My WordPress Blog

Dari Cimahi ke Kolelet Turus: Jelajah Kereta Lintas Provinsi untuk Liburan Desember

Perjalanan Panjang Menuju Kampung Kolelet Turus

Liburan panjang bulan Desember selalu membawa momen yang istimewa bagi banyak orang. Bagi sebagian orang, pulang ke kampung halaman adalah waktu untuk bersantai dan merayakan. Namun, bagi mahasiswa seperti saya, pulang bukanlah proses sederhana. Ini adalah perjalanan panjang yang melibatkan lima kali pergantian moda transportasi, dimulai pada Sabtu malam, 29 November 2025.

Tujuan akhir dari perjalanan ini adalah Kampung Kolelet Turus, Desa Pasirtangkil, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten. Perjalanan ini tidak hanya melintasi provinsi, tetapi juga mengubah suasana dari malam yang gelap menjadi siang yang terik.

Pergi Dari Kosan di Cimahi

Perjalanan dimulai tepat pukul 22:00 WIB dari kosan di Pasirkaliki, berjalan kaki menuju Stasiun Cimindi, Kota Cimahi. Suasana di stasiun terasa dingin, dengan AC kereta yang menambah kesejukan. Perjalanan dilanjutkan menggunakan Commuter Line Bandung Raya yang mengarah ke Purwakarta, dengan keberangkatan pukul 22:30 WIB.

Pemandangan samar perkotaan Cimahi yang terang oleh lampu-lampu kendaraan membuat perjalanan malam ini menjadi waktu untuk kontemplasi atau persiapan istirahat. Kereta tiba di Stasiun Purwakarta pada pukul 00:30 WIB. Meskipun perjalanan belum usai, kereta penghubung baru akan tiba subuh.

Jeda Malam yang Penting

Jeda krusial ini dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak, menunaikan salat, dan mencari sedikit ketenangan. Saya sempat tidur sejenak di area masjid dekat stasiun, sembari menunggu keberangkatan berikutnya. Pada pukul 05:10 WIB, perjalanan dilanjutkan dari Stasiun Purwakarta dengan menaiki Commuter Line Walahar menuju Cikarang.

Perbedaan suasana terasa drastis. Jika malam sebelumnya hening dan dingin, kini panorama fajar dan pemandangan persawahan luas mulai memenuhi pandangan. Perjalanan ini adalah jembatan yang menghubungkan Jawa Barat bagian tengah dengan pintu gerbang kawasan metropolitan, Daerah Khusus Ibu Kota.

Memasuki Zona Jabodetabek

Setelah hampir dua jam perjalanan, kereta tiba di Stasiun Cikarang pada pukul 07:00 WIB. Sisa-sisa pemandangan pedesaan segera berganti dengan suasana serba cepat, mengindikasikan bahwa zona Jabodetabek telah dimasuki.

Perjalanan Melalui Jaringan KRL

Dari Cikarang, menyusuri rel memasuki babak paling sibuk yakni jaringan KRL Jabodetabek. Tahap pertama adalah menaiki KRL Cikarang – Tanah Abang. Perjalanan ini adalah uji ketahanan mental karena kepadatan penumpang KRL yang khas di pagi hari.

Setelah menembus jantung kawasan industri hingga kota, KRL akhirnya tiba di Stasiun Tanah Abang pada pukul 08:00 WIB. Waktu transit sangat singkat, hanya tersedia 20 menit untuk segera berpindah peron dan melanjutkan ke rute terakhir KRL. Tepat pukul 08:20 WIB, KRL Tanah Abang – Rangkasbitung diberangkatkan.

Perjalanan Terpanjang dan Dinantikan

Segmen ini adalah perjalanan terpanjang kedua di rute ini, namun juga yang paling dinantikan. Seiring kereta bergerak ke barat daya, lanskap secara perlahan kembali berubah. Pemandangan urban Jakarta memudar, digantikan oleh hamparan pedesaan khas Banten yang semakin akrab. Pemandangan ini adalah isyarat visual bahwa rumah semakin dekat. Tiba di Stasiun Rangkasbitung, akhir dari seluruh perjalanan rel, terjadi pada pukul 10:00 WIB.

Akhir Perjalanan dengan Ojol

Setelah menyelesaikan rangkaian kereta yang memakan waktu sekitar 12 jam, tahap akhir mengandalkan moda transportasi lokal: Ojek Online (Ojol). Dari Stasiun Rangkasbitung, perjalanan darat dimulai menuju Kampung Kolelet Turus. Memesan Ojol, menikmati udara segar siang hari melintasi kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Warunggunung, dan menyusuri jalan-jalan pedesaan yang familiar adalah pengalaman yang menimbulkan perasaan lega.

Pemandangan yang tidak lagi asing, seperti belokan dan rumah-rumah di Desa Pasirtangkil, menjadi penanda pasti bahwa petualangan telah usai. Tepat pukul 11:00 WIB di hari Minggu 30 November 2025, setelah 13 jam perjalanan sejak di Cimahi, pintu rumah di Kampung Kolelet Turus terbuka.

Momen kedatangan saya disambut keluarga menjadi reward tertinggi dari perjalanan panjang melintasi rel antar provinsi ini. Rasa lega yang saya rasakan melebihi rasa lelah fisik. Perjalanan panjang yang melibatkan Commuter Line di malam hari, beristirahat di stasiun, hingga menembus padatnya KRL dan ditutup dengan Ojol lokal, kini menjadi kenangan yang berharga.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *