Permintaan Aremania untuk Salim Akbar Tuharea di Bursa Transfer Putaran Kedua
Arema FC kini dihadapkan pada dilema besar terkait keputusan bursa transfer putaran kedua musim 2025/2026. Rasa antusiasme dan dukungan dari Aremania, suporter setia klub, sangat jelas terlihat melalui berbagai komentar di kolom media sosial. Mereka meminta agar Salim Akbar Tuharea tetap bertahan di Arema FC.
Beberapa akun penggemar seperti @abdilahfaqih19 menulis “#SALIMSTAY”, sementara @fanzzzzstecuuu mengatakan “@baba_tuharea11 stayyy”. Hal serupa juga muncul dari @aldiirnggasptraa dengan “#salimstay”, dan @jawapride_com dengan “#SALIMSTAY”. Bahkan @mbombitt00 menulis “Salim not for sale!!,” yang menunjukkan kekecewaan jika Salim tidak dibiarkan tetap di Arema FC.
Salim Akbar Tuharea adalah salah satu pemain paling diminati dalam tim. Ia bergabung dengan Arema FC pada awal musim 2024/2025 dan sejak saat itu menjadi sorotan. Performanya yang luar biasa membuatnya menjadi primadona bagi Aremania. Dalam 41 pertandingan atau 2.298 menit bermain, ia mencetak delapan gol dan tiga assist. Nilai pasar pemain ini mencapai Rp2,17 miliar, yang menunjukkan betapa berharganya dia bagi klub.
Namun, PSM Makassar kabarnya tertarik mendatangkan Salim Akbar Tuharea di bursa transfer putaran kedua. Informasi ini dibongkar oleh akun Instagram @psminfo_1915, yang menyebutkan detail tentang Salim, termasuk usianya yang 21 tahun dan posisinya sebagai winger.
Kini, Arema FC harus mempertimbangkan apakah akan memenuhi permintaan Aremania atau justru melepas Salim ke PSM Makassar. Statistiknya bersama Arema FC sangat menjanjikan:
- Super League 2025/2026: 10 laga/551 menit bermain (1 assist)
- Liga 1 2024/2025: 26 laga/1.395 menit bermain (6 gol dan 2 assist)
- Piala Presiden 2024: 5 laga/352 menit bermain (2 gol)
Arema FC Berpotensi Mubazir di Bursa Transfer?
Selain masalah Salim Akbar Tuharea, Arema FC juga dianggap berpotensi melakukan kesalahan di bursa transfer putaran kedua. Klub ini kabarnya ingin mendatangkan kiper baru, padahal mereka sudah memiliki dua kiper berkualitas, yaitu Lucas Frigeri dan Adi Satryo.
Lucas Frigeri, kiper utama Arema FC, telah bermain 10 laga atau 900 menit di Super League 2025/2026 dengan torehan nol cleansheet dan 10 gol yang kemasukan. Jika cedera, Arema FC masih bisa mengandalkan Adi Satryo, yang memiliki kualitas yang baik dan beberapa kali dipanggil Timnas Indonesia. Adi Satryo telah bermain 7 laga atau 630 menit dengan satu cleansheet dan sembilan gol yang kemasukan.
Selain itu, Arema FC juga memiliki kiper ketiga, Andrian Casavari, yang bisa menjadi cadangan. Meski demikian, Arema FC masih berencana untuk mengincar Gianluca Pandeynuwu dari Persis Solo.
Gianluca Pandeynuwu menjadi target Arema FC karena Persis Solo mendatangkan kiper asing, Vukasin Vranes, yang kemungkinan besar akan menjadi starter. Hal ini membuat posisi Gianluca Pandeynuwu di Persis Solo menjadi tidak aman. Arema FC bisa mendatangkan pemain tersebut dengan opsi pinjaman atau transfer langsung. Namun, biaya yang diperlukan cukup besar karena kontrak Gianluca Pandeynuwu masih tersisa hingga 31 Mei 2027.

Apakah Arema FC berhasil mendatangkan Gianluca Pandeynuwu di putaran kedua musim ini? Ini akan menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh manajemen klub. Bagaimanapun, keputusan yang diambil akan berdampak besar terhadap performa Arema FC di musim depan.











