
Melanjutkan studi di luar negeri seringkali menjadi impian bagi banyak pelajar. Tidak hanya memberikan nilai tambah dalam hal prestise, pendidikan di luar negeri juga menawarkan berbagai keunggulan seperti kualitas pendidikan yang lebih baik, program pendidikan yang mendukung perkembangan diri, serta prospek karier yang lebih luas. Namun, keputusan untuk mengizinkan anak melanjutkan studi di luar negeri bukanlah hal yang mudah. Orang tua sering kali merasa bingung dan khawatir karena berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan.
Salah satu alasan utama yang membuat orang tua sulit memperbolehkan anak belajar di luar negeri adalah jarak. Banyak universitas terbaik dunia berada di negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, yang letaknya jauh dari Indonesia. Perbedaan budaya, sosial, dan ekonomi antarnegara ini bisa memengaruhi kesiapan mental baik anak maupun orang tua. Selain itu, biaya pendidikan di luar negeri juga menjadi pertimbangan penting. Meskipun ada beasiswa, persaingan untuk mendapatkan beasiswa tersebut semakin ketat setiap tahunnya.
Dalam situasi ini, solusi pendidikan transnasional (Transnational Education / TNE) menjadi pilihan yang semakin diminati. Model pendidikan ini memungkinkan siswa memperoleh gelar atau kualifikasi dari universitas terbaik dunia tanpa harus tinggal di negara asal universitas tersebut. Salah satu lembaga yang menawarkan model ini adalah SIM Global Education di Singapura. Lokasi strategis Singapura membuatnya menjadi pilihan ideal karena jarak yang relatif dekat dengan Indonesia, sehingga mengurangi rasa khawatir orang tua.
Biaya pendidikan di SIM Global Education juga lebih terjangkau dibandingkan jika anak kuliah di negara-negara lain. Orang tua dapat menghemat hingga 40-60% dari biaya program jika dibandingkan dengan pendidikan di Australia, Inggris, atau AS. Selain itu, fasilitas dan dukungan yang diberikan oleh SIM juga sangat lengkap, termasuk International Student Office (ISO) yang membantu siswa internasional beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Deasy Widjaja, ibu dari Bianca, seorang alumni SIM – Birmingham University, menjelaskan bahwa keputusannya memilih SIM didorong oleh pertimbangan jarak. Ia mengatakan, “Bianca awalnya ingin melanjutkan studinya di Inggris, tetapi kami khawatir ia akan belajar terlalu jauh dari Indonesia. Untungnya, SIM Singapura memiliki program kerja sama dengan berbagai universitas di UK, sehingga ia dapat dengan mudah mendapatkan gelar tanpa harus terlalu jauh dari rumah.”

Senada dengan Deasy, Elisabeth Dhani Yuniarti, ibu dari Marsella, juga menekankan pentingnya faktor jarak. “Kekhawatiran utama adalah jarak. Karena ini adalah kali pertama saya mengirim putri saya untuk belajar di luar negeri, jarak dari Singapura ke Indonesia yang lebih pendek sangat mempermudah,” ujarnya.
SIM Global Education juga memahami bahwa penyesuaian diri di lingkungan baru bisa menjadi tantangan bagi pelajar yang baru pertama kali keluar negeri. Oleh karena itu, SIM menyediakan International Student Office (ISO) yang siap membantu siswa internasional beradaptasi dengan nyaman. Dengan demikian, orang tua tidak perlu khawatir putra-putrinya kesulitan beradaptasi selama belajar di Singapura.
Selain pertimbangan jarak yang dekat, para orang tua alumni SIM Global Education juga sepakat bahwa pilihan institusi ini sangat ideal karena fasilitas dan programnya secara aktif mendukung anak untuk mempersiapkan diri dan membangun skill profesional sebelum memasuki dunia kerja.
- “SIM GE memberikan banyak bekal. Selama anak saya, Marsella, tiga tahun kuliah di sana, SIM memberikan banyak ruang untuk anak saya berkembang, baik dalam dunia akademik maupun di luar itu. [SIM juga menyediakan] banyak sosialisasi dan pergaulan dengan banyak orang, yang memungkinkan dia mempunyai jaringan yang luas untuk mengembangkan diri setelah selesai kuliah,” ujar Ibu Elisabeth, salah satu orang tua alumni.

Deasy menyoroti fasilitas yang secara spesifik dirancang untuk kesiapan dalam persaingan global menghadapi dunia kerja. “Di SIM itu mempunyai banyak fasilitas, di antaranya bursa kerja (job fair), pameran pendidikan (education fair), dan jejaring (networking). Jadi SIM itu juga mempersiapkan masing-masing seperti keterampilan non akademis (soft skill), jejaring, [dan] organisasi. Jadi, itu semua akan bisa membantu [mengembangkan] soft skill mereka di dunia kerja,” jelasnya.
Selain organisasi dan klub yang dapat membantu perkembangan keterampilan lunak (soft skill), SIM juga mempersiapkan berbagai fasilitas kerja dalam satu platform bernama CareerSense. Platform yang terintegrasi dengan tim Career Connect ini akan menginformasikan semua lokakarya (workshops), tinjauan CV, dan simulasi wawancara (mock-up interview) yang dipersiapkan oleh Kantor Career Connect. Tentunya semua pelajar dapat mengikuti berbagai acara (event) yang dapat membantu membangun jejaring (networking) dan mendaftar magang atau kerja tetap melalui platform ini.
SIM juga terus berkomitmen untuk memperluas dukungan kepada para alumni dengan memprioritaskan pertumbuhan dan peningkatan kompetensi profesional mereka secara berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui pengumuman yang memberikan akses bagi seluruh pelajar dan alumni saat ini untuk mengikuti kursus mikro-kredensial gratis dan bersubsidi. Materi kursus tersebut mencakup berbagai keterampilan, mulai dari keahlian yang relevan untuk mengamankan pekerjaan impian, keterampilan inti yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja di tempat kerja, hingga modul digital yang inovatif. Setelah berhasil menyelesaikan pelatihan, para peserta akan dianugerahi lencana digital (digital badges) yang berfungsi untuk memperkuat dan meningkatkan daya saing anak nanti ketika memasuki pasar kerja.
SIM Global Education hadir untuk menjawab kegelisahan utama orang tua Indonesia untuk menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri yaitu: jarak, biaya, dan kualitas. Dengan SIM bekerja sama dengan berbagai universitas global terkemuka di Inggris, AS, dan Australia, SIM memungkinkan siswa meraih gelar internasional yang bergengsi dengan belajar dekat dengan rumah, yaitu di Singapura. Dengan pilihan yang fleksibel (seperti menghadiri wisuda di kampus asal AS) dan persiapan karier yang kuat, SIM menawarkan solusi terintegrasi: kualitas global, keamanan, dan kedekatan. Ini adalah jembatan emas menuju kesuksesan internasional.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











