Ringkasan Berita
Latihan Uji Kompetensi Biologi kelas 12 halaman 189 mencakup topik-topik penting seperti hukum Hardy-Weinberg, mekanisme evolusi, serta teori Lamarck dan Darwin. Soal-soal esai dalam latihan ini dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam menganalisis konsep-konsep genetika populasi, peran bencana alam sebagai faktor evolusi, dan hubungan kekerabatan antar spesies.
Kunci jawaban yang tersedia dapat digunakan sebagai bahan belajar dan evaluasi untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi Biologi kelas 12 halaman 189. Lembar uji kompetensi ini juga berisi soal-soal esai yang mengevaluasi pemahaman siswa tentang konsep evolusi dan genetika populasi.
Latihan ini membantu siswa memahami teori keseimbangan Hardy-Weinberg, pengaruh bencana alam terhadap proses evolusi, serta perbandingan gagasan-gagasan evolusi dari para ilmuwan terkenal. Dengan demikian, siswa dapat lebih memahami dinamika evolusi dan bagaimana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam konteks nyata.
Uji Kompetensi
B. Esay
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar:
- Di dalam suatu populasi tidak terjadi mutasi, tidak ada seleksi alam, dan tidak terjadi perkawinan secara acak. Berdasarkan hal tersebut, apakah berlaku hukum Hardy-Weinberg untuk populasi tersebut? Jelaskan!
Jawaban:
Ya. Jika dalam suatu populasi tidak terjadi mutasi, tidak terjadi seleksi alam, dan tidak ada perkawinan acak maka dalam populasi tersebut keseimbangan hukum Hardy Weinberg akan dapat dibuktikan. Hal ini karena jika faktor-faktor di atas dapat dikontrol maka tidak akan terjadi perubahan frekuensi alel dalam sebuah gene pool.
- Berikan penjelasan, apakah bencana alam dapat dijadikan sebagai salah satu penyebab mekanisme evolusi?
Jawaban:
Ya, bencana alam merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya mikroevolusi di dalam sebuah populasi. Hal ini bisa terjadi karena peristiwa bencana alam dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan variasi tertentu dalam sebuah populasi secara acak. Sifat spesies yang selamat dari peristiwa bencana alam inilah yang akan diwariskan secara terus-menerus sehingga membentuk populasi baru. Jika hal ini berlangsung dalam kurun waktu yang sangat panjang maka variasi spesies yang lama tidak dapat lagi ditemukan dalam populasi yang baru.
- Tunjukkan perbedaan evolusi yang dicetuskan Lamarck dan evolusi yang disampaikan Darwin!
Jawaban:
Evolusi jerapah berleher panjang oleh Lamarck: Lamarck menjelaskan bahwa mekanisme pada jerapah berleher panjang terletak pada konsep use and disuse. Lamarck menekankan bahwa pada kehidupan sebelumnya semua jerapah berleher pendek, akan tetapi seiring waktu dan karena daun pepohonan yang semakin tinggi maka jerapah semakin sering menggunakan lehernya demi memperoleh bahan makanan untuk bertahan hidup. Hal inilah yang menyebabkan jerapah menjadi berleher panjang dan sifat ini akan diwariskan.
Evolusi jerapah berleher panjang oleh Darwin: Darwin menekankan pada mekanisme adaptasi dan seleksi alam. Darwin menjelaskan bahwa pada awalnya terdapat jerapah yang berleher pendek dan berleher panjang. Seiring berjalannya waktu, dedaunan pepohonan semakin tinggi dan hanya jerapah berleher panjang yang mampu beradaptasi dan memperoleh makanan untuk bertahan hidup. Hal ini menyebabkan jerapah berleher pendek menjadi punah sehingga sifat yang terus diwariskan hingga saat ini adalah jerapah berleher panjang.
- Jelaskan argumenmu terhadap argumen yang menyatakan bahwa simpanse dan manusia memiliki perbedaan molekuler sekitar 1 persen memperlihatkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat!
Jawaban:
Persentase 1 persen perbedaan materi genetik antara manusia dan simpanse memiliki makna yang membuat simpanse dan manusia tidak benar-benar sama 100 %. Di dalam satu persen perbandingan materi genetik antara simpanse dan manusia tersebut mengandung kekhasan urutan basa nitrogen yang akan membentuk kodon dan memuat informasi asam amino yang khas dan hanya dimiliki oleh spesies manusia.
- Persentase laki-laki buta warna di Indonesia sebesar 7 persen. Anggota populasi laki-laki dengan wanita berjumlah sama dengan perbandingan 1:1. Berapakah perbandingan wanita buta warna dan wanita carrier?
Jawaban:
Kasus pada soal merupakan penerapan hukum Hardy Weinberg. Hukum Hardy Weinberg memiliki persamaan (p+q)² = p² + 2pq + q² dengan p² adalah persentase individu homozigot dominan, 2pq adalah persentase individu heterozigot, dan q² adalah persentase individu homozigot resesif. Berdasarkan persamaan tersebut, maka:
– Laki-laki buta warna (XbY) = 7 % = 0,07 (q)
– Wanita carrier (XX) = 2 pq
– Wanita buta warna (Xcb Xcb) = q²
– Hukum Hardy-Weiberg: p + q = 1
– p = 1 – q
– p = 1 – 0,07 = 0,93 atau 93 % (normal)
– Wanita carrier: 2 pq = 2 x (0,93) (0,07) = 0,1302 atau 13,02 %
– Wanita buta warna: q² = (0,07)² = 0,0049 = 0,49 %
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











