My WordPress Blog

Mari latih kelas 12: Panduan analisis cerpen sejarah “Tohjaya”

Penjelasan Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum Merdeka

Dalam materi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 12 jenjang SMA/SMK/MA, terdapat soal yang mengharuskan siswa mencari cerpen berlatar sejarah yang telah dipublikasikan di media massa. Soal ini terdapat dalam Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas 12 Kurikulum Merdeka, pada halaman 161 bagian Ayo Berlatih.

Soal tersebut menuntut siswa untuk menganalisis unsur instrinsik dalam cerpen yang mereka pilih, serta mengidentifikasi fakta sebagai sarana cerita dan fiksi yang disajikan penulis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur dan makna dalam teks sastra, khususnya cerpen berlatar sejarah.

Sebelum melihat kunci jawaban, siswa diharapkan dapat menjawab soal secara mandiri sebagai bentuk latihan pemahaman. Kunci jawaban yang disajikan dalam artikel ini hanya sebagai panduan, sehingga jawaban siswa dapat bervariasi dan tidak harus sama persis dengan kunci jawaban yang diberikan.

Contoh Jawaban Soal Cerpen “Tohjaya”

Berikut adalah contoh jawaban dari soal tersebut, berdasarkan cerpen “Tohjaya” karya Risen Dhawuh Abdullah yang dimuat di Kompas pada 20 Oktober 2024.

Unsur Intrinsik dalam Cerpen “Tohjaya”

Tema:

Tema utama dari cerpen ini adalah ambisi, pengkhianatan, dan konflik kekuasaan. Cerpen ini menggambarkan permainan politik dan intrik di istana Singhasari yang dipenuhi oleh rasa curiga dan dendam.

Tokoh dan Penokohan:
Kau (tokoh utama, raja): Tokoh sentral yang dipenuhi ambisi dan rasa curiga terhadap keturunan Anusapati. Ia memiliki sifat impulsif, penuh dendam, dan mudah terhasut.
Pranaraja: Abdi setia yang memanipulasi sang raja dengan informasi yang memecah belah, memiliki sifat licik dan penuh tipu muslihat.
Narasinghamurti: Tokoh yang menjadi sasaran curiga sang raja, keturunan langsung Ken Arok yang dianggap ancaman karena posisinya.
Lembu Ampal: Ksatria sakti yang awalnya tampak setia kepada raja, tetapi kemudian berkhianat demi mendukung Narasinghamurti, yang dianggap lebih pantas menjadi raja.
Seminingrat: Tokoh yang digambarkan sebagai salah satu ancaman kekuasaan raja karena hubungannya dengan Anusapati.

Latar Tempat:
– Istana Singhasari: Tempat utama di mana konflik kekuasaan dan diskusi antara raja, Pranaraja, dan Lembu Ampal terjadi.

Latar Waktu:
– Tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi konteksnya terjadi pada masa kerajaan Singhasari, mencerminkan era abad ke-13 di Jawa.

Latar Suasana:
– Suasana penuh intrik, tegang, dan mencekam, dipenuhi dengan rasa curiga, dendam, dan pengkhianatan.

Sudut Pandang:
– Cerpen menggunakan sudut pandang orang kedua dengan gaya “kau” sebagai raja, yang membuat pembaca seolah menjadi tokoh utama dalam cerita.

Fakta sebagai Sarana Cerita:
– Kerajaan Singhasari dan Ken Arok adalah fakta sejarah, termasuk konflik pewaris takhta yang terjadi pada masa itu.
– Nama-nama seperti Anusapati dan Ken Dedes adalah tokoh nyata dari sejarah Jawa.
– Penggambaran intrik politik dan pembunuhan berunsur dendam relevan dengan sejarah kerajaan Nusantara.

Unsur Fiksi:
– Dialog dan interaksi antara tokoh-tokoh sebagian besar merupakan rekayasa penulis.
– Karakterisasi Pranaraja dan Lembu Ampal, termasuk pengkhianatan mereka, adalah imajinasi yang memperkuat drama cerita.
– Beberapa motif konflik dan alur cerita disusun untuk memberikan efek dramatik, meskipun berdasarkan konteks sejarah.

Penjelasan Tambahan

Cerpen “Tohjaya” ini menggambarkan dinamika politik dan intrik di istana Singhasari yang dipenuhi oleh rasa curiga dan dendam. Dalam cerpen ini, para tokoh saling berlomba untuk mempertahankan atau merebut kekuasaan, yang akhirnya berujung pada pengkhianatan dan kematian.

Bantul, Juli 2024

Risen Dhawuh Abdullah, lahir di Sleman, 29 September 1998. Mahasiswa Magister Sastra Fakultas Ilmu Budaya UGM angkatan 2023. Alumnus Bengkel Bahasa dan Sastra Bantul 2015, kelas cerpen. Anggota Komunitas Jejak Imaji. Bermukim di Bantul, Yogyakarta.

*) Disclaimer: Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *