My WordPress Blog

Daihatsu, Toyota, dan Chery Tidak Tetapkan Target Khusus di GJAW 2025

Pameran Otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) Memperkuat Pasar Mobil Indonesia

Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) resmi menjadi acara yang dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia. Acara terbesar di akhir tahun ini akan berlangsung hingga 30 November 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Berbagai merek mobil ternama turut serta dalam pameran ini, salah satunya adalah PT Toyota Astra Motor (ATM), yang terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan roda empat pada 2025.

Meski tidak menetapkan target khusus untuk surat pemesanan kendaraan (SPK) selama pameran, Toyota tetap optimis dengan momentum yang ada. Keberadaan Veloz Hybrid menjadi salah satu strategi mereka untuk meningkatkan penjualan di akhir tahun.

“Target SPK sebenarnya kita nggak pernah targetin ada berapa jualan di pameran. Tapi bagaimana cara kita bisa memperkenalkan produk-produk kita ke masyarakat. Yang kedua sebenarnya pengennya kita sama-sama meningkatkan lagi market otomotif nasional,” ujar Public Relation Manager PT TAM, Philardi Ogi saat ditemui di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (21/11).

Veloz Hybrid resmi diluncurkan dalam pameran ini dengan harga pre-booking Rp299 juta (OTR DKI Jakarta) untuk tipe V Grade. Harga ini berlaku hingga 31 Desember 2025 dan tanpa batas kuota pemesanan.

Daihatsu Mengedepankan Edukasi dan Kinerja Segmen Komersial

Sementara itu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga tidak memasang target khusus selama GJAW. Marketing and Corporate Communication Director PT ADM, Sri Agung Handayani, menjelaskan bahwa pameran ini lebih sebagai panggung edukasi bagi masyarakat.

“Kita nggak ada target di GJAW, karena kita bukan untuk berjualan secara langsung, tapi kita memberikan kayak edukasi, kesempatan, kemudahan orang-orang yang mau melihat produk-produk kita,” jelasnya.

Namun, dia mengungkapkan bahwa target penjualan hingga akhir tahun akan berada di posisi dua dengan revisi target akibat penurunan sebesar 10 persen. Penurunan terjadi pada segmen LCGC dan MPV low, seperti Xenia dan model-model lain dari merek lainnya.

Di sisi lain, segmen komersial justru menunjukkan kinerja yang kuat melalui Gran Max. Model ini konsisten menjadi penopang utama penjualan Daihatsu selama tiga tahun berturut-turut. Keberhasilannya didorong oleh varian yang lengkap, mulai dari pick-up, minibus, hingga blind van serta banderol yang kompetitif dan biaya perawatan yang ramah di kantong.

Per Oktober 2025, Daihatsu telah membukukan penjualan 112.530 unit dengan pangsa pasar sekitar 17 persen. ADM tetap yakin target penjualan dapat tercapai dalam dua bulan terakhir meskipun kondisi pasar secara umum mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Chery Fokus pada Elektrifikasi dan Stabilitas Penjualan

Chery Motor Indonesia juga tidak menetapkan target khusus pada pameran kali ini. Perusahaan hanya menargetkan angka stabil di kisaran 2000–3000 unit per bulan, dengan revisi target yang terus dinaikan.

Head of Brand CSI Chery, Rifki Setiawan, menjelaskan bahwa fokus utama pada tahun ini yakni memperkenalkan lini elektrifikasi terbaru, termasuk model G6 dan turunannya seperti G6 Phantom dan G6 TG. Target kontribusi dari keluarga G6 adalah 500 unit yang menjadi bagian dari target bulanan Chery.

“Kalau GJAW sendiri, emang kita targetnya untuk saat ini di 2.000 unit. Untuk G6 sendiri itu 500. G6 ini kan varian tambahan, G6 itu ada G6 Phantom dan G6 TG,” ujar Rifki.

Chery saat ini memproduksi sekitar 400–500 unit setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Sejalan dengan meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi, penjualan Chery kini paling banyak disumbang oleh lini CSH (Chery Super Hybrid), yang mencakup teknologi full hybrid, PHEV, hingga BEV.

Rifki menjelaskan bahwa kontribusi model-model elektrifikasi terus tumbuh dan menjadi pilar penting dalam strategi ekspansi Chery di Indonesia. Alhasil, perusahaan tetap percaya diri menutup tahun dengan hasil positif, meskipun kondisi pasar otomotif nasional sedang melemah.

Saat ini, Chery membukakan pangsa pasar sekitar 2,9 persen dan berharap dapat mempertahankan posisinya di delapan besar merek otomotif nasional, tanpa mengejar target market share spesifik.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *