My WordPress Blog

Elsaday Cuci Bajunya Sendiri Saat Dirawat di Rumah Sakit

Elsaday, Mahasiswa Tingkat Akhir yang Berjuang Sendirian di Rumah Sakit

Elsaday, seorang mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Tomakaka, kini menjadi sorotan publik setelah dirawat sendirian tanpa keluarga di Ruang Isolasi Asoka, RSUD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Pemandangan yang menimbulkan simpati ini menggambarkan kesendirian dan keteguhan yang ia tunjukkan dalam menghadapi kondisi medis yang memprihatinkan.

Kondisi Medis yang Mengkhawatirkan

Elsaday terlihat lemah dan terbaring di tempat tidur rumah sakit standar dengan pagar pengaman. Ia menggunakan nasal kanula untuk membantu pernapasan dan memiliki selang infus di tangan kirinya. Tubuhnya tampak kurus, menunjukkan adanya penurunan massa otot yang sering dikaitkan dengan penyakit kronis seperti tuberkulosis atau komplikasi ginjal.

Menurut informasi dari pihak medis, Elsaday telah dirawat sejak 23 Desember 2025. Awalnya, kondisinya hanya batuk dan sakit perut, tetapi seiring waktu, kondisinya semakin memburuk hingga harus masuk ruang isolasi. Meski sedang berjuang melawan penyakit, semangat Elsaday untuk menyelesaikan studinya tidak pernah padam.

Kesendirian yang Menyentuh Hati

Kesendirian Elsaday di rumah sakit bukanlah hal baru. Sejak kecil, ia hidup sendirian karena kedua orang tuanya telah meninggal pada 2023 lalu di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keluarganya dulu merupakan peserta transmigrasi yang bermukim di Kalumpang, Mamuju sejak tahun 1989.

Menurut paman Elsaday, Asrial Adu (48), kakaknya saat ini tinggal di Mamuju, tetapi harus bekerja dan hanya bisa pulang malam hari. “Dia sendiri di RS. Kemarin saya baru datang dari Tobadak,” ujar Asrial.

Selain itu, Elsaday juga diketahui mencuci pakaian sendiri di kamar rumah sakit. Pemandangan ini membuat para perawat tak kuasa membendung air mata.

Proses Pemantauan Rawat Inap

Dalam konteks pemantauan rawat inap, ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh manajer pelayanan pasien (MPP) sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Berikut adalah prosedur pemantauan:

  1. Pemantauan Hari 1

    Pasien masuk ruang rawat inap dan diharapkan sudah dapat ditegakkan diagnosis sehingga bisa dilakukan koding dan diketahui nilai Paket INA-CBG’s-nya.

  2. Pemantauan Hari 2 – 3

    Evaluasi pengkajian awal pasien dan Care Plan yang terukur oleh Kepala Ruangan/MPP. Jika belum ada, MPP diminta untuk mengingatkan DPJP agar membuat Care Plan terukur dalam 24 jam.

  3. Pemantuan Hari 4 – 6

    Evaluasi kondisi pasien dibandingkan dengan Care Plan DPJP oleh MPP. Jika dibolehkan pulang, DPJP membuat resume pasien pulang. Jika belum diperbolehkan, MPP menanyakan rencana kelanjutan perawatan ke DPJP.

  4. Pemantauan Hari 7 – 9

    Evaluasi kondisi pasien dibandingkan dengan Care Plan DPJP oleh MPP. Jika belum diperbolehkan pulang, MPP melaporkan kepada Kordinator Pelayanan untuk melakukan Family Meeting antara keluarga, DPJP, dan PPJP.

  5. Pemantauan Hari 9 – 13

    Evaluasi kondisi pasien dibandingkan dengan Care Plan DPJP oleh Koordinator Pelayanan Instalasi. Jika belum diperbolehkan pulang, Koordinator Pelayanan melaporkan ke Bidang Pelayanan Medik untuk dibahas oleh Tim Case Mix.

  6. Pemantauan Lebih Dari 14 Hari

    Jika terdapat pasien yang lebih dari 14 hari perawatan tanpa Care Plan, maka akan dilaporkan ke Bidang Pelayanan Medik dan diajukan untuk dibahas dalam pertemuan Tim Casemix.




Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *