My WordPress Blog

Profil Alfin Daniel Pratama, Atlet Voli Indonesia yang Jatuh Cinta pada Staff Timnas Thailand

Profil Alfin Daniel Pratama: Atlet Voli dan Perwira Polisi yang Menginspirasi

Alfin Daniel Pratama (23) adalah sosok yang kini menjadi perhatian banyak orang setelah membawa Timnas Voli Putra Indonesia meraih medali perak di SEA Games 2025, Jumat (19/12/2025), usai kalah 1-3 dari Thailand di partai final. Keberhasilannya ini tidak hanya menunjukkan bakat luar biasa sebagai atlet voli, tetapi juga menggambarkan dedikasi seorang perwira polisi aktif.

Alfin lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 2 Mei 2002, dari keluarga yang sangat terlibat dalam dunia olahraga. Ibunya, Rita Kurniati, adalah mantan atlet voli nasional yang kini menjadi polisi berpangkat Iptu, sementara ayahnya, Iwan Dedi Setiawan, juga merupakan mantan atlet sekaligus pelatih voli. Sejak kecil, Alfin tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan semangat sportif dan disiplin.

Minat Alfin terhadap voli mulai terlihat saat ia duduk di bangku kelas 6 SD. Bakatnya terus berkembang hingga ia melanjutkan pendidikan olahraga di Ragunan Volleyball School di Jakarta. Di sana, ia memperoleh pengalaman berharga yang membantunya berkembang menjadi atlet muda yang berbakat.

Ketertarikan Alfin terhadap voli semakin kuat ketika ia bergabung dengan klub lokal dan tampil di berbagai ajang seperti PON Junior. Postur tubuhnya yang ideal dengan tinggi mencapai 184 cm, spike sekitar 325 cm, dan block 321 cm, menjadikannya semakin matang sebagai seorang setter yang kompetitif.

Debut profesionalnya di dunia voli nasional terjadi pada tahun 2019, saat ia bergabung dengan klub Jakarta Garuda di ajang Proliga. Namanya mulai mencuri perhatian saat memperkuat Surabaya Bhayangkara Samator di musim berikutnya. Puncak pengakuan atas talentanya terlihat ketika ia memperkuat Indomaret Sidoarjo di ajang Livoli Divisi Utama 2022, di mana ia berhasil mengantarkan tim menjadi juara dan meraih gelar sebagai salah satu “Pemain Masa Depan”.

Kariernya makin bersinar ketika ia bergabung dengan Jakarta Bhayangkara Presisi sejak musim 2023. Di musim perdananya, ia sukses membawa tim menjadi runner-up Proliga, lalu membawa pulang trofi juara pada musim 2024 dan 2025. Tak hanya sukses di dalam negeri, Alfin juga tampil membela klubnya di ajang Asian Club Championship, sekaligus menjadi bagian dari skuat nasional muda Indonesia yang tampil di SEA V.League 2025.

Keberhasilannya ini bukan hanya buah dari kerja keras, tapi juga konsistensi dalam menjaga performa, baik secara fisik maupun mental. Yang membuat perjalanan Alfin semakin istimewa adalah peran gandanya sebagai atlet dan anggota Polri. Ia mengikuti jejak ibunya dengan menjalani pendidikan kepolisian dan kini telah menjabat sebagai perwira muda. Perannya di kepolisian tidak menghalanginya untuk terus berkembang sebagai atlet profesional. Justru, kedisiplinan dan nilai-nilai pengabdian yang ia dapat dari dunia kepolisian makin memperkaya karakter dan mentalitasnya sebagai atlet.

Di luar lapangan, Alfin cukup aktif di media sosial, terutama Instagram (@alfindaniel7), tempat ia membagikan berbagai momen pertandingan, latihan, dan aktivitas pribadinya. Penampilannya yang karismatik dan kepribadiannya yang rendah hati menjadikan dia sebagai salah satu ikon baru dunia voli Tanah Air.

Tidak diragukan lagi, Alfin Daniel Pratama adalah gambaran sempurna dari generasi muda Indonesia yang mampu menyeimbangkan prestasi olahraga dan pengabdian kepada negara. Ia tidak hanya menginspirasi sebagai atlet, tetapi juga sebagai sosok teladan yang membuktikan bahwa impian bisa diraih dengan kerja keras, dukungan keluarga, dan semangat pantang menyerah. Ke depan, Indonesia boleh berharap banyak padanya baik di lapangan voli maupun dalam tugas-tugas negara yang menantinya sebagai abdi bangsa.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *