Perjalanan yang Tidak Terduga
Arsenal, yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat kuat untuk meraih quadruple (empat gelar dalam satu musim), kini menghadapi tantangan besar setelah kehilangan dua trofi dalam waktu singkat. Dari posisi yang sangat bagus, The Gunners kini harus berjuang keras untuk mempertahankan harapan menjadi double winner.
Kondisi Awal Musim
Sebelum tanggal 22 Maret lalu, Arsenal berada dalam posisi yang sangat menjanjikan. Di Liga Inggris, mereka memimpin klasemen dengan unggul 9 poin atas Manchester City. Meskipun Man City baru memainkan 30 pertandingan, sementara Arsenal telah bermain 31 kali, tim asuhan Mikel Arteta tetap optimis untuk mencapai target yang ambisius.
Di Piala Liga Inggris, Arsenal berhasil mencapai final dan akan melawan Manchester City. Sementara itu, di Piala FA, mereka masih memiliki peluang untuk meraih gelar setelah lolos ke babak perempat final melawan Southampton. Di Liga Champions, Arsenal juga mencapai perempat final dengan akan menghadapi Sporting CP.
Kehilangan Trofi
Namun, sejak 22 Maret lalu, situasi mulai berubah. Dalam laga final Piala Liga Inggris, Arsenal kalah 0-2 dari Manchester City. Kekalahan ini disebabkan oleh blunder dari kiper Kepa Arrizabalaga, yang gagal menangkap bola sehingga Nico O’Reilly bisa mencetak gol pertama bagi The Citizens.
Ini menjadi kekalahan pertama yang membuat Arsenal kehilangan salah satu dari empat trofi yang mereka incar. Sebelumnya, gelar terakhir yang diraih oleh Arsenal adalah Piala FA pada musim 2019-2020.
Kekalahan Beruntun
Setelah jeda internasional, impian treble Arsenal semakin suram. Pada pertandingan melawan Southampton di babak perempat final Piala FA, Arsenal kembali kalah 1-2. Kali ini, kekalahan disebabkan oleh kesalahan dari Ben White, yang gagal menyundul bola hingga Ross Stewart bisa membuka skor.
Kekalahan ini semakin memperparah kondisi Arsenal, karena lawan mereka hanya merupakan klub Divisi Championship. Kini, Arsenal hanya memiliki peluang untuk menjadi double winner, yaitu juara Premier League dan Liga Champions.
Pertandingan Berikutnya
Arsenal kini harus menghadapi laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Sporting CP di Lisabon. Namun, kondisi tim tidak stabil setelah menderita dua kekalahan beruntun. Tim Singa memiliki performa yang lebih baik, dengan hanya sekali kalah dalam 16 laga sejak 16 Januari lalu.
Sporting CP bahkan berhasil mengalahkan Bodo/Glimt 5-0 di leg kedua babak 16 besar UCL, yang membuat mereka melaju ke perempat final. Di Liga Portugal, mereka berada di peringkat kedua klasemen, hanya tertinggal 5 poin dari FC Porto. Selain itu, mereka juga berpeluang meraih treble setelah memenangkan 1-0 atas Porto di leg pertama semifinal Piala Portugal.
Komentar Pelatih
Mikel Arteta mengungkapkan kekecewaannya terhadap dua kekalahan beruntun yang dialami timnya. “Dalam sebuah musim, Anda pasti akan mengalami periode yang berat,” katanya seperti dikutip dari BBC. “Kami mengalami 2 hasil yang sangat mengecewakan dan harus bangkit.”
Arteta menegaskan bahwa saat ini, tim harus menunjukkan kemampuan mereka dan memperbaiki performa di lapangan. “Tekanannya selalu seperti ini sejak awal musim ketika ekspektasi terhadap tim Anda begitu tinggi,” ujarnya. “Tidak ada yang akan menetapkan target dan standar lebih tinggi daripada kami sendiri.”











