Kepala Kampung Panjang Berikan Jaminan Pendidikan dan Usulan Bedah Rumah untuk Keluarga Siti Khodijah
Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan perhatian kepada warganya yang sedang menghadapi kesulitan. Salah satu keluarga yang mendapat perhatian khusus adalah Siti Khodijah, ibu dari Rahmat Sugiarto, anak yang sempat viral karena menjual kerupuk sambil berjalan kaki.
Kunjungan Camat Panjang dilakukan ke rumah Siti Khodijah yang terletak di kawasan lereng Bukit Sakal, RT 03 LK I, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Meskipun jalannya cukup terjal dan matahari terasa menyengat, semangat Hendry tidak pernah padam. Tujuannya jelas: memastikan bahwa warganya mendapatkan hak-hak dasar yang layak.
Dengan suara tersengal, Hendry berinteraksi langsung dengan warganya. Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya para pengguna TikTok yang telah memberikan informasi mengenai kondisi keluarga tersebut.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yakni khususnya tiktokers yang menginformasikan hal tersebut,” kata Hendry Satria Jaya, Sabtu (4/4/2026).
Pihaknya merasa bersyukur bisa bertemu langsung dengan ibu dari Rahmat Sugiarto, yaitu Siti Khodijah. Keberadaan Camat Panjang di tengah keluarga tersebut bertujuan untuk memastikan jaminan pendidikan dan usulan bedah rumah.
“Kami datang ke rumah ibu Siti Khodijah untuk memastikan kondisi riil keluarga tersebut. Ibu Siti diketahui berjuang menghidupi tiga anaknya pasca permasalahan rumah tangga dengan berjualan kerupuk dan kue brownies,” ujarnya.
Berdasarkan verifikasi data lapangan bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Hendry menegaskan bahwa Siti Khodijah sudah tercatat sebagai penerima aktif berbagai program bantuan pemerintah. Bantuan tersebut meliputi PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Bantuan Beras Minyak Bapanas.
“Jadi untuk terkait pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak-anak beliau juga aktif,” ucapnya.
Pihaknya menjelaskan bahwa memang sempat ada perpindahan sekolah, namun sudah diurus oleh pendamping PKH agar dana BOS dan PIP kembali aktif di semester depan.
Ia mengatakan, langkah lanjutan Pemkot Bandar Lampung bahwa sesuai arahan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana bahwa pihak kecamatan dan kelurahan berkomitmen memberikan intervensi lanjutan yang lebih komprehensif bagi keluarga Siti Khodijah.
Empat Langkah Konkret yang Akan Dilakukan
Ada empat langkah konkret yang segera dieksekusi, diantaranya:
-
Usulan Bedah Rumah
Kondisi rumah semi permanen milik pribadi yang ditempati Siti Khodijah akan langsung dilaporkan dan diusulkan ke dalam program bedah rumah Pemkot Bandar Lampung. -
Fasilitasi Administrasi Kependudukan
Anak bungsu Siti Khodijah yang berusia 4 tahun belum memiliki Akta Kelahiran dan belum masuk Kartu Keluarga (KK). Dokumen ini akan segera dibuatkan agar sang anak terdaftar sebagai penerima bantuan. -
Intervensi Kesehatan
Melalui Puskesmas Panjang, anak bungsunya tersebut bisa mendapatkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk menjamin tumbuh kembang yang sehat. -
Jaminan Pendidikan Berkelanjutan
Pendidikan anak-anak Siti Khodijah akan terus didampingi melalui program Beasiswa Pemkot Bandar Lampung maupun Sekolah Rakyat.
Kunjungan yang turut dihadiri oleh jajaran Kelurahan Pidada, Kepala Puskesmas Panjang, Korcam Relawan SAPA, serta TKSK ini diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako dan santunan materiil untuk meringankan beban keluarga.
“Kami akan terus memantau dan mendampingi keluarga Ibu Siti. Ini adalah komitmen nyata pelayanan kami kepada masyarakat,” tukas Hendry.
Respons Positif dari Pendamping Sosial
Sementara itu, pendamping Sosial PKH Kelurahan Pidada sekaligus Ketua Tim PKH Kecamatan Panjang, Isnan Subegi, mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terhadap keluhan masyarakat.
Pihaknya menegaskan bahwa selama ini intervensi bantuan untuk keluarga Siti Khodijah sebenarnya sudah berjalan aktif.
“Sampai saat ini Ibu Siti Khodijah adalah penerima aktif bantuan sosial PKH dan BPNT atau Sembako,” ucapnya.
Kemudian hampir seluruh anggota keluarganya juga sudah tercover sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen PBI atau KIS.
“Jadi dari pemerintah pusat sudah berupaya maksimal,” ungkap Isnan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











