My WordPress Blog

Ruang Ganti Persebaya Penuh Semangat! Leo Lelis Incar 3 Poin di Kandang Persijap Jepara

Persebaya Surabaya Berjuang untuk Bangkit Pasca-Kekalahan

Ruang ganti Persebaya Surabaya dipenuhi oleh berbagai emosi setelah kekalahan yang menyakitkan di kandang sendiri. Leo Lelis, seorang bek berusia 32 tahun, langsung menunjukkan tekadnya untuk mencuri tiga poin saat tim melawat ke markas Persijap Jepara.

Kekalahan tersebut belum sepenuhnya terlupakan dari benak para pemain. Kekalahan di rumah sendiri bukan hanya sekadar kehilangan angka, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi harga diri tim besar seperti Persebaya Surabaya. Hasil pahit ini terjadi saat Green Force menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan tamu dengan skor akhir 1-2.

Tim tamu berhasil mencuri dua gol lebih dulu di babak pertama, membuat suasana stadion mendadak sunyi. Persebaya Surabaya hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Mihailo Perovic pada menit ke-65. Kekalahan itu terasa makin perih karena memutus rangkaian 13 pertandingan tak terkalahkan yang sebelumnya dijaga dengan susah payah. Ironisnya, rekor impresif tersebut runtuh di hadapan ribuan Bonek dan Bonita yang memadati tribun.

Atmosfer ruang ganti selepas laga langsung berubah drastis. Rasa kesal, kecewa, dan marah bercampur menjadi satu dalam momen yang penuh emosi. Salah satu yang paling merasakan kekecewaan itu adalah Leo Lelis. Bek berusia 32 tahun tersebut tak menutupi perasaannya saat ditemui usai sesi latihan pada Rabu (18/2/2026). Meski begitu, Leo memilih tidak berlarut dalam penyesalan. Ia menegaskan fokus utama tim adalah berbenah dan meningkatkan kualitas permainan secepat mungkin.

“Ya, saya mencoba lebih fokus pada apa yang bisa saya tingkatkan dari diri saya sendiri. Ketika kami berlatih, saya mencoba memotivasi para pemain dan bekerja sama agar kami bisa berkembang lagi sebagai sebuah tim,” ujarnya.

Bagi Leo, kekalahan memang menyakitkan, tetapi tidak boleh mematahkan mental tim. Ia melihat situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat karakter dan solidaritas di dalam skuad. “Kekalahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Jadi kami menantikan pertandingan berikutnya agar kami dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin,” ucapnya.

Semangat itu mulai terasa dalam setiap sesi latihan. Intensitas meningkat dan komunikasi antarpemain makin diperkuat demi memastikan kesalahan yang sama tidak terulang. Jawaban atas kekecewaan tersebut sudah di depan mata. Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Persijap Jepara pada pekan ke-22 dengan misi jelas, membawa pulang poin penuh.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB. Stadion itu dikenal cukup angker bagi tim tamu karena dukungan suporternya yang militan. Persijap Jepara tentu tidak ingin kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri. Situasi ini membuat duel diprediksi berjalan ketat dan sarat tensi sejak menit awal.

Namun, Persebaya Surabaya datang dengan ambisi besar untuk menebus kegagalan sebelumnya. Tekad mencuri tiga poin menjadi harga mati demi mengembalikan kepercayaan diri tim. Leo memastikan seluruh pemain sudah mengubah rasa kecewa menjadi bahan bakar motivasi. Tidak ada ruang untuk meratapi kekalahan terlalu lama dalam kompetisi yang berjalan padat.

“Kami bekerja sangat keras karena jawaban terbaik untuk kekalahan adalah dengan bekerja keras, dan terus bekerja dengan lebih keras. Jadi kami mempersiapkan diri dengan sangat serius dan sebaik mungkin untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Ucapan itu mencerminkan kondisi ruang ganti Persebaya Surabaya yang kini menyala oleh semangat pembuktian. Emosi yang sempat meluap perlahan berubah menjadi energi positif untuk bangkit. Bagi Green Force, laga tandang ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini menjadi momen pembuktian mental setelah rekor 13 laga tanpa kekalahan terhenti secara menyakitkan.

Jika mampu mencuri tiga poin di Jepara, Persebaya Surabaya tidak hanya memperbaiki posisi di klasemen Super League 2025/2026. Mereka juga mengirim pesan kuat kepada pesaing bahwa tim ini belum habis. Sorotan kini tertuju pada bagaimana Leo Lelis memimpin lini belakang dalam tekanan. Pengalaman dan ketenangannya dibutuhkan untuk meredam agresivitas tuan rumah.

Ruang ganti Persebaya Surabaya yang sempat dipenuhi emosi kini menjelma menjadi ruang konsolidasi. Dari kekecewaan lahir tekad baru untuk kembali menyalakan asa. Sabtu malam nanti akan menjadi panggung pembuktian sesungguhnya. Apakah Leo Lelis dan kolega mampu mencuri tiga poin di kandang Persijap Jepara, atau justru kembali tersandung, semua akan terjawab di Gelora Bumi Kartini.


Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *