My WordPress Blog

Siswa SATP Mimika Peta Kekayaan 6 Provinsi Papua dalam Buku Saku

Eksplorasi Budaya Melalui Buku Saku di SATP Timika

Siswa Sekolah Anak Tambang (SATP) Timika menggelar kegiatan Kokurikuler Day 2026 dengan inisiatif menulis buku saku yang berisi informasi tentang kearifan lokal dari enam provinsi di Pulau Papua. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada siswa sejak dini, sekaligus melatih kemampuan menulis dan kerja sama antar siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya untuk membangun rasa cinta terhadap budaya Papua. Dengan menggabungkan pembelajaran di dalam kelas dan aktivitas kokurikuler, siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi identitas budaya masyarakat setempat. Melalui buku saku yang dibuat, siswa dapat memahami berbagai aspek kearifan lokal, mulai dari pakaian adat, rumah adat, hingga makanan khas dari tiap provinsi.

Tujuan Pembelajaran yang Terpadu

Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa pembelajaran tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga dilakukan melalui kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dengan materi pembelajaran. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas, kolaborasi, dan inovasi dalam tema karya nusantara dan kreativitas anak bangsa.

Salah satu contoh kreativitas siswa adalah pengenalan kearifan lokal oleh siswa kelas 5. Dalam kegiatan ini, siswa belajar mengumpulkan dan menyajikan informasi secara sederhana, serta mengembangkan kreativitas melalui pembuatan buku saku. Buku saku tersebut mencakup berbagai provinsi di Papua, seperti Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Pembagian Kelompok dan Penyusunan Buku Saku

Wali Kelas 5A SATP, Herlyn Laga, menjelaskan bahwa siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk membuat buku saku tentang kearifan lokal dari masing-masing provinsi. Dalam satu kelas, terdapat enam kelompok yang masing-masing bertugas membuat buku saku dari salah satu provinsi di Papua.

Dalam buku saku tersebut, siswa menyajikan informasi mengenai berbagai kearifan lokal, termasuk makanan khas, pakaian adat, rumah adat, hingga bahasa daerah. Hal ini membantu siswa lebih memahami perbedaan budaya antar provinsi di Pulau Papua.

Herlyn berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih mencintai budaya Papua. Ia berharap siswa tetap bangga dan menghargai budaya mereka, baik di tempat tinggal maupun di mana pun mereka berada.

Pengalaman Siswa dalam Membuat Buku Saku

Salah satu siswa kelas 5A SATP, Berina Uamang, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, guru memberikan arahan kepada siswa untuk menulis buku saku tentang kearifan lokal. Ia menulis buku saku yang berisi informasi tentang Provinsi Papua Barat, termasuk pakaian adat, rumah adat, bahasa daerah, dan makanan khas.

Melalui kegiatan ini, Berina mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang kearifan lokal dari provinsi lain di Papua. Ia merasa lebih memahami keanekaragaman budaya di Pulau Papua, termasuk adat istiadat dan cara hidup masyarakat di daerah-daerah lain.

Kesimpulan

Kegiatan Kokurikuler Day 2026 di SATP Timika menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat digunakan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal. Dengan pembuatan buku saku, siswa tidak hanya belajar menulis dan bekerja sama, tetapi juga mengenal identitas daerah mereka secara lebih mendalam. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari perjalanan siswa menuju generasi yang bangga dan mencintai budaya Papua.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *