My WordPress Blog

Ribuan Pelari Hadiri Basel Run 2026 di Toboali Bangka Selatan

Pagi yang Dingin dan Semangat yang Menggebu di Basel Run 2026

Langit Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung masih berwarna kelabu ketika barisan pelari memenuhi garis start, Sabtu (31/1/2026) pagi. Matahari belum terbit, lampu-lampu jalan masih menyala, dan udara pagi masih terasa dingin menyapu kulit. Namun di bawah gapura menjulang berwarna biru mencolok, tubuh-tubuh berdiri rapat bahkan sepatu menempel di aspal yang masih lembab.

Dalam hitungan detik derap langkah sepatu lari berhimpit di atas karpet merah. Napas para pelari saling bersahutan hingga pita start meregang ketika bendera start mulai dikibarkan. Di sisi kiri dan kanan lintasan, sorak warga dan panitia pecah menjadi gemuruh ketika Basel Run 2026 resmi dimulai. Bahkan dalam momentum itu jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Kabupaten Bangka Selatan ikut ambil bagian dalam ajang tersebut.

Keterbatasan Anggaran Bukan Penghalang

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk terus menghadirkan kegiatan yang berpihak kepada masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Basel Run 2026. Ajang lari massal yang digelar tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, tetap mampu memberikan dampak nyata bagi daerah.

“Basel Run adalah kegiatan nol APBD. Sebagaimana bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Selatan,” kata Riza Herdavid.

Agenda Rutin Tahunan

Riza Herdavid mengatakan, Basel Run akan dijadikan sebagai agenda rutin tahunan. Efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah tidak boleh mematikan kreativitas daerah dalam menghadirkan kegiatan berbasis masyarakat. Justru, kata Riza, di tengah keterbatasan itu, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung.

Satu di antaranya seperti kegiatan Basel Run 2026 yang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Bangka Selatan dan Hari Pers Nasional tahun 2026. Diakuinya rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tergolong panjang hingga 10 hari. Selama kegiatan turut diisi dengan berbagai event-event menarik dan diselenggarakan tanpa menggunakan dana APBD. Selain itu, turut mendongkrak kunjungan wisatawan untuk datang ke Kabupaten Bangka Selatan.

“Ini mungkin rangkaian HUT terpanjang selama 23 tahun terakhir dan banyak kegiatan non-APBD. Tapi kita buktikan, Kabupaten Bangka Selatan masih bisa membuat acara-acara yang pro rakyat dan manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Riza Herdavid.

Kontribusi Besar Event Olahraga

Di sisi lain sambung dia, event olahraga memiliki kontribusi besar terhadap berbagai aspek pembangunan daerah, mulai dari kesehatan masyarakat hingga pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Basel Run tidak hanya diposisikan sebagai ajang olahraga semata, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan daerah. Pemerintah ingin memberikan dampak positif dan pengalaman baru bagi para pelari. Sekaligus menjadi daya tarik wisatawan agar mau berkunjung dan menikmati keindahan alam Bangka Selatan.

Melalui Basel Run, Pemkab Bangka Selatan berupaya mendorong daerahnya menjadi destinasi sport tourism. Kegiatan olahraga dikolaborasikan dengan potensi pariwisata lokal. Termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah lewat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta industri ekonomi kreatif.

“Basel Run 2026 bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga menjadi platform yang disediakan pemerintah untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif dan UMKM,” sebutnya.

Antusiasme Peserta yang Tinggi

Dalam kesempatan tersebut, Riza juga menyampaikan apresiasi kepada atlet nasional Robi Syianturi yang turut hadir memeriahkan kegiatan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan acara. Panitia sudah berusaha maksimal dengan segala keterbatasan.

“Semoga ke depan kawan-kawan masih mau mengikuti agenda lari yang diselenggarakan di Kabupaten Bangka Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bangka Selatan, Dedy Irawan menyebut sudah beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Bangka Selatan dan HPN 2026. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Trasi alias Trabas Alam South Bangka Island yang diikuti hampir 500 rider dari berbagai daerah. Menariknya, sekitar 90 persen peserta berasal dari luar Kabupaten Bangka Selatan. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa Bangka Selatan memiliki daya tarik tersendiri bagi komunitas offroader.

Dedy Irawan menambahkan, antusiasme serupa juga terlihat pada Basel Run yang diikuti lebih dari 1.300 peserta. Tingginya jumlah peserta tersebut turut berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel dan homestay di Kota Toboali.

“Basel Run ini tentu berdampak terhadap okupasi hotel dan homestay yang ada di Toboali. Ini bukti nyata bahwa event olahraga bisa menggerakkan ekonomi lokal,” ucap Dedy Irawan.

Kesimpulan

Dengan konsep kolaborasi, efisiensi anggaran, dan partisipasi masyarakat, Basel Run 2026 dinilai menjadi contoh. Bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghadirkan kegiatan berkualitas sekaligus mendorong Bangka Selatan menuju destinasi sport tourism yang diperhitungkan. Basel Run juga menjadi upaya untuk membangun kembali kepercayaan komunitas pelari, baik dari dalam maupun luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setelah adanya peristiwa event lari yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Lewat ajang Basel Run, pihaknya mencoba mengembalikan kepercayaan para pelari.

“Di Kabupaten Bangka Selatan kita buktikan bahwa bisa memberikan yang terbaik dalam ajang lari tahunan,” pungkasnya.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *