My WordPress Blog

Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya yang Diperhatikan Pasca-Kekalahan vs Bhayangkara FC

Persebaya Surabaya Kembali Tumbang, Rekor Tak Terkalahkan Berakhir

Pada pertandingan pekan ke-21 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan setelah kalah 1-2 dari Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Hasil ini mengakhiri rekor 13 laga tak terkalahkan yang sebelumnya dicatatkan oleh Bajol Ijo.

Kekalahan tersebut memicu penurunan performa tim, meskipun Persebaya tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang. Namun, para pemain gagal memanfaatkan kesempatan tersebut dengan optimal. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil ini, terutama karena masalah utama yang muncul adalah buruknya penyelesaian akhir.

“Kami menciptakan beberapa peluang di babak pertama, tetapi tidak menembak dengan akurat,” ujar Tavares. Ia juga menilai dominasi tim di babak kedua tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Performa Bhayangkara FC Mengangkat Posisi di Klasemen

Di sisi lain, Bhayangkara FC merayakan kemenangan yang membawa mereka naik ke peringkat delapan klasemen. Dua gol yang dicetak oleh Henri Doumbia pada menit ke-24 dan Moussa Sidibe pada menit 45+1 menjadi penentu kemenangan tim. Sementara itu, Persebaya hanya mampu membalas melalui Mihailo Perovic pada menit ke-64.

Bagi Bhayangkara FC, kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah sebelumnya kalah dari Borneo FC. Kemenangan ini memberikan semangat baru bagi tim untuk terus berjuang di kompetisi musim ini.

Penyelesaian Akhir Jadi Fokus Utama Tavares

Tavares menyoroti pentingnya penyelesaian akhir dalam pertandingan. Ia menilai bahwa timnya memiliki banyak peluang, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol. “Kami lebih banyak menembak ke gawang dan menciptakan peluang, tapi sayangnya hanya satu gol yang tercipta,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa tambahan waktu yang diberikan wasit dinilai terlalu singkat. “Saya terkejut wasit hanya memberi tambahan lima menit. Tapi ini bukan alasan, ini hanya kenyataan,” tegasnya.

Meski demikian, Tavares tetap mengapresiasi dukungan suporter. “Terima kasih kepada para pendukung. Suasananya fantastis. Kami akan belajar dari kekalahan ini.”

Profil Pelatih Bernardo Tavares

Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan lisensi Pro UEFA. Ia lahir di Proença-a-Nova, Portugal, pada 2 Mei 1980. Karier kepelatihannya dimulai dari level pengembangan pemain muda di Portugal, termasuk di klub besar seperti Benfica, Porto, dan Sporting.

Sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya, Tavares pernah melatih berbagai klub di berbagai negara, seperti Bahrain, Oman, Maladewa, Makau, India, hingga Finlandia. Ia berhasil meraih gelar juara bersama Benfica Macau dan New Radiant sebelum mencatat prestasi besar di Indonesia.

Bersama PSM Makassar, Tavares mempersembahkan gelar Liga 1 musim 2022/2023 dan dinobatkan sebagai pelatih terbaik. Meski berpisah pada 2025, reputasinya tetap melekat sebagai pelatih bertangan dingin.

Statistik dan Sejarah Karier Tavares

Berikut adalah statistik dan sejarah karier Bernardo Tavares:

  • Piala Presiden: 7 pertandingan, 1 menang, 3 seimbang, 3 kalah
  • Super League: 103 pertandingan, 45 menang, 37 seimbang, 21 kalah
  • Liga 1 Indonesia Champions League Playoff: 2 pertandingan, 1 seimbang, 1 kalah
  • AFC Cup: 20 pertandingan, 10 menang, 2 seimbang, 8 kalah
  • ASEAN Club Championship: 6 pertandingan, 3 menang, 1 seimbang, 2 kalah
  • Piala AFC: 1 pertandingan, 1 menang
  • Taca de Portugal: 1 pertandingan, 1 kalah
  • Liigacup: 4 pertandingan, 2 menang, 2 kalah
  • Veikkausliiga: 1 pertandingan, 1 kalah
  • I-League: 15 pertandingan, 6 menang, 2 seimbang, 7 kalah

Sejarah Sebagai Pelatih Kepala

  • PSM Makassar: 10 April 2022 – 1 Oktober 2022
  • Helsinki IFK: 1 Januari 2022 – 5 April 2022
  • Ch. Brothers: 28 November 2019 – 10 Maret 2020
  • Benfica Macau: 18 Januari 2018 – 31 Agustus 2018
  • News Radiant: 16 Januari 2017 – 24 Juni 2017
  • African Lyon: 1 Agustus 2016 – 31 Desember 2016
  • GC Tourizense: 12 Januari 2016 – 30 Juni 2016
  • Al-Nahda: 1 Desember 2014 – 31 Juli 2015
  • Tirsense: 1 Juli 2014 – 10 November 2014


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *