My WordPress Blog

Manfaat Puasa Syawal 6 Hari, Setara Puasa Sepanjang Tahun

Keutamaan dan Tata Cara Puasa Syawal

Setelah selesai menjalani puasa Ramadan, semangat beribadah umat Islam tidak pernah surut. Salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan adalah Puasa Syawal. Ibadah ini memiliki keistimewaan yang sangat besar, bahkan dianggap setara dengan pahala puasa selama setahun penuh jika dilakukan dengan penuh kekhusuan.

Momen Lebaran Idul Fitri

Momen Lebaran Idul Fitri belum sepenuhnya berlalu. Hingga hari ini, Minggu (22/3/2026), hari kemenangan dalam Islam tersebut baru masuk pada hari kedua, setelah diumumkan oleh Pemerintah dan dilaksanakan oleh masyarakat tanah air. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim).

Diriwayatkan juga dari Thawban bahwa Nabi SAW mengatakan, yang artinya:

“Puasa Ramadhan seperti menjalankan puasa sepuluh bulan. Puasa enam hari Syawal seperti menjalankan puasa dua bulan. Kebersamaan ini seperti puasa sepanjang tahun.” (Sahih Ibn Khuzaymah (2115) dan Sunan al-Nasa’i al-Kubra (2860)).

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Puasa Syawal merupakan ibadah puasa yang paling dekat setelah puasa Ramadan. Ibadah ini hanya boleh dilakukan setelah Ramadan dan telah masuk pada bulan Syawal. Namun, puasa Syawal tidak dikerjakan full seperti Ramadan dan tidak pula dikerjakan sesuai hitungan hari seperti Senin-Kamis.

Pasalnya, puasa sunnah ini hanya dilakukan sebanyak 6 hari sepanjang bulan Syawal yang tidak ditentukan khusus tanggalnya dalam kalender, alias bisa dikerjakan pada hari apa saja asal dalam bulan Syawal.

Jadwal dan Niat Puasa Syawal 1447 H/ 2026

Merujuk hasil sidang isbat penetapan Lebaran 2026, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu (21/3/2026). Artinya, puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai hari ini, Minggu (22/3/2026). Pelaksanaan puasa Syawal dianjurkan untuk dilakukan secara enam hari berturut-turut. Namun dibolehkan juga pelaksanaan puasa Syawal dilakukan secara selang-seling.

Sebelum melaksanakan puasa Syawal, penting bagi seorang Muslim untuk memastikan bahwa ia telah menyelesaikan puasa Ramadan secara penuh. Namun, selayaknya hutang dan hukum sunnah berlaku, bagi muslim yang masih memiliki hutang puasa, pada sepanjang Ramadan, alangkah baiknya untuk mengganti puasa terlebih dahulu.

Bacaan Niat Puasa Syawal

Bagi Anda yang tidak memiliki hutang puasa, dan ingin melaksanakan puasa sunnah Syawal, bisa mengerjakannya mulai hari ini, hingga akhir Syawal mendatang, dengan niat dan tata cara sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis syawwali lillahi ta‘ala

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawwal esok hari karena Allah SWT.

Tata Cara Puasa Syawal

  1. Niat puasa syawal dijalankan selama enam hari

    Sebagaimana yang sudah disebutkan dalam hadis, bahwa puasa syawal dilakukan selama enam hari. Berikut hadis yang disebutkan:
    “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Dari hadis tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarhul Mumti’, 6: 464).

  2. Diutamakan dikerjakan secara berurutan

    Puasa syawal diutamakan dijalankan secara berurutan. Namun, jika tidak bisa dikerjakan secara berurutan, maka niat puasa syawal bisa dikerjakan secara terpisah-pisah. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata bahwa “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.”

  3. Diutamakan untuk mengganti utang puasa

    Ramadan terlebih dahulu. Jika Anda mempunyai utang puasa Ramadan, maka disarankan Anda untuk menggantinya terlebih dahulu (puasa qadha). Hal ini berdasarkan pada penjelasan dari Ibnu Hambali dalam kitabnya Lathoiful Ma’arif. Ibnu Rajab Al Hambali berkata:
    “Siapa yang mempunyai kewajiban qodho’ puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho’nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 391).

Keutamaan Puasa Syawal

  1. Penyempurna puasa Ramadan
  2. Pahala puasa satu tahun
  3. Tanda diterimanya puasa Ramadan
  4. Sebagai tanda syukur
  5. Menjaga konsistensi ibadah
  6. Menjalankan Niat Puasa Syawal Sebelum Mengganti Puasa Ramadan
  7. Dianjurkan membayar utang puasa ramadan terlebih dahulu
  8. Dibolehkan menjalankan niat puasa syawal terlebih dulu jika ada uzur
  9. Tidak harus dikerjakan selama 6 hari berturut-turut
  10. Tak masalah kalau melakukan niat puasa syawal setelah terbit fajar
  11. Bisa dilaksanakan pada hari Jumat
  12. Diperbolehkan membatalkan puasa

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *