Fase Krusial Arema FC di Sisa Musim Super League 2025/26
Arema FC kini menghadapi fase yang sangat krusial dalam kompetisi BRI Super League 2025/26. Setelah menelan kekalahan dramatis 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-25, tim Singo Edan kini harus segera bangkit untuk memperbaiki posisinya di papan klasemen.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengungkapkan bahwa keberhasilan timnya melakukan comeback berkat perubahan taktik dan mentalitas pemain yang tidak mudah menyerah, meski Arema FC tampil tangguh dengan dua kartu merah yang diterima pemainnya.
Jadwal Berat yang Menanti Arema FC
Setelah mengalami kekalahan tersebut, Arema FC kini menghadapi ujian berat di lima laga terdekat. Tim asuhan Marcos Santis akan menghadapi jadwal padat yang puncaknya adalah laga big match melawan Persib Bandung dan rival abadi, Persebaya Surabaya.
Berikut adalah jadwal lengkap lima pertandingan terdekat Arema FC:
Pekan 26
- Arema vs Malut United
Jumat, 3 April 2026
Pukul 15.30 WIB
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang
Pekan 27
- Persita Tangerang vs Arema
Jumat, 10 April 2026
Pukul 19.00 WIB
Indomilk Arena, Tangerang
Pekan 28
- Arema vs Persis Solo
Sabtu, 18 April 2026
Pukul 15.30 WIB
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang
Pekan 29
- Persib Bandung vs Arema
Jumat, 24 April 2026
Pukul 19.00 WIB
Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung
Pekan 30
- Arema vs Persebaya Surabaya
Selasa, 28 April 2026
Pukul 15.30 WIB
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang
Tiga laga pertama ini sangat vital bagi Arema FC untuk mengamankan posisi mereka di papan klasemen. Dengan jadwal yang sangat padat, pelatih Marcos Santis harus memastikan para pemain tetap fokus dan siap menghadapi setiap pertandingan.
Kunci Keberhasilan Bhayangkara FC Mengalahkan Arema FC
Sebelumnya, di pekan ke-25 Super League, Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses mengamankan tiga poin krusial saat menjamu Arema FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Meski sempat tertinggal, skuad The Guardian mampu membalikkan keadaan melalui gol Privat Mbarga dan penalti Moussa Sidibe, sehingga keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 2-1.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menyebutkan bahwa kombinasi perbaikan taktik saat jeda turun minum serta mentalitas pemenang menjadi kunci utama keberhasilan timnya menundukkan Arema FC yang harus bermain dengan sembilan pemain.
Dalam laga tersebut, Arema FC unggul 1-0 lebih dahulu melalui Joel Vinicius di menit ke-45+1. Namun, Bhayangkara FC bangkit di babak kedua dengan mencetak dua gol melalui Privat Mbarga (76′) dan Moussa Sidibe (88′ P). Di pertandingan ini, dua pemain Arema FC, Pablo Oliveira (45+8′) dan Dalberto (70′) mendapatkan kartu merah.
Paul Munster mengatakan bahwa meskipun timnya unggul jumlah pemain, Arema FC tetap merupakan tim yang sulit untuk dikalahkan. Ia menyampaikan bahwa setelah istirahat, timnya berbicara sedikit soal taktik dan merubah cara bermain, sehingga dapat melakukan comeback dan meraih tiga poin untuk kelima kalinya.
Ia juga memuji mentalitas pemain Bhayangkara FC yang selalu ingin meraih kemenangan di setiap pertandingan. “Strategi bukan satu-satunya faktor kami mencetak gol, karena Arema adalah tim yang sulit dihadapi, yang terpenting adalah kami mampu mendapatkan momennya,” katanya.
Selain itu, ia mengakui bahwa dukungan suporter di Lampung memberikan ketenangan kepada timnya. “Saya melihat tim ini menolak untuk menyerah, bahkan imbang saja tidak mau, itu adalah mentalitas untuk menang,” tegasnya.
Dengan tambahan tiga poin, Bhayangkara FC kini berada di peringkat ke-6 klasemen sementara Super League. The Guardian of Saburai mengumpulkan 41 poin dari 25 pertandingan yang telah dijalani.











