My WordPress Blog

Denda Rp60 Juta untuk Persis Solo, Manajemen: Kritik Boleh, Tapi Jangan di Stadion

Persis Solo Dikenai Sanksi Denda Rp60 Juta oleh Komdis PSSI

Manajemen Persis Solo mengungkapkan bahwa suporter memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan saran kepada klub, asalkan tidak dilakukan saat pertandingan berlangsung di stadion. Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan menyusul sanksi denda yang diberikan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah insiden sejumlah oknum suporter turun dari tribun Stadion Manahan Solo usai laga melawan PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Menurut Ginda, manajemen Persis Solo selalu membuka komunikasi dengan suporter. Ia berharap segala bentuk kritik atau ketidakpuasan terhadap tim dapat disampaikan melalui jalur komunikasi yang sudah tersedia, bukan dilakukan saat pertandingan berlangsung.

Penjelasan Komdis PSSI Terkait Sanksi

Kabar mengenai sanksi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Persis Solo. Dalam unggahan itu terdapat keterangan resmi yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI Umar Husin pada 25 Februari 2026.

“Pada tanggal 21 Februari 2026 bertempat di Stadion Manahan, Solo telah berlangsung pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Persis Solo melawan PSBS Biak, dimana klub Persis Solo telah melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 karena 30 (tiga puluh) menit setelah pertandingan berakhir terdapat beberapa suporter Persis Solo turun dari tribun dan memasuki area lapangan pertandingan ketika pemain klub Persis Solo melakukan players parade dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan pelanggaran disiplin,” tulis keterangan berkop surat PSSI tersebut.

Atas pelanggaran itu, Persis Solo dijatuhi sanksi denda sebesar Rp 60 juta. Komdis PSSI juga mengingatkan bahwa hukuman yang lebih berat dapat dijatuhkan apabila insiden serupa kembali terjadi.

Tanggapan Manajemen Persis Solo

Menanggapi keputusan tersebut, Ginda Ferachtriawan mengaku cukup terkejut karena menurutnya insiden itu terjadi setelah pertandingan berakhir. “Kalau dari kita sebenarnya agak bingung juga ya, sanksi yang diberikan dendanya cukup besar sekitar Rp 60 juta dan sebenarnya itu terjadi setelah pertandingan,” ungkap Ginda saat dihubungi, Kamis (5/3/2026).

Ia juga menilai panitia pelaksana pertandingan sudah berupaya maksimal untuk mencegah suporter masuk ke lapangan. “Panpel dan petugas sebenernya sudah berusaha maksimal istilahnya supaya tidak ada (oknum suporter) masuk ke lapangan supaya tidak terjadi kejadian yang berdampak buruk. Di satu sisi itu menyayangkan, kenapa masih kena denda padahal Panpel sudah berusaha maksimal,” lanjutnya.

Komunikasi dengan Suporter Selalu Terbuka

Ginda menegaskan bahwa sebenarnya kejadian tersebut bisa dihindari. Ia menyebut manajemen Persis Solo selalu membuka ruang komunikasi dengan kelompok suporter. “Di sisi lain, menurut kami memang kejadian ini tidak perlu terjadi atau bisa dihindari sebenarnya kalau segala macam kritikan atau ketidakpuasan terhadap tim tidak dilakukan di dalam stadion. Karena sebenarnya manajemen komunikasi kok dengan suporter segala aksi yang akan dilakukan supaya dapat berkoordinasi dengan panitia dan nanti kalau dirasa perlu kita juga akan meminta bantuan operator (pertandingan),” kata dia.

Dengan komunikasi tersebut, manajemen berharap setiap aksi atau aspirasi suporter dapat disampaikan secara lebih tertib tanpa melanggar regulasi pertandingan.

Faktor yang Mempengaruhi Besaran Denda

Ginda juga menjelaskan bahwa nilai denda Rp 60 juta yang dijatuhkan Komdis PSSI dipengaruhi oleh jumlah suporter yang melanggar aturan. “Yang perlu digarisbawahi adalah denda ini menjadi besar karena dalam regulasi tercantum jumlah orang menentukan nilai denda,” urainya.

Insiden tersebut diketahui terjadi setelah laga kandang Persis Solo melawan PSBS Biak di Stadion Manahan. Beberapa oknum suporter dari tribun selatan turun mendekati area lapangan karena kecewa dengan hasil imbang yang diraih Laskar Sambernyawa saat itu.

Harapan Manajemen ke Depan

Ginda berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia mengajak suporter untuk tetap bijaksana dalam menyampaikan kritik kepada manajemen maupun tim. “Garapannya ke depannya apapun aksinya terhadap kekecewaan maupun kepuasan tolong dilakukan sesuai regulasi karena kalau nanti kena sanksi kena denda ya yang kena imbasnya kami juga pada akhirnya,” pungkasnya.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *