Pebulu Tangkis Indonesia Melangkah ke Babak Kedua All England 2026
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, akan menghadapi juniornya Raymond Indra/Nikolaus Joaquin pada babak kedua All England 2026. Fajar/Fikri berhasil melewati babak pertama dengan mulus setelah menyingkirkan pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dengan skor 21-9 dan 21-17, di Utillita Arena, Birmingham, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB.
“Pertama, kami mengucapkan syukur Alhamdulillah diberikan kelancaran serta kemenangan. Pertandingan tadi cukup berjalan alot, memang bola juga kadang agak berat bila terjadi reli. Mereka pun pasangan yang sangat bagus tapi kami tadi bisa menguasai di lapangan,” kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI.
Fajar/Fikri memulai gim pertama dengan menguasai permainan dan terus mendulang poin demi poin hingga unggul 6-2. Meski sempat hampir terkejar, Fajar/Fikri menjaga dominasi sepanjang gim pertama setelah membukukan enam poin beruntun untuk unggul 16-8. Ong/Teo kian tak berkutik. Fajar/Fikri tampil impresif dengan mencatatkan lima poin berturut-turut untuk menang 21-9.
Pada gim kedua, Fajar/Fikri langsung tancap gas dengan mendulang enam poin berturut-turut, 6-0. Permainan masih dipegang oleh Fajar/Fikri hingga memasuki pertengahan gim dengan unggul cukup jauh yakni tujuh poin, 14-7. Namun Ong/Teo perlahan bisa meladeni permainan terbuka dari Fajar/Fikri dan mendulang poin demi poin untuk membuat kedudukan berimbang. Di akhir gim, Fajar/Fikri tampil solid dan memetik kemenangan 21-17.
Fajar/Fikri kini mengusung misi revans setelah dalam dua pertemuan sebelumnya takluk dari Raymond/Joaquin. Terakhir, Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan Raymond/Indra pada babak perempat final Indonesia Masters 2026 pada 23 Januari lalu.
“Bertemu Raymond/Joaquin pasti penasaran karena belum bisa menang dari mereka di dua pertemuan awal. Semoga lusa nanti (Kamis, 5 Maret) kami bisa mendapatkan kemenangan, itu harapannya,” kata Fikri.
“Raymond/Joaquin pasangan yang sedang naik daun, punya potensi luar biasa untuk Indonesia, tapi kami ingin menampilkan yang terbaik. Semoga hasilnya seperti yang diharapkan,” kata Fajar menambahkan.
Raymond/Joaquin Mengalahkan Wakil Korea
Raymond/Joaquin menyegel tiket babak kedua All England 2026 setelah menghajar ganda Korea Selatan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju lewat drama rubber gim, 17-21, 21-12, 21-19.
Raymond/Joaquin menjadi wakil pertama Indonesia yang telah memastikan satu tiket ke babak kedua setelah sebelumnya Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tersandung pada babak pertama.
“Pasti puji Tuhan bisa selesaikan pertandingan tanpa cedera dan masih diberi kemenangan oleh Tuhan. Di gim pertama kami belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang kalah angin jadi belum bisa mengontrol,” kata Raymond dikutip dari PBSI.
“Padagim kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di gim ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul,” imbuhnya mengenai permainan sepanjang laga.

Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin beraksi pada babak pertama All England 2026. – (dok PBSI)
Menjalani debut di turnamen BWF Super 1000, jawara Australia Open 2025 tersebut mengaku sangat terkesan dengan atmosfernya. Menurut Raymond, atmosfer yang disajikan di All England sangatlah berbeda dibandingkan dengan sejumlah seri turnamen BWF yang pernah dijalaninya.
“Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda,” ujar Raymond.
“Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini,” kata Joaquin menambahkan.
Gugup Debut di All England
Sementara Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengevaluasi skema permainan menyerang dan bertahannya setelah kandas pada babak pertama. Rachel/Febi mengakui ketangguhan ganda China Jia Yi Fan/Zhang Zhu Xian dua gim langsung 16-21 dan 17-21.
“Kami harus lebih disiapkan lagi posisi bertahan dan serangannya. Mereka tidak gampang mati. Bahkan di pertandingan tadi, jarang sekali kami bisa benar-benar mematikan bolanya,” kata Rachel.
“Kami belajar banyak dari pertandingan hari ini, dari Jia/Zhang juga karena mereka salah satu ganda putri terbaik saat ini. Kami bisa contoh variasi pukulan mereka baik saat menyerang maupun bertahan,” imbuhnya.
Rachel mengaku kesulitan mengantisipasi pola variasi serangan dari ganda unggulan ketiga pada turnamen kali ini. Selain itu, faktor stamina Jia/Zhang juga menjadi catatan penting untuk Rachel/Febi yang harus bisa mengimbangi etos kerjanya.
Sementara, Febi mengaku bahwa pada pertandingan kali ini banyak melakukan sejumlah kesalahan-kesalahan yang membuat Jia/Zhang bermain lebih menekan.
“Setelah memulai dengan cukup baik sampai pertengahan gim pertama, kami melakukan kesalahan secara beruntun dan mereka juga terus mempercepat serangan yang sangat menyulitkan,” ungkap Febi.
Ini merupakan gelaran All England perdana bagi pasangan Rachel/Febi. Rachel mengaku gugup menjalani debut pada turnamen BWF Super 1000 kali ini.
Tersingkirnya Rachel/Febi membuat tim bulu tangkis Indonesia kini menyisakan dua pasangan di sektor ganda putri, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi.











