Riwayat Kesehatan Lula Lahfah
Lula Lahfah memiliki riwayat kesehatan yang cukup kompleks. Ia pernah mengalami berbagai penyakit seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), ISK (Infeksi Saluran Kemih), batu ginjal, dan radang usus besar. Penyakit-penyakit ini sering kambuh karena kebiasaan buruk Lula, yaitu jarang minum air putih, lupa makan, serta tidak memperhatikan waktu istirahat.
Pada awal tahun 2026, Lula sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya memburuk. Namun, setelah pulang dari rumah sakit, ia justru tidak menjaga kesehatannya dengan baik. Ia tidak menghiraukan saran dokter untuk istirahat total dan malah melanjutkan aktivitas sehari-hari. Hal ini memperparah kondisinya dan membuat penyakitnya kembali kambuh.
Pengakuan Lula Soal Penyakitnya
Lula pernah mengungkapkan ketakutannya terhadap penyakit GERD yang dideritanya. Pada tahun 2021, ia menulis di akun Twitter-nya bahwa dirinya takut meninggal karena penyakit tersebut. GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa perih di dada dan perut, rasa pahit di mulut, nyeri ulu hati, mual, dan sulit menelan.
Lula juga pernah mengeluhkan kesakitan akibat GERD yang semakin parah. Ia menulis: “Overthinking sampai GERD lalu makin overthinking karena takut meninggal.” Beberapa waktu kemudian, ia kembali mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak sehat. Ia mengalami demam tinggi, nyeri sendi, dan nyeri perut yang hebat. Setelah diperiksa di rumah sakit, ternyata ia menderita infeksi bakteri yang berasal dari saluran kemih.
Kronologi Lula Ditemukan Meninggal
Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Jasadnya ditemukan oleh petugas keamanan pukul 18.44 WIB dalam kondisi telentang di tempat tidur berselimut putih. Kamarnya terkunci dari dalam, sehingga untuk membuka kamar dibutuhkan bantuan empat orang manajemen apartemen.
Awalnya, ART (Agen Rumah Tangga) Asiah merasa curiga karena Lula tidak memberi respon saat berada di kamar. Karena kekhawatiran, Asiah meminta pertolongan untuk membuka kamar. Ketika dibuka, Lula ditemukan dalam kondisi mulut terbuka dan warna kebiruan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun ditemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan RSPI di dekat posisi tubuhnya.
Berdasarkan surat kematian yang diterbitkan, Lula dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB. Saat ini, Satreskrim Polres Jakarta Selatan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menelusuri lebih jauh kronologi dan penyebab pasti kematian korban.
Dokumen Medis Akhirnya Membuka Fakta
Setelah spekulasi liar beredar di media sosial, dokumen medis akhirnya muncul ke publik dan menjadi jawaban atas simpang siur yang beredar. Surat Keterangan Kematian bernomor 023/I/2026/SKK/MMC yang diterbitkan oleh Mardhiyah Medical Clinic menegaskan bahwa Lula meninggal dunia akibat henti jantung (henti jantung henti nafas).
Fakta medis ini sekaligus menutup ruang bagi berbagai rumor yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra dan mencatat bahwa Lula dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB. Dengan demikian, isu yang mengaitkan kepergian Lula dengan penyalahgunaan obat-obatan, termasuk narasi “Lula Lahfah OD” dan “Lula Lahfah overdosis”, dipastikan tidak berdasar.











