Dua Nama yang Menjadi Tangan Kanan John Herdman di Timnas Indonesia
PSSI hingga kini belum mengumumkan secara resmi siapa tangan kanan selanjutnya John Herdman di Timnas Indonesia. Namun, berdasarkan beberapa informasi yang beredar, terdapat dua nama yang menjadi perhatian utama. Salah satunya adalah sosok kejutan, sementara yang lain berasal dari klub Super League 2025, Persija Jakarta.
Indra Sjafri, Nama yang Santer Dibicarakan
Salah satu nama yang sering muncul dalam diskusi tentang posisi asisten pelatih John Herdman adalah Indra Sjafri. Sebagai mantan pelatih Timnas U22 Indonesia, ia memiliki rekam jejak yang cukup baik. Prestasi dan pengalamannya dalam membina pemain muda diyakini akan menjadi nilai tambah bagi program kepelatihan Herdman.
Rumor tentang kemungkinan masuknya Indra Sjafri ke dalam jajaran kepelatihan Timnas Indonesia dibongkar oleh akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @nobarbareng.id, pada 26 Januari 2026 lalu. Peluang Indra Sjafri untuk bergabung dengan tim kepelatihan John Herdman terbilang terbuka lebar. Mengingat hingga saat ini, pelatih yang sukses memberi emas SEA Games 2023 itu masih dalam status bebas selepas gagal bersama Timnas U22 Indonesia.
Indra Sjafri dikenal sebagai salah satu pelatih paling berprestasi di Indonesia. Nama ini kembali mencuat dalam perbincangan publik. Sosok yang menjadi kebanggaan, khususnya bagi suporter dan masyarakat Minang ini, dikabarkan masuk dalam radar sebagai calon kandidat asisten pelatih untuk pelatih Timnas Indonesia, Jhon Herdman.
Prestasi dan pengalamannya yang matang dalam membina pemain muda diyakini menjadi aset berharga untuk mendukung program kepelatihan Herdman. Isu ini pun langsung memantik beragam reaksi dan dukungan dari publik.
Dzikry Lazuardi, Kepala Analis Persija Jakarta
Nama kedua yang sudah resmi bergabung dengan staf kepelatihan Timnas Indonesia era John Herdman adalah Dzikry Lazuardi, kepala analis Persija Jakarta. Perpisahan Dzikry Lazuardi dengan Persija Jakarta resmi diumumkan pada Jumat (30/1/2026) lalu.
Menurut Dzikry, meninggalkan Persija Jakarta di paruh kompetisi bukanlah rencana awalnya. Ia juga turut menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan kebersamaannya bersama tim Persija Jakarta terkhusus di departemen analisis tim.
“Semuanya, terima kasih untuk kerja samanya selama ini. Saya sebenarnya tidak pernah berpikir akan meninggalkan Persija di tengah musim,” jelas Dzikry dalam video perpisahan yang dirilis klub.

Sebagai informasi, dasar penunjukkan Dzikry tak terlepas dari pengalamannya berkecimpung di sepak bola Indonesia. Nantinya, ia akan bekerja berdampingan dengan Cesar Mylan yang sudah lebih dahulu ditunjuk sebagai tangan kanan John Herdman di Timnas Indonesia.
Sebelum masuk jajaran Persija Jakarta, Dzikry Lazuardi jadi video analist dari Sulut United (2021), Persipura Jayapura (2021-2023), Persis Solo (2023-2024) dan Persija Jakarta (2024-2026). Lisensi kepelatihan pria asli kelahiran Bandung itu saat ini yakni lisensi C Nasional.
Empat Kandidat Lainnya yang Berpotensi Bergabung
Meski belum dapat diketahui secara pasti, ada beberapa nama yang sudah beredar sebagai kandidat asisten pelatih John Herdman di Timnas Indonesia. Beberapa nama tersebut antara lain:
-
Zulkifli Syukur
Mantan ikon Arema FC, Zulkifli Syukur masuk ke dalam kandidat asisten pelatih Timnas Indonesia era John Herdman.
-
Kurniawan Dwi Yulianto
Striker kondang Timnas Indonesia era awal 2000-an, Kurniawan Dwi Yulianto masuk ke dalam radar asisten pelatih John Herdman.
-
Ricardo Salampessy
Bek ikon Persipura Jayapura era ISL, Ricardo Salampessy juga masuk lis kandidat asisten pelatih Timnas Indonesia era John Herdman.
-
Ahmad Amiruddin
Gelandang ikonik PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, juga masuk ke dalam lis asisten pelatih John Herdman.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











