Kemenangan Persib Bandung di Solo Berikan Makna Khusus bagi Thom Haye
Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengaku sangat terkesan setelah membawa timnya meraih kemenangan dalam laga melawan Persis Solo di Stadion Manahan. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (31/1/2026) berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Maung Bandung. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Andrew Jung, yang membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan keunggulan tiga poin dari Persija Jakarta.
Kemenangan ini memiliki makna istimewa bagi Thom Haye. Pasalnya, pertandingan digelar di Kota Solo, tempat kakeknya lahir. Bagi Haye, momen ini menjadi pengalaman emosional yang tidak bisa dilupakan. Ia mengungkapkan bahwa ia sudah memikirkan hal tersebut sejak sebelum pertandingan dimulai.
“Jujur saja saya sudah memikirkan hal itu sejak kemarin,” ujar Thom Haye usai laga. “Saya ingat kakek saya lahir 100 tahun yang lalu. Saya sudah tidak sabar bisa datang ke Kota Solo.”
Haye merasa terharu bisa membawa Persib menang di kota yang memiliki ikatan emosional dengan keluarganya. Menurutnya, hari ini adalah hari spesial bagi keluarganya. Ia juga memberikan pujian khusus untuk Stadion Manahan, yang ia anggap sebagai salah satu stadion terbaik musim ini.
“Kalau anda lihat Stadion Manahan, anda tahu bahwa stadion ini jadi salah satu stadion terbaik yang saya lihat musim ini,” kata Haye. “Tentunya saya sangat bangga bisa kembali ke Kota Solo.”
Sayangnya, jadwal padat bersama Persib membuat Thom Haye tak bisa berlama-lama di Kota Bengawan. Ia hanya sempat menikmati suasana kota dalam waktu singkat. “Sangat sulit (mencari waktunya) sejak di hotel kemarin,” ujarnya. “Saya mencoba berjalan-jalan di sekitar untuk menikmati kota ini. Tapi saya ingin kembali ke sini dengan waktu yang lebih lama lagi.”
Mengenal Stadion Manahan Solo
Stadion Manahan merupakan stadion sepak bola yang terletak di pusat Kota Solo, Jawa Tengah. Dengan kapasitas sekitar 20.000 penonton, stadion ini menjadi markas Persis Solo dan pernah digunakan Tim Nasional Indonesia, khususnya pada ajang Kejuaraan Piala AFF 2024.
Lokasinya yang strategis di Jalan Adi Sucipto, dekat dengan stasiun, terminal, bandara, hotel, serta pusat perbelanjaan, menjadikan Stadion Manahan sangat representatif untuk menggelar event olahraga berskala nasional maupun internasional.
Stadion Manahan memiliki nilai sejarah penting. Stadion ini diresmikan pada 21 Februari 1998 oleh Presiden RI saat itu, Soeharto, dan merupakan persembahan dari Yayasan Ibu Tien Soeharto. Pembangunannya dimulai sejak 1989 di atas lahan seluas 170.000 meter persegi dan memakan waktu sekitar sembilan tahun.
Manahan juga tercatat sebagai stadion pertama di Indonesia yang menjadi tuan rumah ajang olahraga difabel terbesar di Asia Tenggara, ASEAN Para Games 2011. Dalam perjalanannya, Stadion Manahan beberapa kali mengalami renovasi besar.
Pada 2008, stadion ini ditutup sementara untuk perbaikan sistem drainase guna menghilangkan citra sebagai “stadion langganan banjir”. Renovasi tersebut mencakup penggantian rumput lapangan dengan rumput bermuda (Cynodon dactylon), perbaikan drainase modern, serta penggunaan pasir khusus dari Pantai Samas, Yogyakarta. Renovasi rampung pada 2009 dan PORPROV Jawa Tengah menjadi ajang pertama pasca pembukaan kembali.
Renovasi besar kembali dilakukan pada 2018 hingga 2019. Setelah diperbarui, Stadion Manahan tampil lebih modern dan kerap disebut sebagai “GBK mini”. Kini, Stadion Manahan tidak hanya menjadi kebanggaan warga Solo, tetapi juga salah satu stadion terbaik di Indonesia dengan fasilitas yang layak untuk pertandingan level tinggi.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











