My WordPress Blog

Strategi Cemerlang PSIM Yogyakarta Raup Poin dari Semen Padang

PSIM Yogyakarta Berhasil Curi Poin Penting di Kandang Semen Padang

PSIM Yogyakarta berhasil mencuri satu poin penting saat bertandang ke markas Semen Padang pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam, berakhir dengan skor 0-0. Hasil ini terasa spesial bagi Laskar Mataram karena mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-38 setelah Fahreza Sudin menerima kartu merah.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa timnya langsung mengubah pendekatan permainan setelah kehilangan satu pemain. “Kami mencoba untuk menutup ruang karena kekurangan satu orang, jadi kami mencoba menerapkan low block,” ujar Jean-Paul van Gastel.

Kunci Permainan

Van Gastel menjelaskan bahwa perubahan taktik kembali dilakukan ketika sejumlah pemain mulai mengalami kelelahan pada babak kedua. Lima pemain yakni Andy Setyo, M. Iqbal, Deri Corfe, Ghulam Fatkur dan Rio Hardiawan dimasukkan ke dalam lapangan.

“Kemudian sekitar menit ke-60, kami memiliki beberapa pemain yang mulai kelelahan, beberapa pemain mengalami kram, jadi kami memutuskan tidak bertahan dengan empat bek, kami bertahan dengan lima bek,” lanjutnya.

Menurutnya, selain disiplin bertahan, faktor keberuntungan juga turut membantu timnya dalam mengamankan hasil imbang di laga tersebut. “Dan kemudian anda harus memiliki sedikit keberuntungan ketika lawan melakukan umpan silang dan bola jatuh di dalam kotak penalti,” katanya.

Gastel Puji Respons Pemain

Meski demikian, van Gastel menilai para pemain PSIM mampu menunjukkan respons yang baik dalam mengantisipasi setiap peluang tuan rumah. “Ya, kami lebih sigap daripada pemain Semen Padang. Jadi, itu seperti strategi bertahan hidup (survival strategy) pada dasarnya.”

Namun, ia menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan timnya adalah disiplin menjaga posisi dan komunikasi antar pemain di lapangan. “Namun yang terpenting adalah menjaga posisi, tetap berkomunikasi, dan memenangkan duel, dan saya pikir kami melakukannya dengan baik,” pungkasnya.

Tambahan satu poin membuat PSIM tetap berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 37 poin. Sementara itu, Semen Padang masih tertahan di zona degradasi dengan 17 poin.

Klasemen BRI Super League Liga 1

Klub D M S K GM GK -/+ P
Persib 23 17 3 3 39 13 26 54
Persija Jakarta 24 16 3 5 44 21 23 51
Borneo FC 23 16 2 5 42 23 19 50
Malut United 24 13 5 6 48 29 19
Persebaya 24 10 9 5 36 25 11 39
Persita 24 11 5 8 31 23 8 38
Bhayangkara FC 24 11 5 8 30 26 4 38
PSIM 24 9 10 5 33 30 3
Dewa United 24 10 3 11 29 30 -1
Arema FC 23 8 7 8 32 30 2 31
Bali United 23 7 9 7 31 31 0 30
Persik 23 7 5 11 30 41 -11 26
PSM Makasar 24 5 8 11 26 31 -5 23
Madura United 24 4 8 12 23 38 -15 20
Persijap 23 5 4 14 20 39 -19 19
PSBS Biak 23 4 6 13 26 49 -23 18
Semen Padang 24 4 5 15 19 41 -22
Persis 23 3 7 13 25 44 -19

Imbang Rasa Menang

Hasil imbang 0-0 terasa spesial bagi Laskar Mataram lantaran mereka harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama seusai menerima kartu merah. Meski terus dalam tekanan Semen Padang, PSIM mampu mempertahankan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menilai pertandingan sejatinya berjalan seimbang sebelum kartu merah mengubah jalannya laga. “Saya pikir sampai kartu merah tadi pertandingan berjalan seimbang. Saya rasa kami tidak bermain terlalu baik, kami bisa melakukan jauh lebih baik seperti yang telah dibuktikan di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” ujar Van Gastel.

Menurutnya, setelah kehilangan satu pemain, fokus tim berubah total untuk bertahan. “Setelah kami mendapatkan kartu merah, jalannya pertandingan berubah. Kami pada dasarnya hanya bertahan, dan saya mengagumi tim saya, semangat juang yang kami tunjukkan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, karakter timnya kembali terlihat dalam situasi sulit, seperti yang juga ditunjukkan pada laga-laga sebelumnya melawan Bali dan Biak ketika sempat tertinggal. “Kami tidak hanya bisa bermain cukup baik, tapi juga memiliki semangat juang. Jadi bagi kami, hasil ini terasa sedikit seperti sebuah kemenangan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan pemain PSIM, Riyatno Abiyoso. Ia menyebut tim langsung menyesuaikan strategi setelah kartu merah sesuai instruksi pelatih. “Setelah kami kartu merah, kami mengubah strategi sesuai instruksi head coach untuk lebih fokus bertahan dan bekerja lebih keras lagi,” kata Abiyoso.

Ia juga mengapresiasi perjuangan seluruh rekan setimnya yang tampil disiplin hingga akhir pertandingan. “Apresiasi untuk semua rekan-rekan yang sudah berjuang semaksimal mungkin untuk mempertahankan poin di laga away kali ini. Ini patut disyukuri, kami bermain dengan sepuluh orang di babak pertama dan bisa mendapatkan poin di kandang lawan,” tambahnya.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *