Persib Bandung Perkuat Skuad dengan Dua Pemain Baru
Persib Bandung menunjukkan komitmen serius dalam menghadapi paruh kedua musim, dengan mendatangkan dua pemain anyar untuk memperkuat skuad Maung Bandung di Super League 2025-2026. Kedua pemain yang resmi bergabung adalah Layvin Kurzawa dan Dion Markx, yang memiliki latar belakang dan karakter yang sangat berbeda.
Layvin Kurzawa datang dengan status yang menjanjikan sebagai mantan bek dari klub besar Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ia dikenal sebagai pemain berkualitas yang telah membuktikan dirinya di level internasional. Sementara itu, Dion Markx hadir sebagai investasi jangka panjang, seorang bek muda naturalisasi yang kini menjadi bagian dari Timnas Indonesia U23.
Kehadiran kedua pemain ini bukan tanpa alasan. Persib sedang menjalani musim yang padat, dengan kompetisi domestik dan Liga Champions Asia Two (ACL Two) yang masih berlangsung hingga fase gugur. Hal ini membuat rotasi pemain dan kualitas pelapis menjadi faktor penting bagi tim asuhan Bojan Hodak.
Melalui media sosial resmi klub, Persib memperkenalkan Layvin Kurzawa dengan nuansa khas Kota Kembang. Pesan yang disampaikan menyebutkan: “He knows Paris, but now he’s home in Paris van Java. Bienvenue a Bandung, Layvin Kurzawa.” Tak berselang lama, pengumuman kedatangan Dion Markx juga dilakukan dengan pesan emosional yang kuat. “Wilujeng Sumping, Dion Markx. This is where you belong. Ready to fight for the Blue.”
Kedua pemain bahkan diperkenalkan langsung di Stadion Bandung Lautan Api, jelang laga Persib kontra PSBS pada Minggu (25/1/2025) malam. Khusus Dion Markx, perekrutan ini menandai langkah strategis Persib dalam membangun fondasi jangka menengah dan panjang.
Dion sebelumnya memperkuat Top Oss, klub kasta kedua Liga Belanda, yang dikenal dengan kompetisi ketat dan menuntut kedisiplinan taktik. Sebelumnya, ia juga ditempa di akademi dua klub Eredivisie, Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen. Pengalaman tersebut membuat Dion terbiasa dengan atmosfer sepak bola Eropa sejak usia muda.
Persib kemudian mengikat Dion Markx dengan kontrak hingga 2,5 musim, sebuah sinyal kepercayaan besar terhadap potensinya. Di level internasional, Dion Markx telah mengenakan seragam Timnas Indonesia U20 hingga U23. Statusnya sebagai bek muda naturalisasi memberi nilai tambah tersendiri bagi Maung Bandung.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, sebelumnya sempat menyebutkan tentang berkurangnya kedalaman skuad setelah melepas Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa ke Persik Kediri. Hal ini membuat Persib membutuhkan tambahan tenaga di lini pertahanan, terutama untuk menjaga konsistensi di dua kompetisi.
Bojan Hodak mengonfirmasi bahwa perekrutan Kurzawa dan Dion adalah jawaban atas kebutuhan tersebut. “Bagus, ada 2 tambahan pemain bagi kami dan itu bagus. Karena kekuatan kami sedikit berkurang pasca Rezaldi dan Hamra pergi,” ujarnya.
Ia menegaskan, sektor belakang menjadi fokus utama bursa transfer kali ini. “Kami sedikit kekurangan pemain di pertahanan dan karena itu kami merekrut satu bek kiri dan satu bek tengah,” paparnya.
Dion Markx diproyeksikan sebagai bek tengah modern yang bisa berkembang seiring waktu. Selain kualitas teknis, Dion juga dipandang sebagai aset berharga bagi Persib di masa depan. Faktor usia menjadi pertimbangan penting, sebab Dion masih berada dalam fase emas untuk berkembang. Ia juga tercatat sebagai bagian dari skuad Timnas U23 Indonesia, sebuah nilai tambah dalam konteks pengembangan pemain lokal.
Bersama Kakang Rudianto dan Robi Darwis, Dion Markx dapat membantu Persib memenuhi regulasi pemain U23. Bojan Hodak menjelaskan alasan utama Persib membidik pemain muda seperti Dion. “Dion itu seperti Kakang dan Robi yang masuk kuota pemain U23, kami mencari pemain muda karena mereka masih bisa berkembang dan mengeksplorasi kemampuannya,” ujarnya.
Tidak hanya Dion, Persib juga memiliki sejumlah talenta muda lain yang masuk dalam radar pengembangan tim utama. Nama-nama seperti Nazriel Alfaro, Zulkifli Lukmansyah, dan penjaga gawang Fitrah Maulana, contoh regenerasi tengah disiapkan. “Sebelumnya sudah ada Nazriel, Zul, Fitrah, jadi bagus karena akan ada pemain muda lainnya,” tutur Hodak.
Pelatih berusia 53 tahun itu menilai latihan bersama tim utama adalah proses penting bagi para pemain muda. “Mereka perlu berlatih dengan kami dan berusaha untuk mendapatkan kesempatan. Mungkin di masa yang akan datang, dia bisa mengisi 11 pemain pertama di tim kami,” jelasnya.
Perekrutan Dion Markx sendiri sempat di luar dugaan banyak pihak, termasuk Bobotoh. Pasalnya, Persib sebelumnya dikaitkan dengan sejumlah nama naturalisasi lain seperti Joey Pelupessy dan Maarten Paes. Meski begitu, Dion Markx bukan sosok asing bagi pencinta sepak bola nasional. Ia dinaturalisasi bersamaan dengan Ole Romeny dan Tim Geypens, dan kini menjadi bagian penting dari proyek masa depan Persib Bandung.











