Anak yang Viral Merokok di Pasar Senen, KPAI Minta Intervensi Segera
Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dian Sasmita, menyoroti kasus seorang anak laki-laki yang viral karena merokok di Pasar Senen, Jakarta. Ia mengingatkan bahwa hal ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga masyarakat dan pemerintah daerah untuk segera memberikan intervensi.
Dian menyampaikan bahwa anak tersebut sering diajak mengamen oleh orang tuanya di tempat umum, sehingga terpapar kebiasaan merokok dari lingkungan sekitarnya. “Ini menjadi tugas tidak hanya orang tua, tapi juga masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Dian, pemerintah daerah harus segera bertindak dengan pendekatan persuasif dan edukatif. “Intervensi yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keluarganya. Tidak mungkin seorang anak secara tiba-tiba langsung merokok,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya melakukan asesmen situasi anak tersebut untuk mengidentifikasi penyebab merokok di usia dini. “Kerentanannya seperti apa, kebutuhannya apa dan sebagainya. Kemudian akan disusun rekomendasi-rekomendasi penanganannya seperti apa,” tambah Dian.
Video Viral Menunjukkan Perilaku Anak yang Merokok
Video yang merekam aktivitas seorang anak laki-laki merokok viral di media sosial Instagram. Dalam video yang diunggah ulang oleh akun @jakpus.terkini, peristiwa tersebut terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Video juga sempat merekam percakapan antara si anak dengan seorang pria.
Pria tersebut sempat menanyakan asal rokok yang diisapnya dan meminta si anak untuk membuangnya. “Hei, sini dulu. Buang. Buang rokok lu tuh,” kata si pria. Namun, si anak tetap terus merokok, meski diomeli oleh ibunya.
Warga sekitar mengatakan bahwa anak yang viral sudah sering merokok. Seorang pedagang minuman bernama Ben (25) mengaku sering melihat anak tersebut. Ia bilang, si anak dan ibunya kerap berada di sekitar Pasar Senen Jaya I dan II. “Iya tahu. Sehari-hari di sini. Ngamen sama ibunya. Pagi-pagi sama sore. Kadang siang,” ujar Ben.
Ben juga sering melihat anak berusia sekitar 7 tahun itu merokok. Namun, menurut dia si anak sering dimarahi oleh ibunya saat merokok. “Kami lihatnya suka diomelin. Sudah dibilangin ibunya buang rokoknya. Tapi sepertinya susah juga,” ungkap Ben.
Anak-Anak di Sekitar Pasar Senen Sering Merokok
Menurut Ben, di sekitar Kompleks Pasar Senen memang banyak anak-anak. Sementara di siang hari, anak-anak berkumpul di depan Pasar Senen Jaya I dan II untuk duduk-duduk atau bermain. Tak jauh dari tempat Ben, pedagang gorengan bernama Ipan juga mengaku sering melihat bocah viral yang merokok.
Namun, beberapa hari belakangan, ia tak melihat anak itu di sekitar depan Pasar Senen Jaya I dan II. “Iya memang sering di sini. Karena kan biasanya sama ibunya ngamen. Tapi sudah dua hari ini tidak lihat. Hari ini juga belum lihat,” tutur Ipan.
Ipan juga mengungkap bahwa bukan hanya si anak yang viral saja yang sehari-hari dilihatnya kerap merokok. Anak-anak lain di sekitar lokasi kejadian tersebut kerap dilihatnya sedang merokok. Mereka berusia awal belasan tahun.
“Mereka beli rokok ke pedagang. Atau minta juga ke orang dewasa yang dikenal. Misal ke pedagang yang sedang merokok mereka minta,” tutur Ipan. Saat dijumpai, Ipan juga sedang merokok. Ia mengaku sering dimintai rokok oleh anak-anak di sana. Namun, karena membeli rokok secara satuan, Ipan tidak memberinya.
“Kalau saya diminta sebenarnya kasihan. Tapi saya kan juga beli satuan. Anak-anak itu kalau punya uang biasanya langsung beli. Yang laki-laki ya,” tutur dia.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











