Prediksi Kekalahan SFC dan Harapan Pemain Baru
Capo Tifoso Ultras Palembang Qusoi SH mengungkapkan bahwa kekalahan Sriwijaya FC (SFC) dalam laga melawan Persikad Depok dengan skor 0-3 telah diprediksi sejak awal. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (19/11/2025), menunjukkan bahwa performa SFC saat ini tidak cukup memadai untuk menghadapi lawan-lawannya.
“Kami sudah memprediksi kekalahan ini. Kami memahami bahwa pemain-pemain yang tersisa saat ini tidak bisa memberikan hasil maksimal. Terlebih lagi, banyak dari mereka adalah mantan pemain dari pelatih sebelumnya, Azul,” ujar Qusoi SH kepada media.
Sebagai suporter yang sangat militan, Ultras Palembang yakin bahwa hanya bursa transfer window di bulan Januari 2026 yang bisa menyelamatkan SFC dari ancaman degradasi. Mereka berharap bahwa di masa itu, SFC dapat memperkuat tim dengan pemain-pemain baru.
Pemain Asing yang Ditunggu-tunggu
Dalam waktu dekat, dua calon pemain asing telah tiba di Palembang. Mereka adalah Salem Chabchoub, gelandang serang asal Swedia berpaspor Turki, dan Kashmir Zarvali, striker asal Norwegia berpaspor Afganistan. Kedua pemain ini dikenal memiliki kemampuan teknik tinggi dan visi permainan yang baik.
Salem Chabchoub lahir pada 22 Juli 1996, dengan tinggi badan 186 cm. Sedangkan Kashmir Zarvali lahir pada 22 Februari 1999, yang juga piawai bermain di posisi sayap kiri. Kedua pemain ini hadir di ruang tunggu press room Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (19/11/2025), saat pelatih kepala Sriwijaya FC Budi Sudarsono dan Reza Pahlevi memberikan keterangan pers setelah pertandingan.
Kedatangan mereka disambut oleh Wapres Sriwijaya FC Mohammad David bersama dua pengusaha Sumsel, Rendi Giring dan Awan Hariawan. Keduanya langsung bergabung latihan dengan tim Sriwijaya FC yang diarsiteki oleh coach Budi Sudarsono di Lapangan Sepakbola Unsri Bukit Besar Palembang, Senin (17/11/2025) pagi.
Menurut agen kedua pemain asing tersebut, Haris Raka, kedatangan mereka murni dalam kunjungan mengisi masa liburan ke Palembang dengan ikut latihan bareng Elang Andalas. Ia menjelaskan bahwa kontrak pemain asing masih perlu pembicaraan lebih lanjut dengan manajemen SFC karena bursa transfer window Pegadaian Championship 2025/26 baru dibuka pada Januari 2026 mendatang.
“Tidak ingin terlalu terburu-buru. Kita datang silaturahmi latihan bareng Sriwijaya FC. Melihat situasi di Palembang. Seandainya berjodoh, syukur. Artinya kalo cocok bisa duduk bareng. Belumlah, tunggu bursa transfer dibuka,” kata Haris Raka.
Kepedulian Manajemen dan Pelatih
Wapres Sriwijaya FC Mohammad David dan pelatih kepala Budi Sudarsono tengah aktif mencari pemain-pemain baru untuk memperkuat tim. Qusoi SH menyatakan bahwa pihak manajemen tidak akan mengintervensi proses pencarian pemain, termasuk dari pihak Digi Sport atau Pak Wapres.
PT Digi Sport Asia, sebagai pemegang saham mayoritas SFC, juga sangat berkepentingan agar SFC tetap bertahan di Liga 2. Jika SFC harus turun ke Liga 3, maka PT Digi Sport Asia akan mengalami kerugian besar.
“Kami mendukung langkah dari Bos David dan manajemen di bursa transfer window ini,” tambah Qusoi SH.
Komentar Pelatih
Pelatih kepala Sriwijaya FC Budi Sudarsono alias Budigol mengaku belum bisa menilai kualitas Salem dan Kashmir usai menjalani latihan perdana bareng Elang Andalas. “Belum bisa kita nilai. Baru lihat sekali latihan. Nanti kalau ada uji coba baru lebih enak,” katanya.
Regulasi PT LIB terkait transfer window pemain Pegadaian Championship 2025/26 baru dibuka 10 Januari–6 Februari 2026. Artinya, jika manajemen serius, Sriwijaya FC harus bergerak cepat pada periode itu.
Publik Sumsel pun sudah tak sabar menantikan apakah “trial liburan” ini akan berubah jadi kontrak resmi yang menggemparkan Pegadaian Championship.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











