit awal. Renato Veiga membuka pesta gol pada menit ke-7 lewat tandukan dari bola liar hasil tendangan bebas Bruno Fernandes. Tekanan intens tuan rumah membuat Armenia sulit keluar dari setengah lapangan mereka sendiri.
Namun, Armenia sempat menyamakan skor di menit ke-18 lewat penyelesaian klinis Eduard Spertsyan. Gol itu sempat membangkitkan asa tim tamu. Sayang, asa itu tak berumur panjang. Dalam tempo singkat, Portugal kembali menyerang. Goncalo Ramos memanfaatkan blunder backpass Armenia untuk mencetak gol kedua. Selang beberapa detik, Joao Neves meluncurkan tendangan jarak jauh yang menghujam sudut gawang Avagyan.
Neves mencatat brace lewat tendangan bebas keras di menit ke-41. Bruno Fernandes menutup babak pertama dengan penalti akurat di masa injury time, membuat skor 5-1 saat turun minum.
Babak Kedua: Fernandes dan Neves Menggila
Babak kedua dimulai dengan ritme yang sama: dominasi total Portugal. Menit ke-51, kerja sama satu-dua Fernandes dan Ramos melahirkan gol keenam melalui sepakan mendatar kapten Portugal itu.
Armenia benar-benar tak berkutik menghadapi derasnya gelombang serangan. Menit ke-72, Fernandes kembali mencetak gol lewat titik putih usai pelanggaran terhadap Carlos Forbs. Eksekusi ke pojok atas kembali tak terhentikan.
Puncak pesta hadir pada menit ke-81. Umpan matang Nelson Semedo diselesaikan Joao Neves untuk memastikan hat-tricknya. Francisco Conceicao menutup laga dengan gol ke-9 Portugal di masa injury time.
Estadio Do Dragao menjadi saksi malam penuh kegembiraan dan pernyataan keras bahwa Portugal punya masa depan yang cerah, bahkan tanpa ikon terbesar mereka.
Penghujung Final: Tiket Piala Dunia dalam Genggaman
Dengan kemenangan telak ini, Portugal memastikan diri lolos langsung ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup F dengan 13 poin. Republik Irlandia yang menang dramatis atas Hungaria mengakhiri grup di posisi kedua.
Bruno Fernandes dan Joao Neves menjelma sebagai duet paling berpengaruh di lapangan: satu mengendalikan ritme, satu lagi mengobrak-abrik pertahanan Armenia dengan agresivitas tinggi.
Susunan Pemain
Portugal
Diogo Costa; Joao Cancelo (Matheus Nunes 73′), Ruben Dias (Ruben Neves 73′), Renato Veiga, Nelson Semedo; Vitinha (Joao Felix 67′), Bernardo Silva (Carlos Forbs 56′), Joao Neves; Rafael Leao (Francisco Conceicao 56′), Goncalo Ramos, Bruno Fernandes.
Armenia
Henry Avagyan; Nair Tiknizyan, Styopa Mkrtchyan, Sergey Muradyan, Erik Piloyan (Georgi Harutyunyan 55′); Eduard Spertsyan, Karen Muradyan (Artem Bandikyan 82′), Narek Aghasaryan (Edgar Sevikyan 46′); Artur Serobyan (Zhirayr Shaghoyan 46′), Grant-Leon Ranos (Arayik Eloyan 65′), Kamo Hovhannisyan.
Di malam ketika Ronaldo absen, Portugal justru menemukan cerita barunya. Generasi Fernandes–Neves–Ramos memimpin panggung dengan keberanian dan kreativitas yang mendidih, seolah berkata bahwa masa depan mereka baik-baik saja. Selecao melangkah ke Piala Dunia 2026 bukan hanya dengan tiket, tetapi dengan identitas baru yang mulai mengkristal.











