Kepala Pelatnas Wilayah PBSI Berkomitmen Membangun Bakat di Daerah
Pengembangan pembinaan bulu tangkis di Indonesia kini tidak hanya berfokus pada pusat, tetapi juga mencakup berbagai daerah. Tahun ini, Ricky Soebagdja ditunjuk sebagai Kepala Pelatnas Wilayah (Pelatwil) PBSI. Dengan jabatan ini, Ricky bertugas untuk memastikan program pelatihan yang diselenggarakan di wilayah-wilayah dapat berjalan sesuai dengan standar nasional.
Ricky Soebagdja, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI, memiliki peran penting dalam menghubungkan pembinaan di daerah dengan pusat pelatihan nasional (Pelatnas) yang berada di Cipayung, Jakarta. Ia menjadi jembatan antara pelatwil dan pelatnas, sehingga kebijakan dan program latihan bisa terintegrasi secara efektif.
Program Pelatwil merupakan langkah strategis dalam mendorong desentralisasi pembinaan atlet bulu tangkis di Tanah Air. Tujuannya adalah agar bakat-bakat unggul dari seluruh penjuru Indonesia dapat terjaring dan dikembangkan secara merata.
Pelatwil sudah beroperasi sejak November 2025 di dua wilayah utama, yaitu Medan, Sumatera Utara untuk wilayah barat dan Surabaya, Jawa Timur untuk wilayah tengah. Dari seleksi yang telah dilakukan, saat ini terdapat 16 atlet di pelatwil barat dan 32 atlet di pelatwil tengah.
“Ketua Umum menunjuk saya sebagai ketua pelatwil yang bertugas untuk memastikan bahwa pelatwil ini bisa berjalan setelah dibentuk pada tahun lalu,” ujar Ricky dalam rilis resmi PBSI.
“Jadi betul-betul dari mulai program latihan dan lain sebagainya itu meneruskan nanti ke pemusatan latihan nasional.”
Peran PBSI Pusat dalam Pelatwil
Keterlibatan PBSI pusat dalam pelatwil sangat penting. Salah satunya adalah monitoring proses pelatihan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya. “Bukan hanya diadakan terus ditinggal begitu ya, tapi kita yang memang menyiapkan semua,” kata Ricky.
Dalam hal biaya dan perekrutan pelatih utama, PBSI pusat turut serta merekomendasikan dan berkoordinasi dengan penanggung jawab langsung di daerah. “Nah ini semua di-monitoring, nanti prosesnya bagaimana, program latihannya seperti apa, pertandingannya bagaimana, semua akan direport,” tambah Ricky.
Keselarasan Program Latihan
Ricky memastikan bahwa program latihan di pelatwil selaras dengan program di pelatnas, meskipun bobotnya sedikit berbeda karena usia para atlet yang masih relatif muda. “Saat ini saya sedang menunggu laporan untuk program-program latihan di sana. Yang pasti mereka semuanya harus di bawah pusat.”
“Pemantauan langsung akan dilakukan. Karena kan atlet ini usia juga relatif lebih muda jadi kalau program latihan bentuknya seperti apa kan lebih kurang pastinya juga sama dengan pelatnas, mungkin bobotnya itu yang sedikit berbeda,” jelas Ricky.
Rencana Kedatangan ke Pelatwil Tengah
Ricky berencana hadir di pelatwil tengah pada tanggal 10-11 April untuk bersosialisasi dan berkoordinasi lebih lanjut. Ia juga ingin memastikan kesiapan para atlet pelatwil yang akan tampil di ajang Sirkuit Nasional A Jawa Timur pada 13-18 April.
Sebagai mantan atlet dan legenda bulu tangkis Indonesia, Ricky menyambut positif berjalannya program pelatwil ini. Ia berharap akan ada progres dan hasil yang baik ke depan. “Dulu di zaman saya ada yang namanya pelatda atau pusdiklat lalu vakum dan sekarang di kepengurusan pak Fadil kembali diaktifkan.”
“Saya rasa itu sangat baik dan harus terus dilanjutkan. Bagaimana yang terbaik di wilayah itu dijaga dan dipantau perkembangannya,” ujar Ricky, yang pernah meraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 ini.
Harapan untuk Masa Depan
Ricky berharap atlet-atlet pelatwil dapat menunjukkan progres yang baik, terutama dalam hal disiplin, fisik, dan prestasi. “Yang terpenting ada peningkatan dari disiplinnya, fisiknya, pencapaian prestasinya sehingga dua tahun ke depan seiring usia bertambah, kematangan bertambah bisa kelihatan potensi yang sesungguhnya.”
“Lalu bisa masuk ke pelatnas atau menguasai nasional dulu sebagai level awal.” Meski proses ini cukup panjang, Ricky berharap nama-nama atlet ini tidak hilang dan terus berkembang. “Kita berharap dari yang ini ada, mungkin insyaallah mudah-mudahan, bibit-bibit potensi yang baik ini terus sampai ke depan.”
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











