Pengalaman Pertama Menonton Persija Jakarta di Stadion
Pengalaman pertama menonton pertandingan sepak bola langsung di stadion menjadi momen berkesan bagi seorang istri Jakmania. Meski bukan penggemar fanatik sepak bola, ia akhirnya memberanikan diri untuk datang ke stadion setelah diyakinkan oleh suaminya.
The Jakmania adalah kelompok suporter resmi Persija Jakarta yang didirikan pada 19 Desember 1997. Komunitas ini berasal dari Jakarta dan dikenal sangat loyal serta terorganisasi dalam mendukung Persija, baik saat pertandingan kandang maupun tandang. The Jakmania memiliki banyak koordinator wilayah di berbagai daerah dan identik dengan semboyan “Satu Jakarta, Satu Persija”.
Menurut Rezka Dwi Fitriansyah, awalnya ia tidak menyangka ajakannya akan diterima. Ia menilai laga Persija melawan Persijap di Gelora Bung Karno relatif aman karena tidak memiliki rivalitas panas dan dimainkan sore hari.
“Awalnya sih mau nonton sama temen-temen aja, cuma kayanya laganya aman karena Persijap bukan yang punya rivalitas panas sama Persija dan Jakmania. Waktu mainnya juga sore, jadi coba ngomong ke istri mau ikut nonton apa enggak,” ujar Rezka Dwi Fitriansyah kepada TribunTangerang.com, Minggu (11/1/2026).
Di luar dugaan, sang istri, Sita bersedia ikut. Bahkan, ia terlihat antusias mempersiapkan segala kebutuhan sebelum berangkat ke stadion.
“Awal ga expect dia mau. Pas dia mau, seneng banget dan dia berusaha persiapin semuanya dengan baik,” katanya.
Meski begitu, rasa takut tetap menyertai sang istri sejak awal perjalanan menuju stadion. Rezka mengungkapkan, istrinya memang kurang nyaman berada di tengah keramaian.
“Dari parkir ke ring pertama sampe awal-awal di tribun, dia takut banget. Istri lumayan takut di keramaian, takut rusuh lah atau apalah yang dia takutin,” ucap Rezka.
Ketakutan itu perlahan berkurang seiring jalannya waktu. Saat laga akan dimulai dan ribuan Jakmania mulai menyanyikan chant dukungan, suasana stadion justru menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan bagi sang istri.
“Enggak lama pas laga mau mulai, Jakmania mulai nyanyi dan laga juga seru, dia mulai nyaman dan hepi,” ujarnya.
Atmosfer tribun yang penuh nyanyian dan pertandingan yang berjalan menarik membuat pengalaman pertama itu terasa menyenangkan. Bahkan, menurut sang suami, kebahagiaan istrinya masih terasa hingga mereka kembali ke rumah.
“Sampai rumah juga dia masih senyam-senyum. Bolak-balik cek galeri, liat-liat lagi foto-foto sama momen video yang dia abadikan di hapenya,” katanya.
Pengalaman tersebut menjadi momen penting bagi sang istri, yang sebelumnya hanya mengenal Persija sebatas tontonan televisi. Dari rasa takut dan cemas, pengalaman pertama di stadion justru meninggalkan kesan manis yang tak terlupakan.
Pertandingan Persija dan Persib
Persija Jakarta akan menghadapi rival berat, Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). Bagi para penggemar setia, termasuk Rezka, pertandingan ini selalu dinanti dengan deg-degan sekaligus harapan besar.
Penggemar Persija sejak kecil itu memprediksi laga bakal berlangsung ketat dan tensi tinggi. “Prediksi laga pasti bakal ketat dan tensi tinggi, itu sudah pasti. Tapi melihat banyak pemain andalan Persib yang harus absen karena cedera atau akumulasi kartu, saya cukup pede kalau Persija bisa menang di kandang Persib,” ujar Rezka.
Selain prediksi kemenangan, Rezka membagikan strategi pribadinya dalam menonton laga besar. “Suka dan cinta Persija memang penting, tapi harus dibarengi logika. Apalagi sekarang punya keluarga, jadi buat saya nggak perlu dipaksakan nonton langsung di Bandung. Nonton dari rumah juga tetap seru,” jelasnya.
Tak hanya soal prediksi, ia menyebutkan pemain favoritnya yang selalu menjadi inspirasi saat menonton. “Saat ini, Captain Rizky Ridho dan Rio Fahmi jadi favorit saya. Ridho dengan attitudenya yang bagus dan kemampuan yang nggak diragukan lagi. Rio Fahmi dengan kengototan dan bukti cintanya sama Persija, itu yang bikin saya suka,” ujar Rezka.
Baginya, menonton Persija bukan sekadar hiburan, tapi juga pengalaman emosional yang membangun rasa kebanggaan terhadap klub kota sendiri. “Persija itu sudah seperti keluarga. Kalau menang kita ikut bahagia, kalau terpuruk kita juga ikut merasa sedih. Nonton Persija jadi semacam healing juga setelah kerja lima hari. Apalagi kalau mainnya di akhir pekan, bikin weekend lebih berkesan,” tambahnya.
Mengenai harapan pada laga nanti, Rezka cukup realistis. “Semoga pemain Persija bisa main tenang dan raih tiga poin di Bandung. Tidak perlu banyak gol, menang 1-0 atau 2-0 saja sudah bikin bangga. Untuk musim ini, harapan saya Persija bisa jadi juara lagi dan kembali bermain di level Asia,” tutup Rezka.











