Pemain Bintang Arsenal Mundur dari Timnas Inggris Jelang Laga Lawan Jepang
Dua pemain bintang klub Arsenal, Declan Rice dan Bukayo Saka, memutuskan untuk mundur dari skuad Timnas Inggris menjelang pertandingan melawan Jepang. Keputusan ini diambil karena masalah kebugaran yang dialami oleh keduanya.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa ia memiliki kepercayaan penuh terhadap kedua pemain tersebut. Ia juga membantah isu bahwa keduanya lebih memprioritaskan kepentingan klub daripada tim nasional.
Tuchel mengatakan bahwa jadwal pertandingan yang padat menjadi ancaman nyata bagi kebugaran pemain jelang Piala Dunia. Ia menekankan bahwa keputusan untuk mencoret Rice dan Saka murni demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.
- Timnas Inggris akan melakoni uji coba melawan Jepang pada Rabu (1/4/2026) pukul 01.45 WIB di Wembley.
- Namun, sebelum laga ini, dua pemain bintang seperti Rice dan Saka justru kembali ke klub mereka, Arsenal.
- Keduanya dipastikan absen setelah melaporkan adanya ketidaknyamanan fisik.
- Mereka selama ini menjalani jadwal padat bersama klub, termasuk tampil di final Carabao Cup menghadapi Manchester City.
- Anggapan bahwa mereka lebih memprioritaskan kepentingan klub muncul karena Arsenal masih memiliki peluang meraih treble winner.
Sudah Berusaha, Tapi Tidak Memungkinkan
Menanggapi isu tersebut, Tuchel langsung meluruskan narasi yang berkembang. Ia menegaskan memiliki kepercayaan penuh terhadap integritas kedua pemainnya.
“Saya mengerti bagaimana ini terlihat, tetapi saya punya 100 persen kepercayaan pada kejujuran Declan dan Bukayo,” ujar Tuchel, dikutip dari Goal International.
Menurutnya, tim medis telah melakukan pemeriksaan dan hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memang mengalami masalah fisik yang tidak bisa diabaikan.
“Saya melihat sendiri hasil tes medisnya. Tidak ada alasan bagi saya untuk meragukan mereka,” tambahnya.
Tuchel juga menekankan bahwa Rice dan Saka tetap menunjukkan komitmen tinggi terhadap timnas. Keduanya bahkan sempat bergabung dengan kamp dan mencoba menjalani sesi latihan.
Rice disebut sempat turun ke lapangan bersama Jude Bellingham, meski akhirnya memutuskan mundur karena kondisi belum memungkinkan. Sementara Saka tetap menjalani latihan di gym demi menjaga peluang tampil.
“Mereka tidak datang lalu langsung pulang. Mereka mencoba. Declan bahkan sempat latihan di lapangan, tapi merasa tidak nyaman. Bukayo juga berusaha lewat sesi gym,” jelas Tuchel.
Ia pun menegaskan bahwa keputusan mencoret keduanya murni demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.
Bantah Isu Klub vs Negara
Situasi ini semakin sensitif karena banyak pemain Arsenal lain juga mengalami cedera dalam periode yang sama. Namun, Tuchel menolak keras anggapan adanya konflik antara kepentingan klub dan negara.
Ia menilai Rice dan Saka justru menunjukkan sikap profesional dengan tetap datang ke kamp dan berusaha bermain, berbeda dengan kasus-kasus di masa lalu.
“Mereka ingin sekali bermain. Itu penting untuk meluruskan narasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Tuchel mengungkapkan kekhawatirannya terhadap jadwal pertandingan yang padat, yang berpotensi berdampak pada performa timnas Inggris jelang Piala Dunia. Menurutnya, kelelahan pemain menjadi ancaman serius yang tidak bisa diabaikan.
“Ini adalah ancaman. Mungkin bukan yang terbesar, tapi tetap ancaman nyata. Kelelahan adalah fakta,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut Rice dan Saka sudah lama bermain dalam kondisi tidak sepenuhnya fit demi membantu Arsenal.
“Declan sudah cukup lama bermain dengan rasa tidak nyaman. Sekarang dia sampai di titik harus bertanya apakah ini masih masuk akal untuk terus dipaksakan. Hal yang sama juga terjadi pada Bukayo,” jelas Tuchel.

Fokus Jangka Panjang Timnas Inggris
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Tuchel memilih langkah hati-hati demi menjaga kebugaran pemain dalam jangka panjang, termasuk untuk menghadapi turnamen besar mendatang.
Ia yakin keputusan ini justru akan memberi dampak positif, baik untuk laga melawan Jepang maupun agenda timnas Inggris ke depan.
“Saya yakin keputusan ini akan memberi manfaat, baik untuk sekarang maupun ke depannya,” tutup Tuchel.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











