Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengingat perjuangan yang luar biasa dalam meraih posisi podium secara dramatis pada Moto3 Amerika 2026.
Podium yang diraih oleh Alvaro Carpe terjadi dalam balapan terakhir yang ia ikuti dalam seri Moto3 Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA), Texas, Amerika Serikat. Pembalap yang menjadi juara Red Bull Rookies Cup 2024 ini tampil sangat kuat dan berhasil mendapatkan status sebagai pole sitter atau start dari urutan terdepan saat kualifikasi.
Catatan waktu lap terbaiknya yaitu 2 menit 12,107 detik cukup memungkinkan Carpe berada di urutan pertama untuk mengawali seri ketiga ini dengan lebih mudah. Dengan catatan tersebut, dia unggul sekitar 0,706 detik atas pembalap Indonesia Veda Ega Pratama yang start dari urutan keempat sebelum akhirnya harus menyudahi aksinya karena crash.
Selama balapan, Carpe menunjukkan konsistensinya meskipun sempat disalip beberapa rival. Namun, dia tetap berada dalam lima besar sepanjang lomba. Di lap terakhir, tiga pembalap berhasil mengimbangi ritme Carpe, yaitu Maximo Quiles (Aspar Team), Valentin Perrone (KTM Tech3), dan Guido Pini (Leopard Racing).
Peluang menang terbuka bagi Carpe ketika dia sedang berduel memperebutkan dua posisi teratas menghadapi Perrone, sementara Quiles dan Pini berada di posisi ke-3 dan 4. Perubahan dramatis terjadi di tikungan terakhir saat Carpe dan Perrone sedikit melebar, memberi ruang kepada Pini dan Quiles untuk finis di urutan 1 dan 2.
Podium terakhir berhasil didapatkan Carpe setelah melaju lebih cepat sesaat sebelum garis finis. Meski gagal memanfaatkan posisinya sebagai pole sitter untuk menang, Carpe tetap merasa puas dengan hasil di urutan ketiga pada Moto3 Amerika.
“Secara umum, saya senang dengan akhir pekan ini karena kami mengalami peningkatan di banyak area,” ujar Carpe.
“Kami menemukan kembali apa yang kurang di Brasil, dan itu bagus.”
“Kami juga berhasil melaju cepat secara solo, dengan ritme kami sendiri, dan bekerja sendiri, bisa dibilang begitu.”
“Saya senang dengan akhir pekan tersebut, bukan dengan tikungan terakhir, tetapi keseluruhan akhir pekan berjalan dengan sangat baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Carpe sadar bahwa keputusannya untuk tetap menggeber motor beberapa meter menjelang garis finis secara tidak langsung melukai Perrone. Karena merasa tidak enak dengan manuver itu, Carpe langsung mendatangi Perrone untuk meminta maaf karena telah merebut podium terakhir yang secara di atas kertas menjadi miliknya.
Di sisi lain, Carpe menyebut bahwa dirinya memiliki dorongan besar untuk menyusul pembalap asal Argentina itu agar menghindari rasa penyesalan.
“Pada saat itu saya harus mencoba, jika tidak, mungkin saya akan pulang dan terus memikirkannya, terlalu banyak merenunginya,” kata Carpe.
“Mungkin saya harus mencoba, ya, begitulah cara saya menghilangkan beban pikiran, setidaknya saya sudah mencoba.”
“Itulah balapan, begitulah adanya, saya harus meminta maaf, tidak ada pilihan lain,” imbuhnya.
Carpe, Veda, dan seluruh pembalap Moto3 lainnya akan kembali beraksi dalam seri Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez pada 24-26 April mendatang.











