Kunci Utama untuk Kuliah di Negara Berbahasa Mandarin
Kunci utama bagi siapa pun yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara berbahasa Mandarin, mulai dari Tiongkok hingga Taiwan, adalah kemampuan bahasa yang memadai. Kemampuan ini harus dibuktikan secara resmi melalui dua jenis tes, yakni HSK dan TOCFL. Kedua tes ini menjadi syarat wajib bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar ke universitas atau program beasiswa di wilayah tersebut.
Calon mahasiswa wajib mengikuti dan lulus kedua tes tersebut sesuai kebutuhan universitas atau program beasiswa yang dituju. Selain itu, mereka juga perlu memperhatikan rincian biaya setiap tes sebelum mendaftar. Biaya pendaftaran dan level ujian yang dipilih bisa memengaruhi persiapan dan pengeluaran secara keseluruhan.
Jika kamu berencana melanjutkan studi ke negara atau wilayah berbahasa Mandarin, dua jenis tes kemampuan bahasa ini hampir pasti akan kamu temui: HSK dan TOCFL. Keduanya sama-sama menguji penguasaan bahasa Mandarin, namun banyak calon mahasiswa yang masih bingung harus memilih yang mana karena karakteristik dan fungsinya ternyata berbeda.
HSK (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì) merupakan tes resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok untuk mengukur kemampuan bahasa Mandarin bagi penutur non-native. Sementara itu, TOCFL (Test of Chinese as a Foreign Language) adalah tes resmi yang diterbitkan pemerintah Taiwan, dirancang khusus untuk mereka yang ingin belajar, melanjutkan pendidikan, atau bekerja di Taiwan.
Dengan kata lain, apakah tujuanmu adalah kuliah di Tiongkok, berkarier di Taiwan, atau hanya membutuhkan sertifikasi bahasa Mandarin untuk keperluan umum, masing-masing tes memiliki keunggulan dan fokus yang berbeda. Karena itu, keputusan memilih HSK atau TOCFL sangat bergantung pada arah pendidikan maupun rencana masa depanmu.
Berikut beberapa perbedaan kunci antara HSK dan TOCFL:
Perbedaan Fungsi dan Struktur
- HSK:
- Karakter tulisan: Simplified Chinese (aksara disederhanakan)
- Struktur dan level: 9 level, lebih bertahap
- Kemampuan yang diuji: Listening, reading, writing; speaking via HSKK terpisah
-
Domain penerimaan: Pendidikan, beasiswa, pekerjaan di Tiongkok / global dengan pinyin & simplified Chinese
-
TOCFL:
- Karakter tulisan: Traditional Chinese (aksara tradisional)
- Struktur dan level: 6 level dalam 4 band (Novice, A, B, C)
- Kemampuan yang diuji: Listening, reading, writing, speaking (tergantung level)
- Domain penerimaan: Pendidikan, beasiswa, pekerjaan, imigrasi di Taiwan / komunitas yang menggunakan traditional Chinese
Karena karakter dan sistem berbeda, beberapa pengguna menyebut bahwa secara kosakata, TOCFL bisa terasa lebih “berat” bagi yang belum terbiasa aksara tradisional, terutama jika sebelumnya belajar Mandarin dengan aksara disederhanakan.
Biaya Tes
Biaya kedua tes tersebut bervariasi tergantung level, berikut penjelasannya:
- HSK:
- HSK 1: Rp 330.000
- HSK 2: Rp 550.000
- HSK 3: Rp 1,2 juta (termasuk HSKK Speaking)
- HSK 4: Rp 1,6 juta (termasuk HSKK Speaking)
- HSK 5: Rp 2,1 juta (termasuk HSKK Speaking)
- HSK 6: Rp 2,3 juta (termasuk HSKK Speaking)
-
HSK 7-9: Rp 1,7 juta
-
TOCFL:
- Listening dan Reading: Rp 1 juta
- Speaking dan Writing: Rp 750.000
Mana yang Sebaiknya Diambil Sesuai Tujuan
- Tujuan ke Tiongkok (kuliah, beasiswa, kerja, riset): HSK lebih cocok, karena diakui luas di kampus dan institusi di Tiongkok.
- Tujuan ke Taiwan (studi, beasiswa, kerja, imigrasi): TOCFL lebih relevan, karena penulisan tradisional dan format bahasa yang sesuai.
- Ingin fleksibilitas dan pengakuan internasional: HSK sering dianggap sebagai “standar global” bagi penutur asing, terutama di perusahaan multinasional yang menggunakan simplified Chinese.
- Tertarik pada budaya, literatur, media, dan komunitas Mandarin tradisional: TOCFL memberi nilai tambah, terutama untuk memahami aksara tradisional, konteks budaya, dan penggunaan bahasa di Taiwan atau komunitas Tionghoa konservatif.
HSK dan TOCFL sama-sama alat ukur resmi kemahiran bahasa Mandarin, namun dengan karakteristik, cakupan, dan penggunaannya masing-masing.











