Kemandirian Organisasi Mahasiswa HIMAKOM UNG Melalui Lapak Takjil Ramadan
Selama bulan suci Ramadan, mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan wirausaha berupa pembukaan lapak takjil yang menawarkan es buah prasmanan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membiayai program kerja organisasi tanpa memberatkan anggota.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjual makanan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam hal pengelolaan organisasi, pengelolaan anggaran, serta penanaman tanggung jawab kolektif. Seluruh hasil penjualan dialokasikan untuk mendukung program kerja dan kegiatan sosial HIMAKOM, termasuk kegiatan Sahur On The Road.
Kegiatan Wirausaha yang Dilakukan Secara Bergilir
Kepala Bidang II Pengembangan Organisasi HIMAKOM, Renaldi H Tabingo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dan dijalankan sepenuhnya oleh mahasiswa. “Kami ingin membangun organisasi agar tetap eksis setiap tahun. Program kerja HIMAKOM harus memiliki esensi, dan anggaran tidak seharusnya dibebankan kepada mahasiswa,” ujar Renaldi saat diwawancarai di sela-sela berjualan.
HIMAKOM memiliki lebih dari 200 anggota aktif. Dalam pelaksanaan lapak takjil Ramadan, mahasiswa dibagi dalam jadwal bergilir agar seluruh bidang ikut terlibat. “Setiap hari ada dua bidang yang bertugas berjualan. Jadi semua merasakan prosesnya, mulai dari persiapan hingga penjualan,” katanya.
Lapak takjil ini dioperasikan empat kali dalam seminggu, yaitu Senin hingga Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu diliburkan. Waktu operasional dimulai sejak siang hari. “Persiapan dimulai sekitar pukul 10 pagi, lalu penjualan berlangsung hingga menjelang Magrib,” jelas Renaldi.
Menu Sederhana dengan Harga Terjangkau
Menu yang ditawarkan adalah es buah prasmanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat berbuka puasa. Harga yang ditetapkan relatif terjangkau, yakni Rp10 ribu per cup, sehingga dapat dijangkau berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat sekitar.
“Hasil jualan dialokasikan ke program-program organisasi. Jadi anggaran kegiatan tidak dikumpulkan dari mahasiswa,” ujarnya. Dengan demikian, kegiatan HIMAKOM tetap berjalan tanpa menarik iuran tambahan dari anggota.
Program Sosial dan Kepedulian Masyarakat
Selain wirausaha, HIMAKOM juga menjalankan program sosial selama Ramadan. Salah satunya adalah kegiatan Sahur On The Road yang dikelola oleh bidang advokasi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Renaldi menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Ramadan tersebut murni digagas dan dijalankan oleh mahasiswa, tanpa campur tangan pihak luar. “Program kerja ini dibuat murni oleh anak-anak HIMAKOM. Ini bagian dari proses belajar kami sebagai mahasiswa,” katanya.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti berjualan takjil justru menjadi sarana efektif untuk membangun mental mandiri, kerja sama tim, dan kepemimpinan di lingkungan organisasi mahasiswa.
Aktivitas di Lokasi Lapak Takjil
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para mahasiswa terlihat berjualan di depan kampus UNG, tepatnya di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Nani Wartabone. Di lokasi tersebut, berdiri sebuah meja sederhana bertuliskan “Lapak Es Prasmanan” yang menjajakan es buah sebagai menu utama berbuka puasa.
Sejumlah mahasiswa perempuan tampak sigap melayani pembeli. Sesekali, mereka terdengar memanggil dan menawarkan dagangan dengan suara lantang untuk menarik perhatian pengendara dan pejalan kaki yang melintas.
Di sekitar lokasi, tidak hanya lapak takjil mahasiswa yang berjejer. Berbagai lapak takjil lainnya turut meramaikan kawasan depan kampus. Setiap Ramadan, area ini memang selalu menjadi pusat penjualan takjil bagi masyarakat.
Menjelang sore hingga waktu berbuka, kawasan tersebut semakin padat oleh warga yang berburu hidangan berbuka. Arus kendaraan melambat, sementara pembeli silih berganti mendatangi lapak-lapak takjil yang berjajar di sepanjang jalan.











