Beasiswa S2 dan S3 Pemerintah untuk Kuliah ke Luar Negeri
Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi warga negaranya. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui berbagai program beasiswa yang tersedia, baik untuk jenjang S1, S2, maupun S3. Beberapa beasiswa ini tidak hanya terbuka bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi pegawai pemerintah, TNI, Polisi, dan PNS aktif.
Beasiswa LPDP memang menjadi salah satu yang paling dikenal, namun selain itu masih ada beberapa alternatif lain yang bisa dipertimbangkan. Berikut ini adalah empat beasiswa S2 dan S3 yang dapat digunakan sebagai pilihan untuk kuliah ke luar negeri.
1. Beasiswa Unggulan
Beasiswa ini ditujukan kepada masyarakat berprestasi, termasuk penyandang disabilitas. Selain itu, beasiswa ini juga mencakup pegawai Kemendikdasmen. Program ini menawarkan pembiayaan untuk calon mahasiswa S1 hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Persyaratan Umum:
* Mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait.
* Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain.
* Belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama.
* Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi paling rendah B/Baik Sekali atau di perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
* Tidak berstatus sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, dan pelaku budaya.
* Diutamakan untuk kelas regular.
* Memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/nonakademik tingkat internasional dan/atau nasional.
2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
Beasiswa BIB merupakan kolaborasi antara Kemenag dan LPDP Kementerian Keuangan. Tujuan utama dari beasiswa ini adalah meningkatkan kualitas SDM di bidang keagamaan, sains, teknologi, serta sosial humaniora. Beasiswa ini menawarkan pembiayaan penuh untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik studi dalam maupun luar negeri.
Skema Beasiswa:
* Beasiswa Umum: Ditujukan bagi keluarga besar Kemenag, termasuk santri, siswa, mahasiswa, guru, ustaz, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, dan pegawai Kemenag.
* Beasiswa Prestasi: Untuk calon pendaftar dengan prestasi akademik dan nonakademik seperti tahfiz Al-Qur’an dan juara olimpiade tingkat nasional maupun internasional.
* Beasiswa Targeted: Merupakan beasiswa afirmasi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Pendidikan Jarak Jauh S1 pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC).
Persyaratan Umum:
* Berusia maksimal 40 tahun untuk pelamar S2 dan 45 tahun untuk pelamar S3.
* Memiliki ijazah atau surat keterangan lulus.
* Bagian dari keluarga besar Kementerian Agama RI.
* Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau kemampuan bahasa Arab yang dibuktikan dengan sertifikat TOAFL.
* Melengkapi persyaratan administrasi lainnya.
3. Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah
BAZNAS RI membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah untuk mahasiswa aktif asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di delapan negara Timur Tengah. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif jenjang S1 dan terbuka juga untuk S2, dengan pembiayaan living cost sebesar Rp1.000.000 per bulan selama maksimal dua tahun.
Persyaratan Umum:
* Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.
* Muslim/Muslimah.
* Laki-laki/Perempuan.
* Terbuka untuk seluruh mahasiswa aktif tingkat 1–4 atau semester 1–8 dibuktikan dengan surat keterangan aktif atau kartu tanda mahasiswa yang masih berlaku.
* Diutamakan jenjang S1 dan terbuka jenjang S2.
* Tidak sedang menerima beasiswa.
* Tidak menikah dan bersedia tidak menikah selama mendapatkan beasiswa.
* Berprestasi baik secara akademik maupun non akademik.
* Memiliki hafalan Al-Qur’an.
* Melampirkan ijazah SMA/pendidikan terakhir.
* Melampirkan transkrip nilai terakhir.
* Mendapat rekomendasi dari tokoh masyarakat (format terlampir).
* Surat Pernyataan (format terlampir).
* Membuat esai “Kuliah di Timur Tengah dan Kontribusi Pasca Lulus” (cek ketentuan esai).
* Mengikuti rangkaian proses seleksi beasiswa.
* Melengkapi seluruh dokumen persyaratan sesuai ketentuan.
4. Beasiswa Komdigi
Beasiswa Kominfo atau Komdigi terakhir kali dibuka pada tahun 2024. Saat itu ada beasiswa ke luar negeri yang dibuka bersama Chevening. Namun pada tahun 2025, Komdigi mengumumkan bahwa beasiswa ini tidak dibuka. Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut apakah beasiswa ini akan dibuka kembali pada tahun 2026.











